Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Bagaimana Erdogan Membangun Turki dan Menumbangkan Sekulerisme? [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juli 2015 10:09 10:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2015 10:06
Bagikan
Recep Tayyip Erdogan.
Bagikan

Oleh: Teuku Zulkhairi, MA
Lanjutan artikel PERTAMA

PADA saat yang bersamaan, Erdogan telah memberi harapan baru, bukan hanya bagi umat Islam di Turki namun juga bagi umat Islam sedunia. Di dalam negeri, Erdogan telah memberi kebebasan bagi umat Islam untuk menggeliatkan syi’ar Islam.

Sebagai contoh, Muslimah Turki kini semakin bebas menggunakan pakaian Muslimah setelah sebelumnya dilarang sistem sekuler negara tersebut. Lembaga Pendidikan Islam seperti Madrasah Imam Hatip (seperti dayah di Aceh atau Pesantren di pulau Jawa) semakin menjamur dengan siswa-siswinya yang membludak.

Bahkan, awal bulan Juni lalu, Turki juga telah mendirikan bank anti-praktek riba (baca: bank syari’ah), meskipun tidak secara eksplisit dinamakan sebagai bank syari’ah. Tentu saja, ini merupakan upaya-upaya lanjutan Turki dalam melawan sistem kapitalisme yang telah sekian lama menjajah umat Islam.

Saat ini, Turki juga kian eksis dalam kencah perpolitikan dunia. Negara dua benua ini telah tampil sebagai pemain utama dalam isu-isu yang berkaitan dengan umat Islam dunia. Turki hadir membantu umat Islam di Somalia dan di Crimea. Turki membantu mendamaikan Syprus. Turki membantu rekonstruksi Gaza-Palestina, setelah dihancurkan Israel. Turki juga hadir di berbagai negara dunia ketiga lainnya.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina
Penulis bersama rekan dari Aceh dan Ukraina di depan Makam Sultan Muhammad Alfatih.
Penulis bersama rekan dari Aceh dan Ukraina di depan Makam Sultan Muhammad Alfatih.

 

Bahkan, yang tidak mungkin kita lupakan, Turki juga eksis membantu Aceh saat musibah tsunami memporak-porandakan Aceh 10 tahun yang lalu. Alhasil, Turki di bawah kepemimpinan Erdogan dan AKParti betul-betul telah membawa harapan baru bagi dunia Islam, seperti peran yang pernah dilakukan Turki di masa Turki Usmani masa silam. Maka tidak heran jika banyak pihak menyebut bahwa kebangkitan Turki di bawah AKParti dan Erdogan adalah kebangkitan Islam.

Kunci Erdogan bangun Turki

Lalu apa kunci Erdogan menaklukkan sekulerisme di Turki yang telah berjalan hampir satu abad? Dalam perjalanannya, Erdogan paham betul persoalan mendasar Turki lama. Itu sebab, dalam geraknya setelah 12 tahun lalu ia dan partainya menjadi penguasa Turki, Erdogan langsung “memotong” urat nadi “Tuan-Tuan Istanbul” yang menjalankan praktek riba dan kapitalisme di tengah-tengah penderitaan bangsa Turki.

Kapitalisme sesuai dengan prinsipnya memang selalu menjajah dan memenjarakan manusia, dan kapitalisme ini mengambil manfaat sangat besar dari sistem sekuler di negara Turki.

Mengapa disebut mengambil manfaat, karena mereka tidak akan bisa menjalankan praktek kapitalisasi tanpa paham sekuler. Sekuler membenci kehadiran agama dalam negara, sementara Islam adalah sistem yang menentang kapitalisme, maupun juga sekulerisme.

Itu sebab, suatu ketika dalam rekaman yang masih bisa kita saksikan di Youtube, Erdogan mengatakan: “Jangan mengaku Muslim jika pada saat yang sama anda mengaku sebagai sekuler”. Atau ungkapannya yang lain, “Sekulerisme telah gagal membangun Turki, dan kami akan segera menggantikannya”.

Kembali ke kunci Erdogan membangun Turki, setelah Erdogan berhasil “memotong” urat nadi Tuan-Tuan Istanbul ini, aliran kekayaan bangsa Turki, dari sebelumnya mengalir ke tuan-tuan Istanbul ini, akhirnya bisa diarahkan ke pembangunan infrastruktur Turki, pendidikan, dan sebagainya. Maka saat ini kita bisa menyaksikan Turki baru yang modern di segala bidang.

Lebih dari itu, kini Turki juga mampu membantu negara-negara lain, sampai ke Indonesia. Lihatlah NGO terbesar Turki seperti IHH, mereka hadir hampir di setiap negara untuk membantu masyarakatnya.

Maka tidak salah, jika kita simpulkan, kebangkitan Turki adalah karena negara tersebut telah meninggalkan sistem sekuler dalam membangun negara secara diam-diam. Apalagi, tepat pada 30 Mei lalu, untuk kali pertama dalam sejarah Turki merayakan 562 tahun kejatuhan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Alfatih.

Semoga peringatan kejatuhan Konstantinopel ini menandakan bahwa Turki akan kembali berperan secara maksimal sebagai “ayah” bagi dunia Islam. Amiin. Wallahu a’lam bishsawab.*

Penulis adalah alumnus Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AKPartiErdogansekulerismeTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawan Rusia Tolak Pengusiran Paksa Freedom Flotilla 3
Tulisan selanjutnya Mau Anak Shalih? Orangtua Harus Shalih Dulu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?