Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Menyoal Cara Kita Menangani Kemiskinan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Februari 2011 13:30 1:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2011 13:30
Bagikan
Bagikan

Oleh: Efri S Bahri, SE.Ak, M.Si

Dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,6 juta jiwa, berdasarkan data BPS saat ini 13,3 persen atau 31,6 juta orang tergolong miskin. Hal ini menunjukkan betapa tantangan bangsa ini kedepan semakin berat. Tantangan ini perlu dijawab dengan membuat grand desain untuk menjawab berbagai hambatan dalam penanganan kemiskinan. Dengan pola penanganan masalah kemiskinan saat ini yang melibatkan 19 Kementerian/ Lembaga perlu dilakukan evaluasi sejauh mana efektifitasnya

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai efektivitas anggaran negara dalam menurunkan angka kemiskinan pada 2005-2009 turun dibandingkan dengan periode yang sebelumnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan LIPI baru-baru ini, pada 2000-2004 setiap kenaikan 1 persen anggaran mampu menurunkan tingkat kemiskinan sekitar 0,4 persen sedangkan pada 2005-2009 kemampuan fiskal tersebut hanya 0,06 persen. Temuan LIPI tersebut didasarkan kepada kenaikan anggaran untuk pengentasan kemiskinan sebesar 394 persen dalam kurun waktu 2000-2009 dari sekitar Rp18 triliun menjadi sekitar Rp71 triliun. Adapun, tingkat kemiskinan berkurang dari 19,1 persen pada 2000 menjadi 14,2 persen pada 2009. Hal ini menjadi salah satu indikasi tidak efektifnya anggaran tersebut, walaupun setiap tahunnya meningkat.

Salah satu hal yang krusial dalam menyusun grand desain penanganan kemiskinan ini adalah terkait dengan data kemiskinan. Saat ini kita ketahui beberapa institusi memiliki standar yang berbeda dalam menentukan standar kemiskinan. Perbedaan di dalam menentukan standar kemiskinan akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam menyajikan jumlah total penduduk miskin. Menyikapi hal ini, diperlukan adanya penyamaan persepsi. Hal ini bisa saja dengan melahirkan regulasi baru dalam bentuk Undang-Undang. Sehingga data kemiskinan bisa menjadi riil. Dengan demikian berbagai program penanggulangan kemiskinan diharapkan bisa tepat sasaran.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Sesungguhnya bagi masyarakat yang terpenting adalah bagaimana hak-hal penduduk miskin bisa ditunaikan oleh negara. Sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 34 ayat 1 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Ketika negara menunaikan hak-hak penduduk miskin sebenarnya kita sedang merintis kemajuan dan kejayaan bangsa.

Pengalaman penanganan kemiskinan di Indonesia menunjukkan beragamnya pola penanganan kemiskinan. Pertama, pola top down. Pola seperti ini menganut pemusatan pada pengambil kebijakan. Masyarakat miskin dalam hal ini adalah sasaran program. Berbagai rumusan yang terkait penanganan kemiskinan disusun secara top down tanpa melibatkan masyarakat miskin.

Kedua, pola buttom-up. Pola seperti ini menerapkan partisipasi masyarakat miskin dalam penanganan kemiskinan mulai sejak perencanaan, pelaksaan, monitoring dan evaluasi. Artinya, masyarakat miskin terlibat pada setiap tahapan penanganan. Hal ini berangkat dari pemikiran bahwa pada dasarnya masyarakat miskin mempunyai potensi untuk bangkit dari keetrpurukan. Yang diperlukan untuk mengakat harkat dan martabat mereka adalalah peran motivator, fasilitator, mediator dan pendampingan.

Ketiga, bisa saja mengkombinasikan antara kedua pendekatan tadi. Karena ada hal-hal yang efektif secara top down dan ada yang efektif secara buttom-up. Kombinasi kedua pendekatan ini juga bisa menselaraskan pencapaian pengananan kemiskinan.

Penulis adalah dosen STEI SEBI dan Direktur Mitra Peduli Indonesia (MPI)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Libya Minta Malta Kembalikan Pesawat Tempur
Tulisan selanjutnya FPI Temui Mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?