Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Loge De Ster In Het Ossten, Jejak Freemasonry di Batavia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2021 11:26 11:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Oktober 2021 12:00
Bagikan
freemasonry
Bagikan

Oleh: Artawijaya

Hidayatullah.com | DE STER IN HET OSSTEN artinya Bintang Timur. Ini adalah salah satu loge terbesar milik Freemasonry di Hindia Belanda.

Orang pribumi pada masa lalu menyebut loge ini dengan sebutan “Gedong Setan” (het Deuvil Huis), karena di gedung ini para aktifis Freemasonry seringkali mengadakan ritual pemanggilan arwah dan ritual-ritual mistis khas Masonic lainnya. Pembangunan loge ini menghabiskan biaya 40.00 gulden, yang dikumpulkan dari sumbangan para aktifis Freemasonry.

Mereka kebanyakan adalah para pebisnis dan pegawai kolonial di Batavia. Iklan seruan untuk donasi agar bisa menyelesaikan pembangunan loge ini dimuat di Javaasche Courant pada 9 Mei 1856

Loge ini resminya berdiri pada 18 Juni 1837, meskipun baru selesai pembangunan dan benar-benar difungsikan pada 26 Juni 1858. Loge de Ster in het Oosten adalah gabungan dari dua loge kecil  di Batavia, yang menjadi perintis berdirinya loge-loge lain di Hindia Belanda.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Dua loge yang melebur menjadi Loge de Ster in Het Oosten ini adalah; Loge La Fidele Sincerite (Kesetian Ikhlas) yang didirikan pada 1767 dan Loge Le Vertuese (Kesucian) yang didirikan pada 1769.

Sebelumnya, tokoh Freemasonry, Jacobus Cornelis Mathieu Radermacher (1741-1743), membuka jalan bagi tersebarnya persaudaraan Mason dengan mendirikan Loge La Choisie pada 1762.

Tak ada jejak berupa gedung-gedung terkait dengan tiga loge yang menjadi pionir pada masa-masa awal kedatangan anggota Freemason di Batavia, selain Loge de Ster in het Oosten yang sekarang menjadi kantor perusahaan obat Kimia Farma ini.

Para aktivis loge ini yang terkenal adalah: P.J Meier, J.J de Jongh, H. Plantema, H. F.A Delange, P.A Bergsma, J. Dekker, A.J.H van Leeuwen, Ir. Fournier, Dirk van Hinloopen Labberton, D. Maarschalk, Calpentier Alting, dan lain-lain.

Loge de Ster in het Oosten ini terletak di Weltevreden, kawasan elit pada masa lalu yang sekarang terletak di kawasan gambir dan sekitarnya. Kawasan Weltevreden adalah wilayah jantung pemerintahan pada masa lalu, selain wilayah Koningsplein. Kantor-kantor penerbitan dan media massa milik Freemasonry dan Theosofi, markas militer, tempat ibadah, sekolah-sekolah, dan lain sebagainya banyak berada di sekitar wilayah itu.

Dalam buku Oud Batavia (Batavia Lama) yang terbit pada tahun 1935, sejarawan F. De Haan menceritakan sekilas mengenai keberadaan loge ini, termasuk tentang Vrijmetselarijweg (Jalan Freemason), yang sekarang berganti nama dengan Jalan Boedi Oetomo.

Pada 16 Januari 1909, ratusan anggota Boedi Oetomo berkumpul untuk mendengarkan openbare (ceramah umum) yang disampaikan oleh tokoh Gerakan Theosofi, Dirk van Hinloopen Labberton. Ceramah umum itu berjudul Theosofie in Verband met Boedi Oetomo (Theosofi dalam Kaitannya dengan Boedi Oetomo). Antara Theosofi dan Freemason memang ada kesamaan doktrin, sehingga banyak aktivis Theosofi yang juga anggota Freemasonry. Begitupun, banyak loge Freemasonry yang juga digunakan sebagai loge Theosofi.

Karena kedekatan antara Theosofi-Freemason dengan para aktivis pemuda pada masa  itu, terutama mereka yang tergabung dalam Boedi Oetomo, Jong Java, dan Jong Sumatranen Bond, maka Kongres Pemuda Pertama tahun 1926 diselenggarakan di Loge de Ster in het Oosten ini. Penggagas kongres ini adalah Mohammad Tabrani, aktivis Dienaren van Indie (lembaga beasiswa milik Freemasonry). Kongres pemuda pertama inilah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Kongres Jong Sumatranen Bond (JSB) pada tahun 1919, yang dibuka oleh aktivis Freemason dari Sumatera, Tengku Mansyur, juga diadakan di loge ini, sebagaimana keterangan Mohammad Hatta dalam memoirnya, “Kongres JSB yang kedua, sebagaimana biasa di gedung loge di pojok Waterlooplein. Lapangan Banteng sekarang. Sekarang gedung itu namanya Kimia Farma. Tengku Mansyur membuka kongres itu dengan pidato yang menarik..” kenang Hatta.(AW)

***

Dikutip dari buku Freemason dan Teosofi: Persentuhannya dengan Elite Modern Indonesia, Pustaka Al-Kautsar: 2019

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BataviaFreemasonry
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Maulid dan Selawat
Tulisan selanjutnya Polisi Guatemala Selamatkan 126 Migran Dari Dalam Peti Kemas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?