Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Bayangkan Jika Negeri ini Diisi Orang-orang Shaleh Kalangan Santri…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2021 13:11 1:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Oktober 2021 13:11
Bagikan
pendidikan adab
[Ilustrasi] Santri di Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur.
Bagikan

Hidayatullah.com — KATA santri sudah sangat familiar di kalangan bangsa Indonesia. Begitupun negara lain meskipun secara bahasa berbeda namun substansinya tetap sama. Tak bisa dipungkiri sejarah masa lalu mencatat bahwa santri memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, hingga saat ini kata santri pun tetap harum dalam rangka menjaga kedaulatan Indonesia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata santri memiliki makna orang yang mendalami agama Islam, atau orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh.

Secara garis besar kegiatan santri memang mengacu pada dasar-dasar ilmu Islam, secara spesifik pendalaman-pendalaman ilmu khusus sebagai penunjang kegiatan pun diadakan. Hal ini dilakukan demi terwujudnya harapan dan cita-cita mulia yakni mengokohkan tiang bangsa dan melahirkan kader-kader tangguh.

Seseorang yang dibekali ilmu agama sedari kecil sangat berbeda dengan orang-orang lain pada umumnya. Anak-anak yang ditanamkan adab, norma, dan nilai-nilai agama akan sangat peka dengan lingkungan sekitar dan memahami kebutuhan sosial di sekitarnya. Minimal anak yang mengetahui ilmu agama akan tumbuh kesadaran untuk menilai baik atau buruknya sesuatu, dan hal itu dipraktikkan dalam bentuk tindakan, perilaku maupun ucapan.

Begitupun santri diajarkan demikian, selain ilmu agama yang menjadi prioritas utama tapi tidak menutup kemungkinan santri tersebut untuk mencapai cita-cita tertentu, maka tentu penunjang-penunjang lainnya diberikan untuk mengembangkan minat bakat dan potensi santri.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Jika ilmu agama yang dikejar maka dunia pun akan mengikut, tapi jika ilmu dunia yang dikejar belum tentu akhirat mengikut. Begitu banyak santri yang menjadi dokter, polisi, politisi, dan profesi lainnya yang sukses dengan manajemen Islam. Tentunya akan ada perbedaan antara dokter yang shaleh dengan dokter yang nakal. Polisi yang shaleh dengan polisi yang nakal. Politisi yang shaleh dengan politisi yang nakal. Semua akan berdampak dari apa yang dilakukannya.

Satu orang yang shaleh minimal bisa memberi warna sekitarnya apalagi banyak orang yang shaleh. Begitupun sebaliknya, satu orang yang nakal akan terasa kedzalimannya apalagi banyak tentu tatanan negara akan rusak. Hal ini sejalan dengan maqashid syariah atau tujuan-tujuan syariah.

Al-Syatibi dalam al-Muwafaqat Usul al-Syariah jilid 2 mengatakan bahwa tujuan utama Allah menetapkan syariat adalah demi terwujudnya kemaslahatan hidup manusia baik di dunia maupun di akhirat. Dalam mewujudkan hal tersebut, ada 5 pokok yang harus diwujudkan dan dipelihara yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.

Kelima pokok bahasan tersebut tentu ditanamkan pada diri santri dan implementasinya tentu tidak bisa diragukan lagi, sangat terasa di berbagai aspek baik sosial, budaya, ekonomi, politik, dan lainnya. Nah Inilah kontribusi santri dalam membangun peradaban bangsa.

Santri sebagai suatu komunitas memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi bangsa yang bermartabat. Bayangkan jika negeri ini diisi oleh orang-orang shaleh yang notabenenya adalah santri, tentu dunia akan aman, damai, tenteram. Tapi jika negeri ini penuh dengan orang yang dzalim tentu tinggal menunggu kehancuran.

Namun tak bisa dipungkiri juga masih banyak yang memiliki kecenderungan berbuat salah. Maka inilah tugas mulia santri dan ulama untuk bergerilya mengamalkan ilmu dan menebar manfaat untuk sesama, demi terwujudnya cita-cita bersama yakni membangun bangsa Indonesia yang bermartabat.*

  • Sarah Ummu Azlan/Santriwati di Bekasi
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari SantriHari Santri 2021santri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waketum MUI: Penanganan Covid-19 Harus Gabungkan Empiris dan Teologis
Tulisan selanjutnya Para Ulama Besar Sangat Tawadhu’ dan Saling Memuji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?