Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Sandal Munarman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 April 2021 21:39 9:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 April 2021 20:43
Bagikan
Munarman (tengah) ditangkap polisi di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/04/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Munarman, mantan pengurus eks FPI dituduh teroris? Memang ada yang percaya ya? Tentu ada. Setidaknya Densus 88 Mabes Polri, yang menangkapnya yang percaya bahwa Munarman itu teroris.

Selainnya tidak ada yang percaya, terutama kawan-kawan yang mengenalnya. Tuduhan mengada-ada, kata Fadli Zon, politisi Partai Gerindra yang berdiri paling kritis.

Kawan-kawan yang mengenalnya lalu ramai-ramai memberi testimoni, dan semua tentang ketidakpercayaan atas tuduhan, bahwa Munarman seorang teroris.

Fadli Zon

Munarman memang ditarget, harus dipenjarakan. Dan agar suaranya dalam membela Habib Rizieq Shihab tidak terdengar lagi. Bahkan lebih jauh dari itu, agar FPI yang dibubarkan itu bisa dicantolkan dengan ISIS, sebagai gerakan teroris. Atau upaya menteroriskan FPI.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Karenanya, apa yang disinyalir Munarman lewat video singkat yang viral, bahwa dengan demikian maka kasus 6 laskar eks FPI, yang terbunuh itu kasusnya tidak perlu diteruskan. Karena teroris memang “halal” ditembak. Bahkan Munarman menambahkan, bahkan dirinya bisa sewaktu-waktu ditembak di jalan, karena dianggap bagian dari teroris.

Baca: Pandir dan Dungu, Tidak Ada Korelasi dengan Titel yang Disandang: Sidang Habib Rizieq Mengajarkan

Menarget Munarman, itu setidaknya sudah disampaikan buzzer Denny Siregar (Densi), pada awal April lalu lewat twetnya.

Meski ia berprofesi sebagai buzzerRp, tapi tampaknya ia juga berprofesi sebagai peramal. Makanya Densi tahu, akan adanya penangkapan Munarman itu.

Maka Densi lulus sebagai peramal, bahwa Munarman memang ditarget. Dan sore kemarin, Selasa (27 April), Munarman diseret paksa dari rumahnya dalam suasana ia sedang berpuasa. Sampai memakai sandal pun ia tak diperkenankan.

Salah apa sandal Munarman itu, sampai dipakainya saja tidak diperkenankan. Tidak ada yang tahu. Apakah SOP penagkapan Densus 88 memang sandal tidak boleh dipakai? Rasanya tidak juga. Lalu kenapa ada diskriminasi pada sandal Munarman?

Coba siapa yang bisa menjawab. Pastilah mustahil ada yang bisa menjawab. Kalau menjawab sekenanya dan awur-awuran sih bisa. Misal, ditakutkan sandal itu bisa berbahaya. Bisa terbang kesana kemari. Tentu itu jawaban sekenanya.

Penangkapan Munarman dengan tuduhan serius, terlibat kegiatan terorisme. Dan itu kasus lawas, tahun 2015, ia dianggap menghadiri baiat ISIS di Makassar.

Ia sudah beberapa kali memberikan klarifikasi soal itu, bahwa ia diundang diskusi dan tidak tahu menahu dengan jika ada baiat segala. Lalu pertanyaannya, kenapa baru ditangkap 2021, enam tahun dari peristiwanya, jika itu dianggap sebuah peristiwa.

Tuduhan teroris itu tuduhan tidak main-main, sehingga menjemput terduga tidak perlu lagi pakai surat dinas. Geruduk pasukan Densus 88 dengan persenjataan lengkap. Tampang diseram-seramkan, akan bisa jadi terlanjur sadis beneran. Target lalu bisa ditarik-tarik seperti kambing mau dikurbankan.

Baca: Habib Rizieq, Itu Seperti Juga Soekarno Saat Mencari Keadilan dengan “Indonesia Menggugat

Filosofi Sandal

Soal sandal Munarman tadi, intinya tidak ada yang tahu, kenapa sampai memakai sandal saja, agar tampak sebagai manusia sewajarnya tidak diperkenankan. Apa itu bagian dari seni mempermalukan yang bersangkutan, agar tidak serupa dengan manusia lazimnya. Juga tidak ada yang tahu.

Sandal atau sepatu itu punya filosofi yang sama, yang membedakan dengan binatang yang tanpa alas kaki. Bahkan dalam Islam, memakai sandal itu disunnahkan. Sayang hal-hal beginian tidak difahami.

Tahunya tangkap dan perlakukan seenaknya, dan bahkan tidak manusiawi. Hak-hak individu dilanggar semaunya atas nama kekuasaan. Dan itu terus dipertontonkan dengan skala yang lebih zalim. Seperti ada kepuasan jika yang dilakukan itu punya warna lain dan skala lebih dibanding sebelumnya.

Dan penangkapan Munarman dengan tanpa alas kaki, itu penghinaaan yang diluar batas, bukan saja diluar batas kepatutan, tapi juga diluar batas kemanusiaan.

Maka sandal Munarman itu pada saatnya bisa jadi saksi sejarah, bagaimana anak manusia diperlakukan seperti kambing yang akan dikurbankan, ditarik, diseret sambil menahan tarikan aparat, dengan mengatakan, “Saya pakai sandal dulu… saya pakai sandal dulu…” Tapi tetap tidak diindahkan.

Entah di dalam terali besi tahanan Polda Metro, apakah lalu diberi sandal agar jika berwudhu dan melakukan aktivitas lain, kaki menjadi suci. Tidak tahu pasti.

Sampai siang tadi para pengacara yang mendampinginya belum diberikan akses untuk menemuinya. Alasan yang dikemukakan, masih harus koordinasi dengan pihak Densus 88 Mabes Polri.

Padahal Munarman seharusnya wajib didampingi pengacaranya. Dan menurut Aziz Yanuar, salah satu pengacaranya, bahwa mereka ingin menemui kliennya untuk memberikan berkas-berkas yang harus ditandatangani, dan juga memberikan pakaian, makanan dan keperluan lainnya.

Melihat adegan Munarman ditarik-tarik dari rumahnya, itu hati rasa kemerenyut, lalu jantung berdegup keras, dan yang keluar dari lisan adalah ucapan istighfar, dan menyebut nama-Nya, Ya Allah… ya Rabb… ujian apa lagi ini? Sampai sekarang Allah Rabbul ‘Alaamiin belum menjawabnya. Entah besok, lusa, atau beberapa hari kedepan… tidak ada yang tahu. Atau bahkan Allah sama sekali tidak menjawabnya, karena ada persyaratan yang masih belum terpenuhi… Wallahu a’lam. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca Opini Ady Amar lainnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FPIMunarman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diperingatkan Jangan Ambil Foto, Turis AS Ditemukan Mati Usai Beli Narkoba di Puerto Rico
Tulisan selanjutnya Ustad Abdul Somad Resmi Menikah dengan Santri Ma’had Al-Muqoddasah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?