Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kebaikan itu Mengabadi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Desember 2018 08:45 8:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Desember 2018 08:45
Bagikan
Bagikan

IMAN yang bekerja aktif niscaya senantiasa memproduksi kebaikan secara terus menerus. Tak peduli dengan besar kecilnya perbuatan di mata manusia. Baginya kebaikan yang dilakukan akan melahirkan kebaikan berikutnya. Ia selalu bernilai tinggi selama terkoneksi dengan iman kepada Allah dan Hari Akhir.

Inilah rahasia sesungguhnya mengapa orang beriman bisa unggul dalam menapaki peradaban dunia. Mereka tidak lagi berpikir dikotomis, yang hanya sibuk menilai mana amalan besar atau kecil, tapi tidak tergerak melaksanakannya. Sebaliknya semua itu dikerjakan penuh optimis dan optimal, sebagai tabungan pundi amal shalehnya untuk negeri Akhirat kelak.

Dalam al-Qur’an, sikap demikian bisa didapati berserak di berbagai kisah dan peristiwa. Bahkan andai namanya tak dikenal oleh penduduk bumi sekalipun, orang yang berkeyakinan tinggi kepada Allah, tidak lagi menjadikan itu sebagai persoalan. Ia terlanjur menyakini keMahaTahuan Allah dan janji-Nya yang pasti ditepati.

Baca:Antusias pada Kebaikan

Sebagai contoh al-Qur’an bercerita tentang sekumpulan pemuda yang menyelamatkan akidah hingga bersembunyi di gua. Meski disebut dalam al-Qur’an, bahkan dijadikan nama surat (Al-Kahfi), nyatanya tak banyak yang tahu siapa lengkap dan asal-usul keluarga mereka. Kecuali hanya dikenali dengan sebutan Pemuda al-Kahfi.

Pelajaran yang sama terdapat pada kisah seorang laki-laki dari ujung pelosok satu wilayah. Ia disebut bergegas dan menempuh perjalanan jauh sekadar untuk satu kebaikan yang diniatkan. Mengingatkan kaumnya agar mengikuti sang utusan Allah dan jangan menyakiti Nabi-Nya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah berfirman:

وَجَاء مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

اتَّبِعُوا مَن لاَّ يَسْأَلُكُمْ أَجْراً وَهُم مُّهْتَدُونَ

“Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata, “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu, ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS: Yasin [36] : 20-21)

Senada dalam kisah Nabi Yusuf, semoga Allah senantiasa mengaruniakan keselamatan atasnya. Tatkala saudara-saudaranya hendak melaksanakan makar jahat yang disepakati sebelumnya. Tiba-tiba di antara mereka sendiri ada yang menampik usulan pembunuhan yang direncanakan itu.

Allah mengisahkan:

قَالَ قَآئِلٌ مَّنْهُمْ لاَ تَقْتُلُواْ يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَةِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ

“Seorang di antara mereka berkata: Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat.” (QS: Yusuf [12]: 10).

Di antara hikmah yang bisa dipetik ialah beginilah sikap seorang Mukmin. Dalam kondisi apapun ia selalu hadir  memberi manfaat dan solusi bagi lingkungannya. Sekecil apapun kontribusi yang dia mampu, setidaknya ide dan kebaikannya mampu meringankan beban orang lain.

Bisa dibayangkan, jika saat itu semua saudara Yusuf sepakat membunuh Yusuf sesuai makar jahat semula. Maka terjadilah sejarah kelam manusia,  pembunuhan atas seorang Nabi yang dilakukan oleh putra sekaligus cucu Nabi pula.

Hebatnya lagi, ide yang setelah izin Alllah, akhirnya menyelamatkan Yusuf ini direkam oleh al-Qur’an, justru tanpa menyebut siapa nama pelakunya. Al-Qur’an hanya menyebut dengan redaksi “… Qala qailun minhum..” (… Berkata seorang di antara mereka…).

Inilah yang disebut di awal tadi, terkadang seorang Muslim itu tidak peduli lagi, apakah namanya dicatat atau tidak. Ia berprinsip, kesempatan berbuat baik harus selalu disergap, tanpa boleh ditunda lagi. Nyaris ia tak sempat lagi berhitung apakah ini perkara besar atau kecil di mata manusia. Sebab yakinnya, semua bernilai tinggi di sisi Sang Penciptanya.

Baca: Lakukanlah Kebaikan Sesuai dengan Kemampuan 

Sejarah membuktikan, tak semua sahabat Nabi dan orang-orang bertakwa dan shaleh di masa lalu harus dikenang nama besarnya. Bukan karena jasanya yang kecil sebab sungguh kebaikannya purna sebagai generasi terbaik manusia. Mereka adalah manusia-manusia adil, ridha terhadap Allah dan Allah pun menjamin ridha-Nya kepada mereka.

Bangsa Indonesia juga tak luput dari jasa dan kebaikan para pejuang yang tak dikenal nama dan asal-usulnya. Tapi mereka adalah orang-orang yang rela bersimbah darah dan gugur sebagai yang cinta kepada agama dan negerinya.

Bahkan hari ini, nyaris kita semua merasakan dampak kebaikan dari orang-orang yang tak dikenali namanya, namun jasa dan budi baiknya mengampiri kita setiap waktu. Lalu kenapa kita belum bersyukur kepada-Nya?*/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalImankebaikanshalih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Solusi Tragedi Uighur: Hentikan Kekerasan, Buka Pintu Dialog
Tulisan selanjutnya MUI Imbau Pengusaha Tak Ajak Karyawan Muslim Pakai Simbol terkait Natal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?