Hidayatullah.com | Hidup di era digital seperti saat ini, kita dihadapkan dengan berbagai tentangan yang sebelumnya tak pernah kita pikirkan. Satu sisi perkembangan teknologi sangat membantu manusia dalam menjalankan berbagai aktivitasnya.
Namun, di sisi lain teknologi membawa dampak negatif, seperti mudahnya penyebaran pornografi, penyebaran fitnah, dan berita bohong (hoaks). Lebih parah lagi, perkembangan teknologi yang begitu cepat telah menjauhkan kita dari Allah—Pencipta alam semesta ini.
Melalui bukunya bertajuk Revive Your Heart, Nouman Ali Khan ingin mengajak kita semua untuk menjadi Muslim yang sebenarnya dengan tetap berpegang teguh pada Al-Quran. Saat ini kita terlalu asyik berselancar di dunia maya hingga melupakan tugas untuk mengabdi kepada-Nya. Kita melupakan Allah—Tuhan yang telah memberikan kita kehidupan.
Banyak orang yang frustasi karena kegagalan dalam bisnis atau kariernya. Mereka terus menyalahkan keadaan, bahkan tak sedikit yang menyalahkan Tuhan.
Mereka kecewa karena doa-doa mereka tak kunjung dikabulkan di saat mereka terpuruk. Mereka tak mau bersabar dan tak mau merenung atas segala kegagalan yang menimpa dirinya.
Tak jarang mereka melakukan tindak kejahatan untuk keluar dari persoalan hidup. Mereka tak sadar akan nikmat yang sudah Allah berikan. Allah sudah memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk memperbaiki segalanya, tapi kita tak mau bersyukur dengan semua itu.
Kita harus belajar—dan inilah yang mudah kita lupakan—untuk bersyukur atas apa yang kita miliki, dan tidak terlalu merisaukan apa yang tidak kita punya. Untuk belajar menghargai apa pun yang kita miliki karena kita tak bisa bertahan hidup tanpanya, kita menjadi fakir tanpa itu. Ketika kita benar-benar membiasakan itu secara batin, maka Allah akan berikan seluruh dunia pada kita dan apa pun isinya. Allah akan berikan tanpa batas (halaman 14).
Ketika kita merasa bahwa Allah tidak mendengarkan doa kita, itulah kemenangan bagi setan. Allah tidak pernah mengabaikan doa-doa kita. Jadi, kita tak boleh putus asa apalagi berpikir bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa kita. Teruslah menjaga hubungan baik dengan Allah melalui doa sehingga kita memiliki ketenangan hati.
Inilah pesan Nouman Ali Khan di awal pembahasan bukunya. Bukan sekadar hubungan dengan Allah yang ia kupas dalam buku ini, tapi hubungan dengan sesama manusia juga menjadi fokus utamanya. Dengan kata lain, Nouman ingin mengajak kita untuk hidup seimbang dengan terus memupuk hubungan baik dengan Allah (hablun min Allah) dan hubungan dengan umat manusia (hablun min annas).
Saat ini kita hidup di era media sosial di mana setiap orang bisa terhubung dengan yang lain tanpa ada batasan. Setiap hari kita disuguhkan dengan berbagai berita bohong, fitnah, dan kritikan dengan bahasa yang kurang mendidik. Dan yang paling menyedihkan, di era media sosial kita saling menghujat dan mencaci-maki karena perbedaan pilihan politik, etnis, dan organisasi keagamaaan. Inilah realitas yang sering kita lihat di berbagai media. Mereka lupa bahwa kita adalah bersaudara meskipun agama, etnis, dan pilihan politik berbeda.
Kita ciptakan engkau sebagai bermacam-macam etnis, bahasa, budaya—lia’arafu—supaya kalian saling mengenal, bukan supaya kalian saling berprasangka. Bukan itu tujuan menciptakan kalian dalam etnis yang berbeda-beda (halaman 50-51).
Keanekaragaman ini patut kita syukuri sebagai anugerah Allah agar kita saling menghargai, bukan saling mencaci dan menfitnah. Untuk hidup damai, aman dan tentram kita perlu terus memupuk hubungan baik dengan Allah dan juga umat manusia dengan didasarkan pada petunjuk Allah melalui Al-Quran. Inilah pesan utama yang ingin disampaikan oleh Nouman Ali Khan lewat bukunya yang merupakan kumpulan ceramah beliau. */Hermansyah Kahir, penulis buku ‘Uktub! Menyingkap Rahasia Sukses Menulis dari Nol’