Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Hari Santri Nasional, What Next?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2016 07:16 7:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Oktober 2016 10:10
Bagikan
Peringatan Hari Santri Nasional 2016
Bagikan

Oleh: Abdullah al-Mustofa

 

Peringatan Hari Santri Nasional kali ini nampaknya lebih semarak dari pada tahun sebelumnya. Peringatan ini diadakan di seluruh Tanah Air hingga di pelosok-pelosok desa, bahkan di seluruh dunia yang diikuti oleh PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama) di 24 negara. Lebih dari itu, juga diadakan pembacaan Sholawat Nariyah yang dibaca serentak oleh 1 Milyar orang dan Kirab Resolusi Jihad NU menempuh jarak 2000 km – keduanya telah berhasil memecahkan rekor dunia versi MURI -.

Sedangkan di Jakarta, peringatan ini diadakan di Monumen Nasional (Monas) dan diikuti lima puluh ribu santri dari seluruh Tanah Air.  Dalam upacara itu para peserta upacara diingatkan betapa beratnya perjuangan para pahlawan yang berperang melawan kaum penjajah untuk meraih kemerdakaan.

Semangat berjihad

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Penentuan tanggal Hari Santri Nasional tentu tidak sembarangan, dengan kata lain penuh pertimbangan dan perhitungan matang. Tanggal peringatan Hari Santri Nasional merupakan tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia terutama bagi para kyai dan santri karena pada tanggal ini pada tahun 1945 Resolusi Jihad dirilis oleh Roisul Akbar Nahdhatul Ulama, Hadratus Syekh Hasyim Asyari.

Resolusi Jihad tersebut adalah pembakar semangat bangsa Indonesia terutama kaum santri untuk mempertahankan kemerdekaan setelah tiga bulan diproklamasikan.

Dengan dipilihnya tanggal itu tentu sangat logis jika Hari Santri Nasional bukan sekadar untuk diperingati dan dimeriahkan. Jadi, di dalamnya tentu sarat dengan nilai-nilai filosofi.  Nilai filosofi yang jauh lebih urgen  – yang mesti ada di dalamnya – adalah meneladani semangat jihad dan sikap tegas tanpa kompromi kaum santri yang hidup di zaman dulu yang berjihad dengan jiwa dan harta dalam memerangi segala bentuk kedzoliman, kemunkaran, kemaksiatan dan kesyirikan yang dilakukan baik oleh kaum penjajah yang kafir maupun kaum bangsa sendiri.

Dengan demikian diharapkan Hari Santri Nasional menjadi pembangkit semangat jihad bagi kaum santri modern  – dengan kata lain menjadi starting point untuk melahirkan kader-kader santri yang memiliki semangat jihad dan sikap tegas tanpa kompromi – melawan segala bentuk kedzoliman, kemunkaran, kemaksiatan dan kesyirikan yang ada di zaman ini yang dilakukan oleh siapapun dan pihak manapun juga, termasuk pejabat dan kalangan santri.

Peringatan Hari Santri Nasional kali ini bertepatan dengan hangatnya kasus penistaan terhadap Al-Quran dan ulama yang dilakukan seorang pejabat yang kafir, serta keras dan ramainya penentangan umat Islam Indonesia. Kasus penistaan tersebut telah menunjukkan mana santri yang benar-benar santri (yakni santri yang berhasil tertular “virus” Resolusi Jihad dalam arti sebenarnya) dan mana santri gadungan.

Terkait dengan kasus itu, kaum santri dari satu organisasi massa Islam terbesar di Tanah Air terbagi menjadi tiga pihak, Pihak kesatu, mereka yang kontra terhadap kemunkaran itu. Pihak kedua, mereka yang pro pada kemunkaran itu dan pelakunya, dan lebih dari itu kontra kepada para pejuang yang kontra kepada kemunkaran itu. Dan pihak ketiga, mereka yang abstain alias tidak menentukan sikap, dan berdiam diri.

وَدَافِعُوا عَنْ دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ وَاجْتَهِدُوا فِي رَدِّ مَنْ يَطْعَنُ فِي الْقُرْآنِ وَصِفَاتِ الرَّحْمَنِ وَمَنْ يَدَّعِي الْعُلُومَ الْبَاطِلَةَ وَالْعَقَائِدَةَ الْفَاسِدَةَ وَالْجِهَادُ فِي هَؤُلاَءِ وَاجِبٌ (مواعظ للشيخ محمد هاشم أشعري، ص : 33)

“Pertahankanlah agama Islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina al-Quran, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, usaha keras memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib.” (Hadhrotusy Syaikh Muhammad Hasyim Asyari, Mawaidz, hal. 33)”.

Harapan

Semoga Hari Santri Nasional dan setiap acara untuk memperingati dan memeriahkannya tidak mubazir karena tentu ada di sana ada pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan dana yang tidak sedikit. Tidak mubazir jika peringatan Hari Santri Nasional dibarengi dengan program serta upaya serius dan istiqomah kaderisasi untuk memunculkan – di seluruh pelosok Tanah Air dari kelompok manapun khususnya Nahdhatul Ulama sebagai pencetus Hari Santri Nasional – santri-santri yang tidak hanya semangat nyantri, mengaji dan mengkaji ilmu-ilmu agama, tapi juga mempunyai semangat untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu agama yang telah dipelajari, yakni dengan menjadi mujahid yang mau dan mampu berjihad dengan mengorbankan segalanya dalam memerangi segala bentuk kemunkaran, kedzoliman, kemaksiatan dan kesyirikan yang akan selalu muncul hingga akhir zaman.

Semoga Hari Santri Nasional diwujudkan dalam bentuk perumusan dan realisasi langkah-langkah strategis dan komprehensif untuk mencetak kader-kader santri yang berjiwa mujahid yang tidak hanya siap membela NKRI dan menjaga keutuhannya, tapi juga membela kemuliaan agama dan umat Islam dan mewujudkan kejayaannya, bukannya ikut merusak kemuliaan agama dan umat Islam dan menghalangi terwujudnya kejayaannya.  Wallahu alam.*

Penulis anggota MIUMI Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Santri NasionalKH Hasyim Asyarisantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Darurat Perang Pemikiran
Tulisan selanjutnya Kemenag Distribusikan 1,2 Juta Al-Quran dan 16.624 Alkitab, 7.500 Injil Selama 2015-2016

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?