Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Nusron Wahid, Penafsiran dan Logika Aneh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2016 13:31 1:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2016 09:00
Bagikan
Nusron Wahid
Bagikan

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

 

SIAPAPUN yang menyaksikan Indonesia Lawyer Club (ILC) pada Selasa malam (11/10/2016) akan banyak mengambil pelajaran dan kesimpulan. Dan kesimpulan yang saya sambil sebagai salah satu pemirsa malam itu adalah: ada yang aneh di sana.

Keanehan itu ada pada salah satu narasumber, yaitu Nusron Wahid yang selama ini memang dikenal kontraversial. Kali ini pun dia bersikap aneh, terutama bagi orang yang jeli membaca arah pembicaraannya. Diantara keanehan itu adalah sebagai berikut.

Pertama, seputar penafsiran Al-Quran. Dalam hal ini tentu Al-Quran, karena konteksnya adalah polemaik yang dilontarkan Ahok tentang Qs.5:51. Dimana isinya adalah larangan untuk memilih pemimpin kafir, baik Yahudi maupun Kristen. Dan menurut Nusron, dengan suara lantang dan berapi-api, yang paham tentang maksud di balik teks adalah pembuat teks itu sendiri. Jika itu firman Allah maka yang paham dan mengerti tentang Al-Quran adalah Allah sendiri.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Bahkan, menurutnya bukan MUI, bukan pula Fadli Zon, bahkan bukan Nusron. Tapi dia sok tahu ketika mengatakan “hanya Allah yang tahu”. Seolah-olah dia tahu bahwa yang tahu makna dan paham maksudnya adalah Allah saja. Dari mana dia tahu kalau hanya Allah yang tahu? Bukankah Al-Quran sejak awal untuk hudan lin-nas (petunjuk bagi seluruh manusia, Qs. 2: 185) dan hudan lil-muttaqin (Qs. 2: 2).

Kemudian dia mengutip ayat Allah yang berbunyi al-haqqa min rabbika (Qs. 2: 147) yang sebenarnya pun di sini dia “sok tahu” tentang maksud dan maknanya. Padahal ayat ini jelas, kebenaran itu sudah turun dari Allah, maka jangan ragu. Kalau kebenaran tidak diturunkan, berarti bohong semua ajaran agama ini. Karena perintah shalat, perintah haji, perintah zakat, perintah puasa, termasuk perintah memilih pemimpin tidak ada yang tahu maksud dan tujuannya. Padahal dalam shalat Rasulullah Saw. sudah katakan dengan jelas, “shallu kama ra’aitumuni ushalli” (shalatlah kalian sebagaimana kalian saksikan aku shalat, HR. al-Bukhari). Tentang Haji Rasul saw. bilang, “khudzu ‘anni manasikakum” (ikutilah manasik haji dari aku, HR. al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra). Begitu juga dalam zakat, puasa dan yang lainnya.

Intinya, ada yang dapat menjelaskan maksud firman Allah Subhanahu Wata’ala. yang ada dalam Al-Quran. Dan setelah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. yang dapat menjelaskan Al-Quran adalah para Sahabat. Kemudian para Tabi’in hingga ulama’ mujtahidin sampai hari ini. Bahkan ulama sepakat metode terbaik menafsirkan Al-Quran adalah: Al-Quran dengan Al-Quran, Al-Quran dengan hadits, Al-Quran dengan pendapat Sahabat, dan Al-Quran dengan pendapat Tabi’in. (Lihat, Imam Ibn Taimiyyah (661-728 H), Muqaddimah fi Ushul al-Tafsir, tahqiq: Dr. ‘Adnan Zarzur (Kuwait: Dar al-Qur’an, 1392 H/1972 M), 92-103. Lihat juga, Imam Ibn Katsir (w. 774 H), Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim (Kairo: Dar Ibn al-Haitsam, 1426 H/2005 M), 1/4-5).

Bahkan seorang Tabi’in yang mulia, Abu ‘Abdirrahman as-Sulami menyatakan, “Orang-orang yang dahulu mengajarkan Al-Quran kepada kami, seperti ‘Utsman ibn ‘Affan dan  ‘Abdullah ibn Mas’ud, dan yang lainnya menyatakan bahwa jika mereka mempelajari sepuluh ayat dari Al-Quran mereka tidak mau melewatinya (pindah ke ayat lain) sampai benar-benar menguasai kandungannya dengan baik, yaitu: ilmu dan amal. Mereka berkata, ‘Kami pelajari Al-Quran, ilmunya, dan amalnya sekaligus.” Itu sebabnya mereka bisa memakan waktu yang lama hanya menghafal satu surah Al-Quran.” (Lihat, Imam Ibn Taimiyyah, Muqaddimah fi Ushul at-Tafsir, 35-36. Lihat, Imam Ibn Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 1/5).

