RENCANANYA, acara puncak Miss World 2013digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor-Jabar pada 28 September 2013. Pantia acara, RCTI dan perwakilan Miss Indonesiasudah berkeliling untuk mengadakan pendekatan berbagai pihak. Termasuk Kamis (04/04/2013) lalu yang mendatangi Gubernur Jawa Barat untuk membahas acara tersebut.
Namun dikutip Islamedia, Selasa (09/04/2013), Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjelaskan bahwa yang akan diadakan di Bogor adalah puncak acaranya saja, bukan keseluruhan acara Miss World 2013. Itupun perijinannya tidak berkaitan langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, semua urusan administrasi ditangani oleh tingkat pusat. Panitia Miss World 2013 yang bertamu kepada Ahmad Heryawan, kontes ini tidak ada penampilan bikini dan menjamin bahwa pertunjukan yang akan disiarkan langsung ke seluruh Indonesia itu akan berlangsung sopan.
Ahmad Heryawan juga menyarankan agar pertunjukan diisi dengan penampilan kebaya sebagai pakaian nasional yang lebih sopan. “Urusan kebaya, mereka hanya senyum saja,” jelas Ahmad Heryawan kepada Islamedia.
Diminta Berbangga?
Miss World adalah kontes kecantikan internasional yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951 dan pertama kali diadakan di Inggris. Pertama kali diadakan sebagai kontes bikini, tetapi kemudian oleh media disebut-sebut sebagai Miss World. Setelah kematiannya pada tahun 2000, Istri Morley, Julia Morley, menggantikannya sebagai ketua.
Pemenang menghabiskan waktu setahun berkeliling dunia sebagai wakil dari Miss World Organization dan berbagai acaranya. Secara kebiasaan, Miss World tinggal di London selama masa baktinya. Miss World dimulai sebagai Festival kontes bikini, untuk menghormati pakaian renang yang baru diperkenalkan pada saat itu, tetapi disebut “Miss World” oleh media. Ini pada awalnya direncanakan sebagai acara one-off. Setelah belajar tentang kontes Miss Universe yang akan datang, Morley memutuskan untuk membuat kontes acara tahunan.
Pada 1980-an, kontes ini mereposisi dirinya dengan Slogan Beauty With a Purpose (Kecantikan Dengan Tujuan), dengan tes tambahan intelijen dan tes kepribadian. Namun, kompetisi telah dilihat sebagai sesuatu yang kuno. Ia selama tahun 80-an bahwa perusahaan itu dimiliki oleh Transworld Communication, meskipun untuk waktu yang singkat. Meskipun memiliki daya tarik global, acara itu tidak disiarkan pada jaringan TV besar terestrial Inggris selama beberapa tahun, sampai Channel 5 menayangkannya pada tahun 1998.
Sebelum acara kontes pada tahun sebelum final secara global, delegasi masing-masing harus memenangkan gelar nasional di negaranya atau Miss khusus ditunjuk sebagai pemegang lisensi Miss World setempat. Pendahuluan nasional Miss World adalah dilakukan oleh pemegang lisensi mereka, yang memegang franchise untuk menggunakan “Miss World” nama di negara mereka. Final tahunan biasanya acara selama satu bulan, dengan beberapa gala awal, makan malam, pertemuan dan kegiatan, yang berpuncak pada sebuah acara siaran global terakhir di mana peserta menjadi antara 15-20 delegasi.
Yang menarik, dalam laman resminya, panitia bahkan meminta Indonesia berbangga karena perhelatan Miss World tahun ini merupakan kali pertama diadakan di Asia Tenggara.
Penolakan
Namun sayang, sejumlah kalangan Ormas Islam mulai mengadakan penolakan perhelatan ini. Umat Islam Bogor yang terdiri dari para ulama, para umara, para aktivis dakwah dari berbagai Ormas dan lembaga Islam dengan tegas menyatakan penolakannya atas rencana digelarnya Miss World 2013. Para pimpinan ormas Islam itu dalam pernyataan sikapnya, meminta kepada pihak pemerintah, melalui Walikota Bogor, Bupati Bogor, Kapolres Bogor, Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, maupun instansi lainnya agar tidak mengijinkan acara Miss World tersebut.
