Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Good looking, Radikal?

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 September 2020 17:25 5:25 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 September 2020 17:25
Bagikan
kampanye goodlooking anak anak ITJ di internet
Bagikan

Oleh: H. J. FAISAL S.L

Hidayatulllah.com | ENTAH saya harus tertawa terbahak-bahak, atau tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengar pernyataan seorang menteri, bahwa orang-orang yang terkait radikalisme biasanya mempunyai wajah yang good looking. Ini sungguh menyinggung perasaan saya sebagai seorang Muslim yang Alhamdulillah dikaruniakan wajah yang good looking.

Mungkin pernyataan sang menteri ini keluar setelah beliau dan timnya melakukan penelitian yang hasilnya menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara good looking dan radikalisme. Atau, jangan-jangan pernyataan itu hanya bisikan-bisikan sekilas saja dari para influencer, dikarenakan para influencer mungkin banyak yang mempunyai wajah bad looking tapi malas beribadah, sehingga mereka iri dengan orang-orang yang mempunyai wajah good looking yang rajin beribadah. Mungkinkah?

Alhamdulillahnya, saya sebagai umat Muslim yang mempunyai wajah yang good looking, rajin ke masjid, senang membaca Al-Qur’an, puasa di bulan Ramadhan, dan sudah berhaji pula. Mungkin lengkaplah sudah diri saya untuk disebut radikal. Berbeda lagi dengan seorang kawan saya, dia mengaku dengan lantang, bahwa dia seorang yang radikal, tapi dia kurang pede untuk mengaku good looking.

Sebenarnya, apa sih arti radikal itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V tahun 2016, kata ‘radikal’ mempunyai tiga makna. Makna yang pertama adalah, sesuatu yang diartikan secara mendasar, dan sampai kepada hal yang prinsip. Makna yang kedua, radikal adalah istilah politik yang bermakna amat keras yang menuntut perubahan (undang-undang, dan pemerintahan). Arti yang ketiga adalah radikal juga berarti maju dalam berfikir atau bertindak (ternyata ada juga arti radikal dalam artian yang positif).

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Dengan demikian, jika kita hubungkan makna radikal dengan kegiatan umat Muslim di Indonesia, bahkan umat Muslim di seluruh dunia, sepertinya tidak ada hubungan positifnya. Artinya, jika memang kita interpretasikan arti radikal dengan segala kekerasan atau kegiatan terorisme sekalipun, dengan kegiatan umat Muslim dalam menjalankan Islamnya sehari-hari, sepertinya juga masih jauh panggang dari api.

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian dan kebersamaan. Islam bukanlah agama yang harus ditakuti, karena dikhawatirkan akan menimbulkan keonaran atau perpecahan. Tidak percaya? Coba pelajari Islam lebih dekat dan lebih dalam. Islam juga bukan agama yang mengajarkan kerusakan, baik kerusakan ekonomi, politik, dan sosial. Tidak, demi Allah, sama sekali tidak. Nehi (kata orang India)…Jika masih ada yang berpandangan demikian, berarti dia masih melihat Islam dari sisi yang sangat salah.

Bahkan sebenarnya di dalam Islam, seluruh solusi atas kekacauan yang ditimbulkan di dunia ini sudah tersedia semuanya. Islam adalah solusi. Jadi, jika masih ada manusia yang alergi terhadap Islam, dapat dipastikan dia akan sangat merugi sekali.

Banyak orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang berbuat keonaran, dan pengrusakan dengan tujuan memfitnah agama Islam dan para pemeluknya. Bahkan bisa jadi, orang-orang yang berbuat kerusakan dan keonaran tersebut adalah orang-orang bayaran, yang dibayar oleh orang, tokoh, bahkan oraganisasi besar, bahkan sampai pada tingkat pemerintahan, yang memang tidak suka terhadap Islam. Pastinya mereka takut dengan segala hal yang berhubungan dengan kebangkitan Islam. Kaum Yahudi, komunis, dan para kaum kapitalis adalah kaum-kaum yang berada di belakang semua ini.

