Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Saatnya memahami Islam dan Muslim Amerikaagar membedakan antara agama Islam dan perbuatan sekelompok Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2011 07:05 7:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2011 07:05
Bagikan
Bagikan

oleh: John L. Esposito dan Sheila B. Lalwani

MUSLIM Amerika perlu mendapat sebuah kesempatan. Ada sebanyak enam hingga delapan juta Muslim yang tinggal di Amerika Serikat dan mengabdi kepada negara ini sebagai dokter, insinyur, seniman, aktor dan profesional, tapi selama satu dasawarsa banyak yang merasa diri mereka dan agama mereka secara keliru dipersamakan dengan tindakan-tindakan teroris seperti Osama bin Laden. Banyak yang telah menjadi korban ketakutan, kecurigaan dan prasangka, aksi hajar Muslim, pengawasan tidak berdasar hukum, serta pencarian, penangkapan dan pemenjaraan ilegal.

Upaya-upaya untuk membangun pusat kajian Islam dan masjid di New York, Wisconsin, Kentucky dan Tennessee telah dipersamakan dengan pembangunan monumen-monumen terorisme. Para tokoh dan politisi terkenal – termasuk Bill O’Reilly, Sarah Palin, anggota Kongres Peter King dan Newt Gingrich – secara terbuka menyudutkan Muslim dan mendorong kecurigaan sosial tidak berdasar terhadap mereka. Hasilnya adalah meningkatnya sikap anti-Islam dan anti-Muslim, yang bisa disaksikan dalam histeria yang memunculkan sebuah gerakan di sekitar 20 negara bagian Amerika untuk melarang syariat Islam.

Berbagai perubahan bersejarah akhir-akhir ini, kematian Usamah bin Ladin dan “Musim Semi Arab”, memberi sebuah peluang untuk membenahi bias anti-Islam dan anti-Muslim (Islamofobia) dan untuk menegaskan kembali bahwa orang-orang Amerika Muslim, sama seperti orang Amerika lainnya, menginginkan Amerika yang aman dan demokratis. Di samping fakta bahwa orang Amerika Muslim telah selama bertahun-tahun harus menjelaskan kalau mereka – ataupun agama mereka – mendukung terorisme.

Berbagai jajak pendapat utama telah secara konsisten menunjukkan bahwa opini masyarakat Amerika tentang Islam tengah turun drastis. Kehebohan seputar rencana pembangunan pusat keislaman (Park 51) di New York City mempertebal kebencian terhadap Islam dan Muslim.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Menurut Pew Forum on Religion & Public Life, minoritas-besar mengatakan mereka tidak tahu apa pun yang positif tentang Islam. Dalam sebuah penelitian, 38 persen orang Amerika punya pandangan buruk tentang Islam, dibandingkan 30 persen yang punya pandangan positif. Penelitian lain yang dilakukan oleh The Washington Post menemukan bahwa citra buruk tentang Islam merambat naik hingga 49 persen di kalangan orang Amerika.

Ketakutan dan kebencian ini telah dikukuhkan oleh ketidaktahuan mendasar publik Amerika dan kesalahpahaman tentang Islam: survei Pew Forum pada September 2010 tentang literasi agama mendapati bahwa hanya sekitar separo orang Amerika tahu kalau al-Qur’an adalah kitab suci Islam.

Ditemukan pula bahwa kurang dari sepertiga orang Amerika tahu kalau sebagian besar orang Indonesia – negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia – adalah Muslim. Yang banyak orang tahu dan takuti adalah stereotipe berdasarkan informasi yang keliru.

Muslim Amerika arus utama telah terlampau sering dipersamakan secara keliru dengan para teroris dan orang-orang yang menolak demokrasi. Muslim Amerika sangat mengharapkan kebebasan-kebebasan yang dijamin oleh Konstitusi AS sama seperti warga lainnya, dan sebagaimana dilaporkan Jajak Pendapat Dunia Gallup di 35 negara Muslim, seperti semua orang Amerika, mayoritas Muslim di dunia menginginkan demokrasi dan kebebasan serta mengkhawatirkan dan menolak ekstremisme agama dan terorisme.

Kegagalan untuk mengenali dan mengapresiasi fakta-fakta ini terus memupuk Islamofobia di Amerika yang mengancam keselamatan, keamanan dan kemerdekaan sipil banyak Muslim Amerika meskipun faktanya, seperti ditunjukkan oleh jajak pendapat Gallup maupun Pew, mereka terintegrasi secara pendidikan, ekonomi dan politik sama seperti orang Amerika lainnya.

Saatnya untuk mengingat dan menindaklanjuti kata-kata Presiden George W. Bush yang menyeru semua orang Amerika agar membedakan antara agama Islam dan perbuatan sekelompok Muslim yang melakukan aksi terorisme.

Saatnya untuk menutup telinga dari para penceramah dan politisi yang mengobarkan kebencian, dan lebih memahami orang-orang Amerika yang Muslim.

###

John L. Esposito, penulis The Future of Islam, ialah Direktur Pendiri Center for Muslim-Christian Understanding di Georgetown University. Sheila B. Lalwani ialah seorang peneliti di pusat kajian tersebut. Artikel diambil dari Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RS Indonesia di Gaza Butuh Rp30 Miliar
Tulisan selanjutnya Membantai Ratusan Ribu Muslim, Berdalih Membela Rakyat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?