Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Perang Afghanistan dan Simpati Bangsa Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2021 11:25 11:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Agustus 2021 11:25
Bagikan
Bagikan

oleh: Muh. Nurhidayat

Hidayatullah.com | Afghanistan dilanda perang saudara. Selama beberapa pekan ini, tentara pemerintah yang diakui dunia internasional secara de jure baku tembak dengan kelompok milisi Taliban.

Lebih dari 50 persen wilayah Afghanistan telah dikuasai Taliban. Tidak sedikit wilayah yang diambil-alih Taliban tanpa adanya perlawanan, karena tentara pemerintah sudah sangat lelah bertempur dengan saudara sebangsa.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya atas serangkaian kegagalan yang dialami tentara pemerintah. Terdapat ribuan tentara yang melarikan diri ke Tajikistan, setelah terus-terusan didesak mundur oleh Taliban. Selain sejumlah markas, Taliban juga mendapatkan banyak alutsista canggih warisan militer AS yang ditinggalkan begitu saja.

Perang saudara dipicu oleh invasi tentara multinasional dipimpin AS di Afghanistan. Setelah tidak kuat lagi menanggung besarnya biaya yang dikeluarkan selama 20 tahun menduduki negara tersebut, AS pun menyerah.  Presiden Joe Biden menargetkan seluruh tentaranya dapat dipulangkan dari Afghanistan pada 31 Agustus 2021.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Perginya tentara AS dari Afghanistan dimanfaatkan Taliban untuk berusaha menguasai kembali negara tersebut. Hampir genap dua dekade silam, mereka digulingkan AS dan sekutunya. Mereka dituduh melindungi Al-Qaeda, kelompok yang dituduh mendalangi peledakan menara kembar WTC New York dan kantor kemenhan AS, Pentagon pada 11 September 2001. Meskipun tuduhan itu tidak akan bisa dibuktikan, (Syah, 2011).

Pasca penggulingan Taliban, dibentuklah pemerintah boneka melalui sejumlah pemilu. Selama masa pendudukan, pemerintahan di negara tersebut, mulai dari era presiden Hamid Karzai, hingga masa presiden Ghani sekarang ini, selalu disibukkan dengan perlawanan-perlawan dari Taliban. Pembangunan di negara tersebut sulit berjalan dengan baik.

Simpati Bangsa Indonesia

Kini rakyat sipil Afghanistan dibebani beratnya penderitaan akibat perseteruan internal antara pemerintahan Ghani dan kelompok Taliban. Lebih dari 1.300 orang tewas, dan sedikitnya 300 ribu lainnya mengungsi setelah rumah-rumah mereka ditimpa ledakan bom. (Rasmin dalam Hidayatullah.com, 4/8/2021).

Tidak hanya itu, bencana kelaparan massal tidak dapat dicegah lagi. Pertanian dan perdagangan Afghanistan macet sebagai dampak sampingan dari perang saudara yang dimulai pada awal 2021. Ramiz Alakbarov, pejabat kemanusiaan PBB untuk Afghanistan, menyatakan bahwa dibutuhkan bantuan pangan senilai USD 1,3 milyar. Namun bantuan yang diperoleh baru mencapai USD 450 juta. Sehingga masih dibutuhkan USD 850 juta lagi.

Selain pangan, rakyat Afghanistan juga membutuhkan bantuan kebutuhan pokok lainnya, seperti pakaian, papan (tempat tinggal), serta kesehatan. Banyak permukiman, rumah sakit, serta sarana vital lainnya hancur akibat pertempuran-pertempuran yang dilancarkan tentara pemerintah boneka dan kelompok Taliban.

Mencermati kondisi tersebut, dibutuhkan simpati dari berbagai bangsa, termasuk Indonesia. Saat ini bangsa kita dilanda kesulitan hidup akibat mengganasnya pandemi Covid-19 varian baru. Namun, meskipun sulit, kita tidak dihinggapi ketakutan terhadap bahaya perang seperti yang menimpa rakyat Afghanistan.

Kita masih merasa lebih aman berada di dalam maupun luar rumah, walaupun dibatasi oleh aturan lockdown. Semoga dengan bersimpati kepada bangsa Afghanistan, bangsa kita dapat segera dibebaskan oleh Allah swt. dari kesulitan akibat pandemi Covid-19.

Nabi Muhammad ﷺ  bersabda, “Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang kesulitan, maka Allah memudahkan bagi (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim No. 2699).

Salah satu simpati yang dapat ditunjukkan kepada rakyat Afghanistan adalah dengan memberikan donasi kemanusiaan bagi mereka. Kita dapat menyisihkan sebagian kecil rezeki yang telah diberikan Allah swt. dengan berdonasi melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang dikelola media massa maupun sejumlah organisasi Islam terpercaya di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Lembaga-lembaga kemanusiaan tersebut nantinya akan menyalurkan donasi kita, yang sangat dirasakan manfaatnya bagi rakyat Afghanistan.

Memberikan bantuan kepada sesama, baik dalam keadaan senang maupun susah, merupakan budi pekerti mulia yang dianjurkan agama. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di akhirat.” (HR. Abu Dawud No. 3643).

Bagi pemerintah RI, simpati dapat ditunjukkan dengan mendesak dewan keamanan PBB untuk segera menerjunkan pasukan perdamaiannya di Afghanistan. Keberadaan pasukan PBB pasti lebih mudah diterima kedua belah pihak yang bertikai di negara tersebut.

Pemerintah kita juga dapat mengusulkan, agar Pasukan Garuda ikut ditugaskan di Afghanistan. Sebab reputasi baik Pasukan Garuda telah dibuktikan oleh negara-negara yang dilanda konflik seperti Libanon, Sudan, Republik Afrika Tengah, serta negara lainnya.

Bangsa Indonesia perlu menunjukkan simpatinya atas masalah serius yang dialami rakyat sipil Afghanistan saat ini. Sebagai sesama bangsa di dunia, apalagi memiliki persamaan sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia – Afghanistan diharapkan dapat hidup berdampingan secara harmonis dan saling menolong.

Harus diakui, pemerintah kita sejak era presiden Sukarno hingga masa Joko Widodo sekarang, telah banyak memberikan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan. Namun saat ini mereka benar-benar menghadapi kesulitan hidup yang harus diberi pertolongan. Apalagi kita juga berhutang budi kepada bangsa Afghanistan, yang pada tujuh dekade silam, ketika bangsa tersebut ikut memberikan pengakuan kemerdekaan Indonesia secara de facto. (Sastranegara, 1993). Wallahua’lam.*

Penulis adalah da’i zakat Kota Semarang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanInvasi Amerika SerikatTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan ‘Israel’ Tak Punya Alasan atas Tembakan yang Menewaskan Bocah Palestina Berusia 11 Tahun
Tulisan selanjutnya Kota Emas Bersejarah di California Hancur Akibat Karhutla

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?