Dalam acara milad ke 13 Keluarga Muslim Bogor (KMB), Sabtu (06/04/13), sejumlah elemen Islam di antaranya MUI Kota Bogor, FKUB, ormas Muhammadiyah, NU, Persis, Aisyiah, HASMI, HTI, Fos Armi, Garis, BSMI, FUI, PPI, dan dari kalangan partai seperti PAN, PPP, PBB, serta elemen umat Islam lainnya. Mereka sepakat menandatangani pernyataan menolak gelaran yang akan disaksikan publik dunia itu.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional yang juga aktif di PP Muhammadiyah, KH. Muhyiddin Junaedi justru menolak dengan tegas ajang pamer aurat tersebut.
Kepentingan Bisnis
Banyak kalangan menyesalkan mengapa acara seperti ini yang sudah tiap kali ditolak dan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat tetap saja nekad dilakukan.
Menarik sekali jawaban Ketua MUI Jawa Timur, KH. Abdusshomad Buchori kepada hidayatullah.com, Senin (15/04/2013) tentang alasan penyelenggara yang sering mengatakan, kegiatan seperti ini adalah promosi budaya dan wisata.
“Untuk mengharumkan nama bangsa dan promosi wisata dalam kontes tersebut merupakan alasan yang tidak tepat dan sangat dipaksakan, masih banyak cara lain yang lebih terhormat dan bermartabat untuk mengharumkan nama bangsa dan promosi wisata dengan cara yang sejalan dengan falsafah pancasila dan UUD ’45, serta kultur masayarakat Indonesia dengan tidak merendahkan martabat perempuan,” demikian jawaban MUI saat menolak beraudiensi dengan pihak RCTI. [baca: MUI Jatim Tolak Audiensi dengan RCTI soal Miss World 2013]
Yang tidak kalah aneh, tidak ada satupun LSM perempuan demo atau protes ketika sebuah kontes, di mana para wanita diminta tampil menarik berlenggak-lenggok di hadapan banyak mata pria bukan muhrim. Juga di hadapan kamera di hadapan jutaan orang.
Tujuan ada kepentingan bisnis terlihat jelas ketika jawaban Liliana Tanoesoedibjo, Chairwoman Miss Indonesia Organization. lebih dari 100 negara telah memiliki hak siar untuk acara final.
“Acara Miss World sangat luar biasa, yang mana akan disiarkan ke 140 negara. Jadi, ada negara-negara yang tidak mengirimkan wakil, tetap akan menyiarkannya,” tutur Liliana Tanoesoedibjo dikutip situs resmi missindonesia.co.id.
Sementara untuk di Indonesia sendiri, Liliana menuturkan hak siar sepenuhnya akan menjadi milik MNC Group. “Untuk di Indonesia, MNC Group yang akan memegang hak siarnya,” tutur . stri pemilik MNC Group Harry Tanoesoedibjo yang juga Ketua Yayasan Miss Indonesia.
Islam menempatkan perempuan pada posisi mulia, sebagai kehormatan sebuah keluarga bahkan sebuah bangsa. Karenanya perempuan dihormati, bukan dieksploitasi. Tidak ada tempat bagi mereka yang ingin menempatkan perempuan sebagai daya tarik sebuah produk, atau memuaskan nafsunya dengan menonton perempuan berlenggak lenggok memamerkan auratnya, dan tidak akan dibiarkan bila ada perempuan yang ingin mempertontonkan auratnya.
Nilai seorang perempuan ditentukan oleh ketakwaan dan sumbangsihnya bagi kebaikan dan perbaikan masyarakat. Karenanya perempuan yang mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’aala bukanlah yang paling proporsional ukuran fisiknya, tapi dia yang alim/berilmu, juga yang berdedikasi menyumbangkan waktu, ilmu, dan hartanya untuk kepentingan dakwah Islam.
Wahai kaum muslimin, sadarlah! Saat ini Barat tengah menjerumuskan kita untuk kepentingan mereka…! Wallahu A’lam Bis-Shawaab!
Penulis adalah ibu rumah tangga