Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Pemboman AS di Iraq untuk Kepentingan Perusahaan Minyaknya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2014 16:58 4:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Agustus 2014 12:42
Bagikan
Ganti Rugi Kebakaran Kilang
Salah satu ladang minyak di Arbil, Kurdistan-Iraq.
Bagikan

Oleh Brandon Turbeville

HANYA sehari setelah pengumuman Obama bahwa ia mengesahkan melakukan “serangan terarah” di Iraq untuk memerangi aktivitas Negara Islam (IS/ISIS), Amerika Serikat akhirnya betul-betul menindaklanjuti ancaman mereka.

Setidaknya dua gelombang (sampai saat ini telah lebih empat gelombang, Red) serangan udara dilakukan terhadap berbagai sasaran di Iraq.  Salah satu serangan udara telah menghantam posisi mortir dan konvoi IS dekat Erbil.

Pejuang IS sedang berada dalam jarak setengah jam dari Erbil, ibukota wilayah Kurdi, Iraq. Menurut juru bicara Pentagon, dua FA-18 yang lepas landas dari satu kapal induk di Teluk terlibat dalam serangan udara tersebut.

Obama menyatakan bahwa serangan itu diperlukan untuk mencegah genosida, dan melindungi orang Kristen dan agama minoritas lainnya yang berada dalam bahaya, dan untuk menghentikan langkah maju IS. Serangan udara ini merupakan yang pertama dilakukan di Iraq oleh Amerika Serikat sejak tahun 2011.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Ada yang perlu dicatat terkait pengeboman dan yang mendorong aksi militer Amerika sekarang, setelah membiarkan ISIS –yang seluruhnya didanai, diarahkan, dibuat, dan dipersenjatai oleh Barat, terutama Amerika– adalah untuk ‘menguasai’ lebih luas lagi wilayah di Iraq.

Mengapa bom sekarang dilakukan di Iraq? Dan mengapa bom dilakukan di sekitar Erbil?

Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada fakta sederhana bahwa daerah sekitar Erbil –wilayah Kurdi, Iraq– merupakan “poros perusahaan-perusahaan minyak AS”.

Sesungguhnya Erbil, kota dengan 1,5 juta orang penduduk, merupakan pusat administrasi industri minyak di daerah Kurdi. Seperempat produksi minyak Iraq secara nasional berasal dari wilayah ini.

Cadangan minyak di wilayah ini begitu besar. Kurdi sering mengklaim, jika mereka memutuskan memisahkan dari Iraq dan membangun negara sendiri, negara baru ini akan menjadi produsen minyak terbesar kesembilan di dunia.

John B. Judis menulis untuk New Republic:

Jika Negara Islam yang mengambil alih Erbil, mereka akan membahayakan produksi minyak Iraq, dan selanjutnya membahayakan akses global terhadap minyak. Harga akan segera melonjak,  pada saat Eropa yang membeli minyak dari Iraq masih belum lolos dari resesi global. Harga minyak pun telah meningkat saat menghadapi Negara Islam ke Erbil, dan pada hari Kamis (7/8/2014) perusahaan minyak Amerika Chevron dan Exxon Mobile mulai mengevakuasi personil mereka dari Kurdistan.

Para pedagang minyak yakin intervensi yang dilakukan Amerika bisa menghentikan langkah IS. “Sebenarnya serangan udara yang dilakukan AS lebih memburukan daripada menimbulkan kebaikan untuk minyak, dalam hal menghentikan IS dan memperkuat stabilitas di Iraq selatan dan di Kurdistan,” kata Oliver Jakob, analis minyak Swiss, kepada Reuters.

Ancaman terhadap fasilitas produksi minyak yang ditimbulkan oleh IS juga dilaporkan sejumlah media lain selain New Republic dan Wall Street Journal.

Bukan hanya perusahaan-perusahaan Amerika, kekhawatiran tentang kemampuan melanjutkan produksi juga dialami negara Barat lain. Perusahaan minyak Inggris mulai mengevakuasi personil juga.

Nigel Wilson menulis di International Business Times:

Perusahaan minyak yang terdaftar di London telah menarik pekerja dari Kurdistan, Iraq, saat pasukan keamanan bertempur dengan pejuang dari Negara Islam di wilayah semi-otonom.

Genel Energy mengatakan, pihaknya menarik staf dari ladang yang belum mulai berproduksi, namun menegaskan ladangnya di Taq Taq dan Tawke masih aman.

“Kami tetap yakin akan kemampuan pemerintah daerah Kurdistan mempertahankan integritas wilayah KRI dan infrastruktur minyak,” katanya dalam satu pernyataan.

“Sejalan dengan gerakan oleh operator lain, kita mengambil langkah bijaksana dan mencegah penarikan personil non-esensial dari aset non-produksi kami di wilayah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Afren mengatakan, telah menghentikan operasi di ladang Barda Rash.

“Bekerja dengan penasihat keamanan lokal kami, Afren sedang melaksanakan penarikan bertahap personil bidang non-esensial dari ladang Barda Rash,” katanya dalam pernyataan. “Diharapkan kami kembali ke ladang operasi segera setelah keamanan tercapai.”

Dengan informasi ini dalam pikiran kita, menjadi lebih jelas mengapa Amerika Serikat mendanai IS membangun kekuasaan dan kemudian melakukan kampanye pemboman terhadap mereka segera sesudahnya.

Faktanya bahwa al-Qaidah, IS, dan organisasi lainnya, terkait dengan ‘pasukan’ CIA di Arab. Mereka digunakan untuk melemahkan dan menggulingkan pemerintah serta bertindak sebagai ‘momok’ untuk menakuti-nakuti penduduk dan mengorbankan kebebasan sipil dan hak-hak Konstitusi, untuk membangun persepsi keamanan yang rusak.

Tetapi ketika ‘pasukan bentukan” ini mulai membahayakan produksi minyak atau proyek lain dari oligarki dunia, mereka pun dieliminasi dan ancaman mereka dinetralkan.

Jika orang-orang Amerika memahami fakta ini, terkait ‘alat utama’ yang digunakan oleh oligarki dunia untuk meneror penduduk setempat dan sebagian wilayah dunia, sebaiknya menarik tangan mereka dalam urusan ini.*/Tulisan ini dimuat di Global Research.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kawal ABG Kita dengan Doa
Tulisan selanjutnya muhammad nama bayi Setelah Lahir Otak Bayi Berkembang Cepat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?