Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

PKS Kembali ke Khittah? [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2015 10:32 10:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2015 10:30
Bagikan
Yang menyayat hati para kader, tidak sedikit mereka yang berjuang membesarkan PKS tereleminasi karena tak punya uang
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Ilham Kadir

Karena Tifatul menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi di Era Pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono jilid II, maka pada sidang Majlis Syura PKS yang berlangsung 16-20 Juni 2010 menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq terpilih sebagai presiden PKS priode 2010-2015. Sayang, karena tersangkut kasus korupsi, maka pada 1 Februari 2013, Luthfi mundur lalu digantikan oleh Anis Matta pada 1 Februari 2013.

Dalam situasi yang kritis, partai yang dipimpin Anis Matta itu harus bekerja keras untuk bangkit, lembaga survey berlomba-lomba memastikan jika PKS akan tamat riwayatnya pada pemilu 2014. Tapi prediksi itu salah total alias ngawur sebab PKS mendapat perolehan suara sebanyak 6,7 persen meningkat sekitar 200.000 suara (8.480.204) walaupun dari perolehan kursi merosot tajam dari 7,8 persen tahun 2009 dengan suara 8.480.204 dan kursi berjumlah 57, menjadi 40 kursi pada pemilu 2014-2019.

Pada bulan Oktober 2014, PKS bergabung bersama koalisi Merah Putih dan mendukung pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2015 yang kalah tipis dari pasangan Jokowi-JK. Akhirnya, PKS berada di luar pemerintahan alias oposisi.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Fenomena Anis Matta

Di antara pendiri dan konseptor PKS yang dinilai telah banyak memberikan kontribusi pada partai adalah Anis Matta, pria berdarah Bugis kelahiran Bone Sulawesi Selatan. Betapa tidak, sejak PKS terbentuk ia terus menerus memegang posisi kunci dalam partai dakwah itu. Jabatannya, hanya Sekjend dan Presiden partai hingga menjelang Musyawarah Nasional Ke-4, barulah beliau digeser ke jabatan Ketua Bidang Kerjasama Internasional.

Pengalaman saya, sewaktu ikut tarbiyah suara-suara tausiyah Anis Matta sebagai pembangkit semangat para kader muda kerap diperdengarkan, bahkan jauh sebelum itu, tulisan-tulisannya selalu menghiasi berbagai media Islam, tak terkecuali majalah Hidayatullah yang cakupannya begitu luas.

Beliau adalah tokoh muda yang produktif menulis, orator, motivator, sehingga banyak kader muda PKS mengidolakannya.

PKS pun melejit dari pemilu ke pemulu, hingga tiba-tiba ditimpa badai dengan tertangkapnya Luthfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Kosupsi (KPK) tahun 2014, terlepas dari klaim beberapa pihak bahwa ini bagian dari skenario untuk mengguncang PKS, yang jelas beliau terbukti melakukan penyimpangan, dan sang presiden pun dibui.

Tidak sampai di situ, saat ini, Kader PKS Lainnya, Gubernur Sumatera Utara, Gator Pujo Nugroho juga sedang tersandung kasus korupsi, dan dan tidak menutupi kemungkinan jika masih ada kader-kader lainnya yang melakukan perbuatan menyimpang dari agama dan hukum, cuma saja belum tertangkap.

Walaupun telah sukses menjadi partai tengah yang penengah tapi belum mampu menjadi pembeda dengan partai-partai lainnya. Pemberantasan korupsi sebagai agenda utama reformsi masih belum bisa diaplikasikan secara konsisten oleh PKS.

Di bawah banyang-bayang Anis Matta, melejit tinggi dan PKS melangkah jauh, merasakan nikmatnya syahwat kekuasaan dengan limpahan kemewahan namun kering dari nilai-nilai spritualis. Bahkan pada tataran elite PKS hampir tidak ada bedanya denga elite partai lain, menampilkan budaya mewah, glamor, dan parlente. Ada yang hilang dari partai dakwah dambaan umat ini. Fenomena ini disadari oleh elite PKS dan berusaha melakukan restorasi.

Kembali ke Khittah

Pada Selasa malam, 8 September 2015 saya turut hadir dalam acara “Silaturrahim dan Ta’aruf Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS dengan Pimpinan Ormas-Ormas Islam” di Kantor DPP PKS Jakarta.* (BERSAMBUNG) “Tampilnya Habib Salim”..

Ilham Kadir, Peneliti MIUMI, Kandidat Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anis Mattadakwahkhittahmaharpartai IslamPKSsyahwat politik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islamofobia barat Erdogan: Foto Selfie Palsu Nokta Bukan Kebebasan Pers
Tulisan selanjutnya Wanita Iran Ini Senang Dikunjungi dan Didoakan Raja Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?