Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Empat Karakter Pemuda Masa Depan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2021 20:28 8:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2021 20:28
Bagikan
pemuda belajar qur'an
Bagikan

Hidayatullah.com | PEMUDA  hari ini adalah pemimpin masa depan, demikian Syeikh Musthafa al-Galayani mengungkapkan dalam kitab Idha-atun Nasyi’in. Ungkapan tersebut merupakan sugesti istimewa yang patut disandarkan pada sosok pemuda Muslim.

Sejarah mencatat, kemajuan dan kemenangan agama Islam tak lain diawaki oleh semangat jihad sahabat yang notabene adalah pemuda-pemuda di belakang komando Rasulullah ﷺ. Disebutkan, jiwa muda para sahabat ketika itu menyatu dalam gelora jihad menjemput janji-janji Allah.

Ada sederet nama pemuda yang bisa disebut dalam sejarah peradaban Islam. Sebut misalnya, Ali ibn Abi Thalib, Abdullah ibn Abbas, Abdullah ibn Umar, Usamah ibn Zaid dan lain sebagainya.

Juga ada Umar ibn Abdul Aziz (Gubernur muda Hijaz), Ibn Sina (dokter pertama dunia), yang disebut menguasai berbagai cabang ilmu saat usianya baru menginjak 18 tahun.  Tentunya ada Muhammad al-Fatih, pemuda 21 tahun yang berhasil mewujudkan bisyarah (kabar gembira) Rasulullah dengan menaklukkan Konstantinopel saat itu.

Sebagai panduan hidup umat Islam, al-Qur’an mengumpulkan kisah sekaligus profil dan kriteria karakter seorang pemuda Muslim. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Pertama: Memiliki keimanan yang teguh

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Kahfi [18]:13).

Sayyid Quthb berkata, mereka adalah remaja gagah dan pemilik badan kuat perkasa. Hati mereka teguh dengan iman tulus membaja, berpendidikan, dan bersikap tegas dalam menghadapi kemunkaran kaum mereka.

Kedua: Kuat melawan hawa nafsu

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

 “Dan perempuan (Zulaihah) yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata: Marilah mendekat kepadaku. Yusuf berkata: Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik.’ Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.” (QS: Yusuf [12]: 23).

Kisah Nabi Yusuf selayaknya menjadi panutan bagi pemuda Muslim. Yusuf memberi pelajaran bahwa melawan hawa nafsu dan menjaga kehormatan itu dilakukan dengan cara meminta perlindungan kepada Allah dan bersikap baik terhadap orang lain.

Perang melawan hawa nafsu adalah jihad yang berat. Di antara cara mengusir hawa nafsu adalah dengan selalu melakukan kegiatan yang bersifat positif.Rasa malas atau keinginan yang batil sudah seharusnya terenyahkan dari sosok pemuda Muslim.

Ketiga: Giat menuntut ilmu

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا

“Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada pembantunya: Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.“ (QS: Al-Kahfi [18]: 60).

Ayat selanjutnya menceritakan bagaimana kegigihan Nabi Musa dan akhirnya diberi rahmat Allah hingga bertemu orang alim, yakni Nabi Khidir. Kegigihan Musa patut menjadi karakter pemuda Muslim.

Ilmu merupakan cahaya dan kebutuhan yang tak bisa diabaikan meski harus bersusah payah mendapatkannya.  Kata Imam Ahmad, “Sesungguhnya kebutuhan manusia terhadap ilmu melebihi kebutuhannya pada makanan dan minuman.”

Keempat: Memerangi kebathilan

فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ

قَالُوا مَنْ فَعَلَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ

“Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh dia termasuk orang yang zalim. Mereka yang lain berkata: Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.” (QS: Al-Anbiya: 58-60).

Ibrahim muda dengan sifat heroiknya mampu melakukan perlawanan terhadap pembesar-pembesar kaumnya saat itu. Dakwah dengan lisan saja menurutnya tak cukup, maka ia mengumpulkan keberaniannya untuk menghancurkan berhala-berhala yang selama ini menjadi sesembahan kaumnya.

Sesungguhnya amanah besar sebagai manusia di dunia adalah sebagai seorang khalifah (pemimpin di masa depan) dan abdullah (dan hamba Allah). Dua hal ini,  hanya bisa ditunaikan dengan dakwah secara lisan (bil kalam), tulisan (bil qalam), ataupun dengan perilaku dan tata karma (bil hal dan bil adab).*/Arsyis Musyahadah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anKhalifahpemuda islamrasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menderita Kanker Prostat Tokoh Anti-apartheid Desmond Tutu Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Rais aam pbnu MUI Ungkapkan Harapan atas Terpilihnya KH Miftachul Akhyar Sebagai Rais Aam PBNU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?