Hidayatullah.com—Foto seorang pria Yahudi Orthodoks yang duduk dalam pesawat dalam keadaan seluruh tubuhnya dibungkus plastik menyedot perhatian banyak orang di dunia maya beberapa waktu belakangan.
Menurut sebagian media, pria Yahudi yang tidak diketahui identitasnya itu sengaja melakukannya untuk memisahkan diri dari wanita. Sebagaimana dikabarkan, maskapai penerbangan Israel El Al mendapat banyak permintaan dari penumpang pria Yahudi Orthodoks yang menuntut disediakan termpat terpisah dari penumpang wanita. Pasalnya, menurut ajaran Yahudi laki-laki dan perempuan dilarang bercampur-baur di satu tempat.
Sementara media lainnya mengatakan, pria itu kemungkinan seorang Cohen (Kohein), yaitu keturunan Aharon pemuka agama Yahudi yang dianggap agung oleh bangsa Israel zaman dahulu.
Aharon, Aaron atau Harun, menurut ajaran Islam adalah Nabi Harun alaihis salam.
“Menurut Yudaisme Orthodoks, keturunan pendeta agung Aharon disuruh menjauhi kontak dengan orang mati, termasuk dilarang mengunjungi makam-makam kecuali untuk upacara penguburan 7 orang anggota keluarga terdekat,” kata seorang rabi Yahudi kepada situs Your Jewish News (12/4/2013).
Tindakan “aneh” pria Yahudi itu dilakukan untuk menjaga kesucian dirinya sebagai keturunan Aharon.
Tidak diketahui kapan dan di dalam pesawat maskapai apa gambar tersebut diambil. Namun diduga foto diambil dari dalam pesawat El Al yang berangkat dari Tel Aviv. Bandara Ben Gurion berada di kota Tel Aviv, yang dikelilingi oleh pemakaman. Selain itu, jalur penerbangan kemungkinan besar akan melewati suatu kawasan pemakaman, yang dilarang dilalui para Cohen.
Dugaan pria Yahudi itu sebagai Cohen bisa terlihat dari seorang pria yang duduk di sisi kirinya. Meskipun mengenakan pakaian hitam khas pria Yahudi berikut topi kippa, dia tidak membungkus tubuhnya dengan plastik.
Insiden semacam itu kerap dialami maskapai penerbangan El Al, sehingga bukan menjadi perkara asing meskipun terlihat aneh bagi kebanyakan orang.
Seperti laporan Haaretz pada 6 April 2008 misalnya, para penumpang Yahudi Orthodoks yang naik pesawat El Al menuju Kiev, Ukraina, menimbulkan keributan, karena di dalam pesawat akan ditayangkan film.
Para pria Heredi (kelompok paling konservatif dari Yahudi Orthodoks) yang akan pergi ke Uman untuk mengunjungi makam rabi Nachman dari Bratslav itu mengatakan bahwa pihak maskapai sudah berjanji tidak akan menyangkan film selama perjalanan mereka menuju tempat suci Yahudi tersebut.
Seorang saksi penumpang lain menceritakan, para pria Heredi itu berteriak-teriak dan secara fisik berusaha keras mencegah layar film dibentangkan.
“Pemandangannya cukup menakutkan ketika itu,” kata para saksi.
Tahun 2002, kata Haaretz, pernah terjadi di mana pilot El Al dipaksa kembali ke Bandara Ben Gurion saat perjalanan dari Israel menuju Inggris, guna menurunkan seorang Cohen yang membungkus dirinya dengan plastik karena khawatir pesawat melintasi pemakaman sehingga kesucian dirinya ternoda.
Rabi Yosef Shalom Eliasiv, pemimpin komunitas Heredi Lithuania di Israel pernah mengeluarkan aturan halakha (semacam lembaga fatwa dalam Islam) yang menyebutkan bahwa Cohen tidak boleh naik pesawat sebab mereka dilarang melintas di atas pemakaman. Namun kemudian Eliasiv mencari solusi atas kendala itu, dengan mengeluarkan aturan yang membolehkan Cohen naik pesawat, tetapi saat melintasi pemakaman tubuhnya dibungkus dengan plastik.*