Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Sikap Hati-Hati, sebagai Kearifan Lokal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Maret 2021 18:59 6:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Maret 2021 18:53
Bagikan
Bagikan

Oleh: Hamid Abud Attamimi

Hidayatullah.com | Apa pun jika kata sembrono disematkan pada sebuah perilaku atau keputusan, maka kesimpulan secara umum yang bisa diingat adalah hal tersebut jauh dari kepatutan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sembrono mempunyai banyak arti, seperti kurang hati-hati, gegabah, kurang sopan/pantas, ceroboh, sembarangan.

Semua arti atau padanan kata sembrono tersebut jelas mengindikasikan sikap tidak profesional atau abai pada ketelitian sebelum berbuat atau mengambil keputusan. Padahal dalam aturan tata kelola semua institusi, apalagi institusi resmi negara, kehati-hatian dan ketelitian adalah sendi dasar.

Lawan dari sembrono adalah sikap penuh kehati-hatian. Pada seorang pemimpin, ini tak bisa ditawar, karena apa pun yang diputuskannya akan menyangkut dan berdampak pada nasib orang banyak.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Hati-hati adalah sikap yang penuh perhitungan, baik dengan terlebih dahulu bertanya pada mereka yang lebih memahami, atau bahkan kesiapan untuk mendengar masukan dari siapa saja, terutama mereka yang nantinya akan terikat oleh keputusan yang diambil.

Seharusnya kita berani mengatakan bahwa hati-hati adalah kepribadian bangsa dan kearifan lokal.

Dalam Islam, sikap hati-hati bahkan menjadi unsur terpenting dalam ketakwaan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebuah dialog antara sahabat Umar bin Khattab r.a. dan Ubay bin Ka’ab r.a., ketika Umar r.a., bertanya tentang Hakikat Takwa.

Ubay r.a. balik bertanya pada Umar r.a., apakah ia pernah melewati jalan yang penuh duri (di tempat lain diistilahkan jalan yang licin)?Umar r.a. menjawab, “Ya, pernah.”

Maka Ubay r.a. bertanya lagi, “Apa yang engkau lakukan?”

Umar menjawab, “Aku akan berhati-hati.” Ubay r.a. tegas mengatakan, “Itulah takwa.”

Indah sekali dialog di atas, yang bertanya amat jujur, dan yang menjawab tidak terkesan ingin menunjukkan serba tahu. Dialog ini menjadi semangat dalam Islam, apalagi dalam proses pengambilan keputusan.

Bahkan ketika kita dalam ikhtiar mentaati perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala sekalipun, selalu kita harus menjaga kehati-hatian.

Jika sesuatu telah jelas melanggar perintah Allah, maka yang harus mengemuka adalah rasa takut, karena segala apa pun yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.

Dinilai sembrono tak boleh lantas mengedepankan rasa tersinggung, apalagi sakit hati. Semua orang pernah salah, dan ketika diingatkan hendaklah berbesar hati dan semakin mawas diri.

Semoga bangsa ini dijauhkan dari pemimpin, yang selalu merasa benar, dan sebagai rakyat tetaplah memelihara kesantunan dengan semangat saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. (*)

Penulis adalah Aktivis Pendidikan, tokoh Al-Irsyad Al-Islamiyyah, tinggal di Cirebon

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berhati-haticerobohkearifan lokaltaqwa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BNPB Bencana Alam Indonesia Selama Setahun BNPB Catat 3.253 Bencana Alam Terjadi di Indonesia
Tulisan selanjutnya Bom Pipa Meledak di Tempat Pemeriksaan Covid-19 di Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Berita
27 Agustus 2026 11:44
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
  • Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
  • Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
  • Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
  • AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?