Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya Minta Malta Kembalikan Pesawat Tempur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2011 13:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Malta gagal menjawab permintaan Libya untuk mengembalikan dua pesawat tempur yang mendarat di Bandara Luqa oleh pilot Libya yang membelot. Sebelumnya diberitakan , pilot dua pesawat itu menolak untuk mengebom demonstran. 

Dua pesawat tempur jenis  Mirage F1 buatan Prancis itu saat ini dalam pengawalan bersenjata di bandara di Kota Luqa, Malta. Kedua jet tempur berkursi tunggal itu mendarat di Malta pada Senin, 21 Februari lalu.

Pihak keamanan Libya dilaporkan telah membunuh 1000 orang selama terjadinya unjuk rasa pro demokrasi melawan pemerintahan dari penguasa berumur 68 tahun tersebut.

Pilot yang mengklaim sebagai kolonel tinggi  dari Okba bin Nafe dekat Tripoli, meminta suaka politik, dan pemerintah sedang mempertimbangkan permintaan mereka, ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Malta, Kamis.

Kedua pilot mengatakan mereka membelot setelah menerima perintah untuk mengebom pengunjuk rasa di kubu oposisi di Benghazi, kota terbesar kedua Libya dan tempat terjadinya revolusi sejak 16 Februari, lapor Times of Malta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Awal minggu ini pilot pesawat tempur lain menolak perintah mengebom Benghazi dan meninggalkan pesawatnya setelah ia dan co-pilotnya dikeluarkan, ujar laporan tersebut. 
Malta merupakan negara Eropa terdekat ke Libya, yang hanya dipisahkan oleh jarak sekitar 350 kilometer (210 mil).

Sementara itu, dua pesawat Irlandia Air Corp yang dikerahkan untuk mengevakuasi warga Irlandia dari peristiwa revolusi Libya telah mendarat di bandara Valleta di Malta setelah di paksa keluar Tripoli tanpa penumpang satupun.

Sebagaimana dilaporkan koresponden hidayatullah.com dari Tripoli, Benghazi adalah ibukota Libya sebelum Qadhafi berkuasa. Di kota itulah pusat pengikut raja Idris yang dulu dikudeta Qadhafi tahun 1969.  Sudah sejak lama sebagian penduduk Benghazi ingin memisahkan diri dari pemerintahan Qadhafi. Momen ‘tsunami’ politik di Timur Tengah,  rupanya dimanfaatkan oleh para oposan ini. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Guru AS Bakal Dipecat, Sekolah Ditutup
Tulisan selanjutnya Menyoal Cara Kita Menangani Kemiskinan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?