Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Solusi Tragedi Uighur: Hentikan Kekerasan, Buka Pintu Dialog

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Desember 2018 08:35 8:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Desember 2018 08:35
Bagikan
Aksi Bela Uighur depan Kedubes China di Jakarta, Jumat (21/12/2018).
Bagikan

Oleh: Dr. Nashirul Haq

 

 

SUDAH biasa, ketika Muslimin di suatu negeri semakin taat menjalankan tuntunan agamanya di segala bidang, ada pihak-pihak yang memberikan berbagai tuduhan kepada mereka: politis, radikalis, teroris.

Muslimin Uighur (Uyghur) atau juga disebut Turkistan mengalami hal yang sama. Menurut Uighur American Association, jumlah Muslimin Uighur di provinsi Xinjiang saat ini lebih dari 15.000.000 jiwa. Kelompok suku Muslim terbesar di daratan China.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Rezim Komunis China khawatir, kekuatan Muslimin Uighur yang berkembang cepat secara ekonomi dan politik akan mengancam kekuasaan partai tunggalnya.

Baca: Indonesia Diminta Berperan Lebih Strategis  Hentikan Diskriminasi China atas Uighur

Sejak Partai Komunis China berkuasa di daratan China, Muslimin Uighur salah satu kelompok suku yang merasa ditindas. Mereka bersabar. Mereka mempertahankan iman dan tradisinya. Tradisi yang sudah hadir di kawasan yang bernama Xinjiang sejak abad ke-10 Masehi. Jauh lebih tua dari Republik Rakyat China Komunis.

Secara sosio-demografis wajar jika jumlah Muslimin semakin banyak. Wajar pula kalau nilai-nilai Komunis bertabrakan dengan nilai-nilai aqidah dan syariah Islam.

Rezim Komunis China tidak harus merespon pertumbuhan dan aspirasi politik Muslimin Uighur dengan sikap keras. Umat Islam di manapun berada akan memperkuat masyarakat tempat bermukimnya, asalkan aqidah mereka tidak dinodai dan Islam bisa mereka jalankan di segala bidang.

Rezim Komunis China seharusnya membuka pintu dialog dan menghentikan kekerasan. Inilah solusi mengatasi krisis di Uighur. Di dunia yang serba terbuka secara informasi, tak ada tindakan jahat yang tak terpantau atau terekam oleh masyarakat dunia. Kezhaliman hanya akan mengundang bencana untuk semua, termasuk untuk rezim Komunis sendiri.

Namun agaknya, sampai hari ini, solusi tersebut tidak dilakukan oleh Pemerintah Komunis China. Karena itulah wajarlah bila dunia memprotes sikap keras kepala pemerintah China tersebut, termasuk di Indonesia. Kemarin (Jum’at, 21 Desember 2018), kaum Muslim di sejumlah kota di Indonesia turun ke jalan melakukan unjuk rasa. Mereka ikut merasakan sakit yang diderita saudara mereka di Uighur.

Baca:  Sekjen MUI: Indonesia Tak Boleh Tinggal Diam Soal Uighur

Kepada Saudara-saudara kami Muslimin Uighur, semoga Allah kuatkan iman dan kesabaran kalian. Pertolongan Allah itu dekat. Semoga Allah lekaskan pertolongan itu dan ringankan penderitaan kalian.

Kepada rakyat Indonesia, Allah sedang menguji iman kita untuk dibuktikan, apakah asli iman kita ini. Jika merasa Muslimin Uighur itu saudara, lalu kita melakukan apapun yang bisa kita lakukan untuk bela mereka, aslilah iman kita.

Jangan bersikap lemah kepada kezhaliman. Negara ini didirikan untuk menjaga kemerdekaan warganya dan warga dunia. Semoga Allah menggerakkan hati para pelaksana amanah di negara ini untuk melakukan sesuatu yang positif yang akan dikenang dalam sejarah sebagai sikap pembelaan yang bermartabat. Dimulai dari memulangkan Duta Besar China. Wallahu a’lam.*

Ketua Umum DPP Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinadialogkekerasankomunispenindasan uighuruighurUyghurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Berita Foto] Pasca Tsunami Selat Sunda
Tulisan selanjutnya Kebaikan itu Mengabadi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?