Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Al-Aqsha dan Respon Aneh Kaum Sekuler

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Mei 2021 08:23 8:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Mei 2021 11:06
Bagikan
Seorang blogger asal Arab Saudi, Mohamad Saud, yang mengunjungi Masjid Al-Aqsha atas undangan Israel tahun 2019 ini diludahi anak-anak Palestina
Bagikan

~“al-Masjid al-Aqsha yang tertawan tidak akan menjadi perhatian sekularisme sedikitpun.” (Syekh Muhammad al-Ghazālī)

Oleh: Qosim Nurseha Dzulhadi

Hidayatullah.com | KETIKA  umat Islam di seluruh dunia menunjukkan simpati dan empati mereka kepada Palestina dan al-Masjid al-Aqsha, kaum sekular malah melakukan sebaliknya. Mereka nyindir, bahkan banyak yang nyinyir. “Di negara kita saja sedang susah, kok repot-repot bantu Palestin yang nun jauh di sana,” kata sebagian kaum nyinyir.

Yang lain ngomong, “Palestina bukan urusan kita. Itu urusan Yahudi ama Arab.” Malah ada yang senang ketika zionis-Yahudi membantai anak-anak, kaum perempuan, dan rakyat sipil yang tak berdosa di Gaza.

Yang sok intelek juga membela sang penjajah, Yahudi. Mereka menuduh bahwa Palestina salah. Yahudi benar. Palestina adalah tanah nenek-moyang mereka. Tapi, begitu ada koin mata uang Palestina yang beredar sejak tahun 1927-an mereka bungkam. Karena Yahudi mengklaim bahwa sejak 1948 mereka sudah ada di Palestina. Ternyata usia koin lebih tua dari umur Yahudi di Bumi Mikraj Nabi Muhammad itu.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Tak puas dengan nyinyiran di atas, mereka mainkan opini murahan. Tuduhkan tak berdasar pun diviralkan. Tokoh Hamas difitnah sebagai orang yang ambil keuntungan dalam perang ‘Israel’-Palestina. Ketika dibantah, mereka sebarkan opini lain.

Dan yang lebih menggelikan ada sebagian kecil suara sumbang yang mengusulkan agar orang Palestina “hijrah” saja ke daerah yang aman. Ini bukan hanya aneh, tapi usulan dungu.

Mereka lupa bahwa saudara mereka di Palestina tengah mewakili kita dalam mempertahankan Kiblat Pertama umat Islam. Atau mereka mengikuti kaum sekular yang memang senang ketika al-Masjid al-Aqsha terus dalam cengkraman zionis-Yahudi.

Dan yang lebih parah kedunguannya adalah orang yang mengusulkan agar donasi untuk Palestina diaudit. Ini jelas usulan gila dan tak beretika.

Melihat beberapa celetukan, nyinyiran, bahkan pandangan aneh di atas kita jadi bertanya: mengapa ada orang-orang yang tega berpikiran dan berpendapat demikian? Mengapa terus-menerus mereka nyinyir kepada perjuangan membela Palestina dan al-Masjid al-Aqsha? Dan, kenapa yang melakukan itu semua mengaku dirinya sebagai Muslim?

Dan ternyata, kata Syeikh Muhammad al-Ghazālī, sudah pernah mensinyalir gejala ini telah lama. Menuru beliau, kaum sekular memang “spesialis” menyerang Islam. Dan hanya Islam yang mereka serang. (Lihat, Syeikh Muhammad al-Ghazālī, “al-‘Almāniyyūn wa al-Islām”, dalam al-Haqq al-Murr, 24).

Maka, jangan heran jika kaum sekular tidak membela perjuangan Palestina dalam mempertahankan negerinya dan al-Masjid al-Aqsha.

Seharusnya mereka sadar bahwa al-Masjid al-Aqsha adalah masjid kedua setelah al-Masjid al-Haram (Mekah). Dan dian merupakan Kiblat Pertama umat Islam, sebelum dipindahkan oleh Allah ke al-Masjid al-Haram (lihat, Qs. 2: 142-150).

Dan seyogyanya mereka mengerti bahwa zionis-Yahudi adalah penjajah sejati. Merekalah teroris yang sesungguhnya. Yang telah meneror umat Islam di Palestina puluhan tahun lamanya.

Bukan malah menjadi “duri dalam daging”, “racun di balik madu”,  “menggunting dalam lipatan”, bahkan “mancing di air keruh” demi “mengabdi” kepada tuan Yahudi sang penjajah. Terakhir, penulis teringat dengan pernyataan pakar kajian Yahudi dan Zionisme dari Mesir, Prof. Dr. ‘Abd al-Wahhāb al-Massīrī, yang menyebutkan;

“Akan tiba suatu masa, dimana kaum Yahudi akan muncul, padahal aslinya mereka bukan Yahudi.  Mereka adalah Muslim yang berperan sebagai Yahudi. Mereka ini mewakili Israel dengan penuh penghayatan (all out).”

Akhirnya, kaum Yahudi tidak perlu tampil ke depan. Karena peran mereka sudah diambil oleh kaum Muslim yang sekular ini.  Maka, yang menyerang Islam adalah umat Islam yang sudah menjadi “wayang” Yahudi itu.

Sementara sang “dalang” duduk santai mengatur lakon dan skenario di belakang layar. Akhirnya, yang perang adalah sesama Muslim: muslim yang senang mendapat secuil kenikmatan dunia tapi harus mencela Islam, memfitnah tokoh dan pejuang Islam, mengkhianati ayat Al-Quran, memanipulasi hadits Nabi, dan menyerang marwah para ulama. Memang, kaum sekular tidak akan pernah membela Palestina dan al-Aqsha. Lebih baik bela Yahudi, memerankan peran Yahudi, walaupun hanya menjadi Yahudi Pesek. Na‘udzu billah min dzalik.[]

Pengajar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah (Medan) dan Penulis Buku Islam vs Pluralisme Agama (2019) dan Fiqih Peradaban (2020)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASisraelKaum SekulerMasjid Al AqshapalestinasekulerYahudi pesek
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin covid-19 masyarakat sertifikasi vaksin WHO Kemenkes Himbau Masyarakat Tidak Pilih-pilih Jenis Vaksin Covid-19
Tulisan selanjutnya kerja sama produk halal BPJPH Kemenag bersama Kedubes Australia Jalin Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?