Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Akhir Hidup Para Buzzer, dan Dunia Baru

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Februari 2021 20:12 8:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Februari 2021 16:39
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | MERASA  digdaya, itu banyak sebab. Dan lebih pada sokongan lingkungan. Merasa bisa lakukan apa saja, selalu bersandar pada pelindung.

Sikap digdaya itu akhir-akhir ini muncul disebagian masyarakat. Lalu orang bisa melihat perubahan itu, perubahan pada laku perangainya.

Perubahan saat hukum dilanggar, tidak ada perangkat hukum yang bisa mencegah, menangkap dan menghukumnya. Jumawa lagaknya.

Menjelmah jadi manusia digdaya sesungguhnya. Menjadi manusia terlindungi. Hukum pun berpihak tanpa reserve. Tidak ada yang menyentuhnya.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Karenanya, hukum lalu menjadi tumpul jika disasarkan padanya, meski ia jelas salah dipandangan hukum, tapi tidak dipandangan kekuasaan.

Sang digdaya itu perangainya selalu menantang, bahkan mengolok tokoh garis lurus dengan tidak selayaknya. Agama dipersekusi dengan canda dan hinaan.

Perangai digdaya ini cuma sikap yang diada-adakan. Punya tugas khusus menyerang tokoh kritis agar takut bersuara, lalu memilih hidup dengan mulut terkunci.

Perangai digdaya, sikap jumawa, itu sebenarnya manusia jadi-jadian yang diadakan, bertingkah lagak penuh kekuatan pengendali.

Manusia jadi-jadian itu akan bangkrut pada saat kekuatan penyokongnya runtuh, ia akan berserakan bagai tikus membusuk penuh belatung.

Masa itu pun akan datang, tampaknya tidak lama lagi, bagai malam berganti siang menjelang. Kehidupan lalu menjadi normal tanpa ada yang merasa digdaya.

Berbahagialah insan yang hidup di masa itu. Saling hormat dan tepa selira sewajarnya. Tak muncul narasi kebun binatang diumbar di ruang publik.

Aku berharap masih terjaga di masa itu, masa kritisisme disikapi sewajarnya, dituturkan guna maslahat pada komunitas beradab. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhir hidupbuzzerBuzzeRpdunia baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memalsukan Pendakian Puncak Everest, Nepal Larang Pendaki Asal India
Tulisan selanjutnya Cak Nun Tidak Kaget Istilah “NU Cabang Nasrani’, Apa Maksudnya?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?