Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Pesan Penting Ledakan Brussels: “Senjata Makan Tuan” (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Maret 2016 06:56 6:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Maret 2016 06:54
Bagikan
Musibah bom Brussel Selasa (22/03/2016)
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Oleh:  Abdel Bari Atwan

 

Problem Barat adalah ketika mereka berpihak kepada rezim-rezim Arab yang bobrok yang selama ini menyengsarakan rakyatnya, demi kepentingan Barat. Kepentingan-kepentingan pragmatis Barat ini tidak lain adalah berupa bisnis senjata, kerja sama intelijen dalam melawan rakyat sendiri, dimana  secara riil dapat kita lihat kasusnya di Libya, Suriah, Iraq, dan terakhir Yaman, sebagai bukti.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Cara-cara penyesatan, tipu-tipu dan bohong-bohongan yang dahulu pernah mereka terapkan di Timur-Tengah setelah perang dunia pertama oleh Barat nampaknya sudah tidak bisa lagi diterapkan setelah 100 tahun “Perjanjian Sykes-Picot” berlalu. Timur-Tengah sekarang bukan lagi kawasan Badui nomaden yang mayoritas penduduknya buta huruf dan dapat ditundukkan atau diotak-atik dengan gampang sesuai hawa nafsu sersan Inggris atau sersan Prancis.

Sebagaimana media dan perangkat yang digunakan untuk melakukan penolakan dan perlawanan juga sudah berubah. Pesawat tempur modern  super canggih sekarang  tidak lagi mampu mengakhiri perang dalam hitungan jam atau hitungan hari seperti di film-film perang Hollywood dulu.

Buktinya, serangan-serangan udara yang dilakukan oleh Amerika terhadap ISIS sudah berjalan selama satu tahun setengah tanpa hasil.

Buktinya, Koalisi Syiah Hautsi (Syiah al Houthi) Yaman dan Ali Abdullah Soleh sampai sekarang belum juga melambaikan bendera putih pertanda menyerah.

Libya masih saja menjadi duri yang membentang di halaman depan Eropa meskipun semua  pesawat-pesawat militer NATO sudah mengantor di sana  sejak lima tahun yang lalu.

Proses pengamanan yang dilakukan   Barat dalam rangka menjaga airport-airport mereka dan berbagai fasilitas umumnya itu,  perlu dan sah-sah saja, dan malah wajib dalam rangka menjaga nyawa rakyatnya, namun itu sifatnya hanya sementara dan tidak tepat untuk menjadi solusi keamanan  jangka panjang. Sebab, ada puluhan juta warga Muslim yang hidup di Eropa, dan mereka tidak lain adalah perpanjangan atau bagian yang tidak terpisahkan dari saudara-saudara mereka dan darah daging mereka yang hidup di Timur-Tengah yang setiap harinya dihujani serangan pesawat tempur salibis Eropa, sehingga sudah amat tepat jika kita  simpulkam bahwa kelahiran ISIS adalah salah satu dari akibat yang ditimbulkan oleh intervensi Eropa dan Amerika sendiri.

Cobalah jawab dengan jujur, sudah berapa jumlah nyawa tidak berdosa yang gugur diakibatkan oleh pesawat-pesawat tempur koalisi Amerika-Eropa di Reqqah, Dair Al-Zour, Mosul, dan daerah-daerah lainnya?

Kami tau bahwa Anda tidak mau atau memerlukan jawaban. Biar kami jelas kan. Jika ada 10 ribu  serangan udara yang kalian lancarkan terhadap kota-kota Muslim tersebut diatas, dan setiap satu serangan merenggut hanya 1 nyawa saja dari warga sipil yang tidak berdosa dan tidak ada hubungannya dengan ISIS dan bahkan benci sekali dengan ISIS; berarti sudah ada 10 ribu nyawa yang melayang tanpa tau apa salahnya.

Bagaimana, kalau setiap kali serangan udara memakan korban 10 nyawa, 25 nyawa, 115 nyawa? Silahkan hitung sendiri.

Kita bukannya tidak ikut berduka dan berbelasungkawa pada korban-korban ledakan Brussels, kerena semua korbannya adalah rakyat sipil yang tidak berdosa. Kami juga ikut mengecam semua serangan yang menargetkan manusia-manusia tidak berdosa, terlepas dari manapun mereka berasal dan terlepas siapa saja yang menjadi aktor di belakangnya.

Namun Jangan lupa, jumlah korban manusia tidak berdosa yang gugur di pihak kami oleh ulah kalian jauh lebih besar dari yang gugur di Paris dan Brussels, sehingga sudah sangat tepat jika kami terlebih dahulu bersimpati pada korban-korban yang gugur dari keluarga kami di kawasan, sebagaimana kami juga meminta Anda semua untuk memberikan simpati kepada korban sipil yang gugur di berbagai kota di Timur-Tengah. Karena mereka juga manusia biasa yang terbuat dari daging dan darah, bukan robot. Mereka juga punya keluarga, orang tua, anak-anak dan istri.

Ledakan Brussels dan ledakan Paris harusnya sudah bisa dijadikan semacam muqaddimah untuk mengevaluasi dan meninjau kembali berbagai siasat dan kebijakan Eropa dan Amerika yang sifatnya jangka pendek yang diskenarikan oleh  orang-orang yang menginginkan Barat dan ketangguhan militernya sebagai alat untuk kepentingan sebuah negara yang bernama Israel, baik secara langsung atau tidak langsung, sehingga Barat senantiasa diprovokasi untuk merusak perdamaian.

Selama Barat dan Amerika tidak merubah gaya politiknya maka ledakan-ledakan balasan akan terus berdentuman di jantung-jantung kota di Eropa dan lambat laun akan berdentum pula di Amerika, meskipun pemeriksaan keamanan dibuat super ketat. Semoga pertemuan dan wawancara Obama dengan majalah Atlantic bisa menjadi awal yang baik terkait evaluasi politik yang tadi kami sampaikan.

Ledakan-ledakan ini dan para pelakunya ingin menyampaikan pesan berdarah kepada Eropa dan Amerika dengan bahasa yang sangat jelas, bahwa: “Senjata Kalian Akan Kami Tusukkan ke Jantung Kalian Sendiri! Berhati-Hatilah!”

Abdel Bari Atwan adalah  pemimpin redaksi Rai al-Youm, situs berita dan opini berbahasa Arab. Artikel diambil dari Rai al-Youm, diterjemahkan Syafruddin Ramly  

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratbrusselEropaISISislamRaqqahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ITS Surabaya Dirikan Pusat Kajian Halal
Tulisan selanjutnya Kecap, Rumput, dan Bunda Hebat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?