Baiklah, kembali ke lap top. Jika demikian, apa hubungannya good looking dengan Islam? Umat Muslim yang sangat memegang teguh ibadahnya, dipastikan akan mempunyai wajah yang good looking. Bagaimana tidak, umat Muslim selalu berwudhu lima kali sehari, minimal. Banyak anggota tubuh di wajah, yang dibersihkan secara spesifik ketika berwudhu. Jika wajah bersih, dipastikan akan nikmat dirasakan, dan enak dipandang. ‘Adeeem benerrr’…seperti kata-kata dalam sebuah iklan.

Belum lagi bagian tubuh yang lain, seperti tangan dan kaki. Bahkan, ketika selesai berhubungan intim suami istri saja, umat Muslim diwajibkan untuk mandi besar atau mandi junub, yang gunanya untuk membersihkan fisiknya secara lahiriyah, dan menyegarkan fikiran serta jiwanya secara batiniyah. Bersuci dalam segala kesempatan merupakan kewajiban bagi setiap umat Muslim.

Itu baru menjaga kebersihan raga. Umat Muslim juga selalu menjaga kebersihan jiwanya. Sholat wajib lima waktu sehari, berpuasa, berzakat, berhaji, semuanya adalah ibadah-ibadah untuk menjaga kesucian jiwa, baik secara pribadi, maupun kesucian jiwa secara social. Ibadah zakat, infaq, dan sedekah salah satu contoh ibadah untuk menjaga kesucian jiwa secara sosial.

Semua ibadah tersebut dibalut di dalam ketaqwaan, kedamaian, ketenangan, kebersamaan, dan saling menghormati. Jadi, dimana radikalnya? Ngga usah nyari-nyari yang ngga ada, deh….buang-buang energi, buang-buang waktu, dan buang-buang wibawa saja, jadinya. Nanti berkurang looh good lookingnya.

Kasihan juga dong para pahlawan Muslim kita yang telah gugur memerdekakan Negara ini. Mereka adalah para pahlawan yang Alhamdulillah mempunyai wajah-wajah yang good looking. Kurang good looking apa Pangeran Diponegoro? Kurang good looking bagaimana Bung Tomo? Kurang good looking bagaimana M. Natsir, H. Agus Salim, Bung Hatta, Hamka, dan pahlawan-pahlawan Muslim yang good looking lainnya? Masa nanti mereka dibilang radikal, juga? MasyaAllah….jangan sampai, ah.

Semoga seluruh umat Muslim dan seluruh umat-umat lainnya di Negara ini, baik yang good looking, setengah good looking, atau bahkan kurang good looking (mohon maaf sebelumnya), selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. Hindarilah penyelesaian suatu masalah dengan kekerasan, karena dengan kelembutan semua masalah tetap bisa teratasi. Bangsa ini tidak butuh kekerasan. Bangsa ini butuh kedamaian. Perbedaan agama, suku, bahasa, bukanlah hal untuk dijadikan landasan kebencian, tetapi justru bisa kita jadikan modal persatuan dengan kebanggaan dalam keberagaman.

Semoga pemerintah dan rakyat bisa bersatupadu dalam menyelesaikan semua persoalan bangsa, dalam segala bidang. Semoga rahmat dan berkah Allah SWT selalu menaungi kita semua. Aamiin…aamiin…aamiin ya Allah ya Robbal”alamiin. Wallahu’alam bissowab.*

Pemerhati Pendidikan/Mahasiswa Doktoral UIKA, Bogor

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Good LookingMenteri Agamaradikal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beri Pengormatan Dua Sastrawan Terkemua, IKAPI Gelar IIBF Virtual 2020
Tulisan selanjutnya Partai Suu Kyi Diperkirakan akan Menang di Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?