Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Profesor Usil, dan Tanggapan Simpati Susi Pudjiastuti

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 5 Februari 2021 08:58 8:58 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 5 Februari 2021 08:40
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Sikap Anda menentukan perbuatan Anda. Perbuatan Anda menentukan prestasi Anda— John C. Maxwell

Hidayatullah.com  | Cendekiawan menjadi dangkal jika ditafsir sekadar pencarian ilmu dalam jenjang pendidikan, lalu menghasilkan gelar akademis tertinggi.

Tidak sekadar itu cendekiawan dimaknai. Itu pemaknaan sempit. Mereka yang terdidik di bangku sekolah sampai tingkat tertinggi sekalipun tidak layak dikatakan cendekiawan, jika tidak menggunakan pikirannya dengan baik.

Cendekiawan itu, siapa saja, yang mampu menggagas pekerjaan, atau menjawab persoalan yang ada dengan terukur. Meski ia tidak tamat sekolah dasar sekalipun. Banyak kisah orang besar dan sukses yang “ilmunya”  tidak didapat di bangku sekolah.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Maka gelaran tinggi sampai profesor sekalipun itu tidak bermakna, jika tidak mampu melihat persoalan yang ada, dan lalu tidak berpihak pada kemaslahatan. Itu biasa disebut Profesor Bisu dan Tuli.

Bukan bisu tidak mampu bercakap-cakap, tapi memilih diam saat melihat hal tidak semestinya di sekeliling. Tuli pun bukan makna sebenarnya, tapi menutup telinga dari mendengar penderitaan dan kesewenang-wenangan di sekeliling.

“Bisu” dan “tuli” yang menyergap semata karena kerakusan pada kedudukan dan jabatan yang ingin dipertahankan, bahkan ingin lebih tinggi lagi.

Akhir-akhir ini banyak kita jumpai mereka yang bergelar tinggi bukan saja cuma “bisu” dan “tuli”, tapi juga bagai srigala yang mengaum panjang, menyerang mereka yang kritis pada kekuasaan.

Mengecilkan dan bahkan “menghina” tingkat pendidikan seseorang, menyerang bagai buzzer bayaran. Maka, gelaran tinggi yang dipunya jatuh harkatnya dan terhinakan.

Profesor Usil

Profesor Henry Subiakto, Staf Ahli Menteri Kominfo bidang Hukum, yang acap tampil lewat Twitternya tidak pada hal semestinya yang dibutuhkan publik, atau hal yang sesuai dengan keakhlian dan jabatannya.

Kali ini cuitan di Twitternya menyasar Susi Pudjiastuti, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan. Tampaknya ia ingin mempertontonkan sebuah “pembelaan” agar dilihat dan diperhitungkan.

“Ada tokoh yang sekolah gak tamat, tapi jabatannya melambung, dan perusahaannya untung,” ujar Prof Henry, Kamis (4/2/2021).

Sambungnya, tokoh itu telah diganti karena kebijakannya “tidak nyambung”, katanya. Mungkin juga itu tidak nyambung pada profesor yang kerjanya cuma usil saja.

“Logislah lalu bermanuver politik, siapa tahu 2022/2024 kembali beruntung,” tambah Prof Henry.

Prof Henry Subianto, ini layak digelari Profesor Usil, setelah sebelumnya sejawatnya Prof Suteki menjulukinya Profesor Otak Kecil. Atau “Prof Akal Sehat” Rocky Gerung menjulukinya bukan dengan profesor, tapi kompresor.

Maka quote John Calvin Maxwell, penulis puluhan buku khususnya bertema kepemimpinan, di atas cocok menggambarkan Prof Usil satu ini, “… Perbuatan Anda menentukan sikap Anda.”

Memang sih, nama Susi Pudjiastuti, tidak disebut pada keusialnnya itu. Tapi semua netizen tahu sasaran kasarnya itu. Maka ramai-ramai membelanya.

Susi Pudjiastuti, memang tidak tamat SMA. Tapi ia dapatkan “ilmunya” lewat gagasan dan kerja kerasnya. Dan lalu menjadi pengusaha sukses. Salah satu perusahaan miliknya adalah Susi Air.

Karenanya ia dilirik Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Apa  Prof Usil, meski tersirat, mau katakan, bahwa presiden salah memilihnya, begitu? Kok nekat ngoreksi presiden.

Susi Pudjiastuti dikritisinya bisa jadi karena meminta unfollow Permadi Arya. Dan itu karena ujaran rasisnya pada Natalius Pigai, pegiat kemanusiaan asal Papua.

Benang merahnya bisa terasa, lalu ia menyatakan diri siap menjadi saksi untuk membela Permadi Arya, atau biasa menyebut diri Abu Janda. Katanya dengan membanggakan diri, bahwa ia orang yang faham tentang UU ITE.

Sayang kata pembelaan itu hanya ia tujukan pada buzzer yang jelas-jelas rasisme itu. Apa tawaran itu juga berlaku pada Syahhanda Nainggolan cs, yang juga dicokok dengan undang-undang itu?

Sore harinya (4/2/2021), Ibu Susi Pudjiastuti memberi tanggapan atas cuitan Prof Usil itu. Tanggapannya sungguh keren…

“Selamat sore Pak Henry Subiakto, saya susi pudjiastuti… Salam kenal.”

Cukup tanggapannya itu saja. Tidak ingin mengajaknya berpolemik tak penting. Sayang jika waktu terbuang percuma.

Susi Pudjiastuti yang “dikecilkan” akan pendidikannya, itu mengajarkan satu hal: “Orang boleh berkata ‘miring’ tentang Anda, bisa jadi itu karena Kalah Saing atau Kalah Prestasi. Kasihanilah!

Ibu Susi Pudjiastuti dengan segenap prestasi yang diperoleh, juga kekayaan yang dipunya, itu bermula dari gagasan, dan tentu kerja keras. Dia banyak mengajarkan tentang itu. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu JandaHenry SubiaktoPermadi AryaSusi PudjiastutiUU ITE
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jilbab; Antara Pandangan Islam dan Tafsir Liberalis
Tulisan selanjutnya Mencabuli Anak-Anak Perempuan di Panti Asuhan Kenya Misionaris Kristen Amerika Dibui 15 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?