Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Cegah Radikalisme Demi Persatuan atau Ciptakan Perpecahan?

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Februari 2022 14:10 2:10 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Februari 2022 14:10
Bagikan
radikalisme
Bagikan

Oleh: Hanum Hanindita

Hidayatullah.com | PENCEGAHAN radikalisme hingga kini masih menjadi agenda penting yang menjadi bagian dari program kerja pemerintan. Hal ini dibuktikan dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh sejumlah pihak terkait yang semuanya mengarah kepada satu tujuan, yaitu semangat dalam menghalau radikalisme di berbagai element masyarakat.

Penegasan akan hal ini diantaranya disampaikan oleh Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri Brigjen Umar Effendi mengaku bakal melakukan pemetaan terhadap masjid-masjid untuk mencegah penyebaran paham terorisme. Hal itu ia sampaikan dalam agenda Halaqah Kebangsaan Optimalisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme yang digelar MUI disiarkan di kanal YouTube MUI, Rabu (26/1/2022).

BNPT sendiri mengaku telah menghimpun data pondok pesantren yang diduga menyebarkan paham radikalisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan masih menemukan adanya pondok pesantren yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris. Jumlahnya mencapai ratusan pondok pesantren di berbagai wilayah. “Ada 11 pondok pesantren yang menjadi afiliasi Jamaah Anshorut Khalifah, 68 pondok pesantren afiliasi Jamaah Islamiyah dan 119 pondok pesantren afiliasi Anshorut Daulah atau Simpatisan ISIS,” katanya dalam pemaparan di Komisi III DPR, Selasa 25 Januari 2022.

Dari sini tentunya sebagai masyarakat kita harus jeli melihat informasi yang bertebaran. Benarkah memang di Indonesia tengah deras terjadi arus penyebaran paham radikal dan terorisme? Atau sejatinya ini hanyalah sesuatu yang diada-adakan saja?

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Bila Kita telisik lebih jauh lagi rencana pemetaan masjid dikaitkan dengan isu radikalisme, dan tuduhan terhadap ratusan pondok pesantren terkait terorisme, lagi-lagi menampakkan wajah Islamofobia, dan menimbulkan dugaan adanya framing negatif dan tidak adil terhadap umat Islam.

Mengapa bisa dinilai seperti itu? Misalnya pada kasus pendataan pesantren yang diduga radikal, atas dasar apa pendataan yang dilakukan oleh BNPT dan bagaimana kevalidan data yang dihasilkan apakah bisa dipertanggungjawabkan.

Adanya dugaan tersebut , sejatinya malah dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar. Masyarakat bisa menjadi merasa tidak aman dan nyaman.

Apalagi info tersebut gencar ke ruang publik. Pernyataan BNPT malah akan menimbulkan stigma negatif kepada kelompok tertentu, terutama pesantren.

Sejarah membuktikan bahwa pesantren memberikan peran besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Ketika itu, para kiai, ulama, santri, guru, bahkan habib bersatu untuk mengusir penjajah.

Tidak pas rasanya ada narasi yang terkesan mencurigai keberadaan pesantren. Apalagi, sampai nama pesantren seolah terindikasi virus radikal atau teroris.

Sama halnya juga dengan pemetaan masjid. Riset seperti apa yang dilakukan? Bagaimana metodologi dan dasar yang digunakan untuk menjadi sandaran, seperti apa standarisasi kategori pemetaannya.

Tentu ini perlu dijelaskan dengan ilmiah. Sebab jika bicara data, tentunya tidak bisa sembarangan dalam melakukan riset.

Masjid yang pada masa kejayaan Islam, tidak hanya menjadi tempat ibadah, bahkan menjadi tempat belajar, diskusi, hingga merencanakan strategi melawan kekufuran para pembenci Islam, kini terlihat berusaha diajuahkan dari umat. Umat akan dibuat takut pergi ke masjid, walaupun untuk “sekedar” sholat berjama’ah.

Yang jelas klaim radikal dan sejenisnya melahirkan perpecahan dan kegaduhan diantara masyarakat. Sedih bila mendengar hal ini.

Banyak orang Islam yang akhirnya takut dengan keislamannya, orang muslim tapi takut mau belajar agama, takut pergi ke forum-forum diskusi atau kajian. Umat Isam dibuat tertutup pikirannya dan enggan bahkan takut jika haurs berdiskusi tentang Isam. Takut jadi teroris. Orang muslim tapi curiga terhadap sesama saudara seimannya. Kalau begini, bukannya menciptakan persatuan, tapi justru perpecahan.

Harus ada upaya untuk meluruskan kepada umat tentang kebenaran ajaran Islam yang sesungguhnya. Kita bersihkan pemahaman umat, bahwa tidak perlu takut untuk belajar di pesantren, datang ke masjid, mengkaji Islam, tidak perlu takut untuk membaca-baca buku Islam. Allah juga telah memerintahkan kita untuk masuk ke dalam Islam secara Kaaffah (lihat QS: Al-Baqarah ayat 208).

Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah ada apa dibalik ini semua? Mengapa lagi-lagi Islam yang dituju, mengapa lagi-lagi menyudutkan Islam dengan tidak adil?

Mengapa selalu menarasikan Islam adalah sesuatu yang mengerikan. Pastilah ada kekuatan besar di balik ini semua, yang berusaha untuk mengacaukan keadaan kaum Muslimin, memecah belah, sekaligus menebar teror ketakutan.

Sadarlah wahai umat, sudah saatnya kita buka mata, buka telinga dan buka hati. Bukan lagi waktu yang tepat manakala kita berpikir dangkal dengan mudah menilai bahwa belajar Islam sempurna berarti radikal dan mengarah pada teroris.

Justru stigma negatif yang dialamatkan pada Islam itu yang membahayakan dan menimbulkan perpecahan. Musuh-musuh Islam tidak akan pernah membiarkan Umat memahami Islam secara kaffah dan menghimpun persatuan.

Untuk para pihak-pihak yang berusaha untuk memecah belah umat dengan memfitnah ajaran Islam, percayalah niscaya Kalian tidak akan berhasil. Karena sejatinya cahaya itu selalu ada dan akan menerangi sekalipun banyak pihak yang berusaha memadamkannya.*

Guru STP Khoiru Ummah Kranggan

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BNPTradikalradikalisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Viral Video Tari Ular Komunitas Waria, MUI Datangi Polres Mandailing Natal
Tulisan selanjutnya rahim sintetis Penggunaan Rahim Sintetis pada Manusia dan Kekacauan Nasab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?