Oleh karea itu, jika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam tidak menjelaskan makna-makna dan maksud ayat Al-Quran, maka Firman Allah dalam Qs. An-Nahl [16]: 44 menjadi ‘batal’ dan tak ada fungsinya apa-apa dalam Al-Quran. Karena Allah menyatakan bahwa beliau harus menjelaskan Al-Quran kepada manusia. Selain itu, maka sabda Nabi Saw. yang berbunyi al-‘ulama’ waratsatul anbiya’ (para ulama adalah pewaris para nabi, HR. Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibn Majah) juga tidak bermanfaat sema sekali.

Komentari Ulama, Politisi Golkar Dikecam dengan #JanganHinaMUI

Di sini sangat kelihatan bahwa Nusron ingin merusak konsep otoritas keilmuan dalam Islam. Dengan mengatakan tidak ada yang paham akan teks – terutama Al-Quran – sejatinya dia ingin menggugurkan otoritas ulama’. Dan ini bukti adanya loss of adab (hilangnya) adab dalam diri seorang Nusron. Apalagi dalam tradisi NU sangat kental penghormatan kepada para kyai. Di sini Nusron sangat tidak hati-hati, ceroboh, dan kesannya begitu arogan.

Dan, terkaitan masalah kebenaran, karena kebenaran itu sudah diturunkan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya, manusia dipersilahkan memilih: memilih iman atau kufur (Qs. 18: 29). Kalau kebenaran itu belum turun dan tidak diturunkan bersama ajaran nabi-nabi, untuk apa manusia disuruh menentukan sikap: mau jadi kafir atau mukmin?

Kedua, membela Ahok.

Dari poin pertama sebelumnya, dapat dipahamai sejatinya Nusron mau mengatakan apa. Intinya dia ingin katakan kepada semua yang hadir di ILC dan yang menyaksikannya bahwa Ahok tidak bermasalah. Karena menurutnya tidak ada yang paling berhak menafsirkan pernyataan Ahok. Yang tahu apa tujuan dan maksud perkataan Ahok mengenani Firman Allah dalam Qs. 5: 51 adalah Ahok sendiri. Tapi kok Nusron tahu ya itu hanya Ahok yang tahu?

Sebenarnya, siapa yang jeli mengikuti dan mencermati seluruh kata-kata Nusron di ILC maka tidak akan sulit untuk mencari arah pembicaraannya. Intinya: tidak boleh seorang pun menyalahkan Ahok. Karena tak seorang pun yang tahu dan paham apa maksud kata-kata Ahok. Tapi umat Islam bukan tidak cerdas. Pernyataan masing-masing dari MUI, Fadli Zon, Fakhri Hamzah, dan yang lainnya cukup menjelaskan kepada publik bahwa Ahok bermasalah.

Karena demikian maka Nusron tidak juga berhak menafsirkan pendapat mereka, karena tidak juga tidak tahu kebenaran yang mereka sampaikan. Hanya MUI, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah yang tahu apa maksud dan tujuan kata-kata mereka. Tapi ummat Islam tahu bahwa memang dalam Qs. 5: 51 setiap Muslim tidak boleh memilih pemimpin yang kafir. Jika hanya tiga ayat yang melarang makan babi umat Islam taatnya luar biasa kepada perintah Allah, mengapa dengan belasan ayat yang melarang memilih pemimpin kafir masih ada intelektual-intelektual aneh yang “membajak” maksud ayat itu. Bukankah ini artinya mereka sok tahu tentang ayat itu. Termasuk Nusron.

Semestinya dia memang jangan sok tahu, termasuk sok tahu tentang orang yang sedang dibelanya mati-matian, Ahok. Kami tahu tuan Nusron berbicara apa. Dan kami tahu tuan Nusron sedang membela siapa. Wallahu A’lam bias-Shawab.*

Penulis pengasuh Ponpes Ar-Raudhatul Hasanah Medan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokBasuki Thahaja PurnamaGubernur DKI JakartaMajelis Ulama IndonesiaNusron Wahidpelecehan agamaSurat al Maidah ayat 51ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Anak Larang Anak-Anak Muslim Ikuti Kegiataan Keagamaan
Tulisan selanjutnya Transportasi Online Jadi Andalan Aman Wanita Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?