Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Mengubah Tak Mungkin Menjadi Mungkin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2021 08:43 8:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Agustus 2021 19:40
Bagikan
Mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin
Bagikan

Usaha baru masih dalam rencana, pekerjaan mapan saya tinggalkan. Keputusan ‘gila’, barangkali. Betapa tidak, gaji saya Rp 17 juta perbulan plus sejumlah fasilitas menggiurkan.

Bagaimanapun, keputusan saya sudah bulat. Di mata saya, menjadi pengusaha lebih menjanjikan. Tentu tidak ada yang mudah. Apalagi saya tak punya pengalaman sama sekali, kecuali sebagai wartawan. Tapi saya yakin bisa, asal kerja keras.

Peluang pertama yang saya tangkap penyanyi asal Pasuruan yang dianggap kontrovesrial. Ia saya kontrak manggung di Sidoarjo, Jember dan Banyuwangi. Namanya menjadi jaminan, melejit lewat goyang ngebornya. Jadi, keuntungannya sudah di pelupuk mata.

Manusia punya rencana, Allah jualah yang menentukan. Bukannya untung, saya malah buntung (rugi) Rp 25 juta! Penontonnya yang hadir kurang dari target. “Dan lagi, acaramu tidak barokah. Goyangnya mengundang shahwat, haram ditonton,” kata ustadz saya. Alamaaak, sudah rugi berdosa lagi.

Maka, tak ingin menambah dosa, saya memeras otak mencari bisnis baru yang bersih dan barakah. Lirik sana lirik sini, akhirnya saya menemukan sebuah real estate mangkrak di Surabaya. Berniat mengakusisi, saya pun melangkah mencari informasi. Celakanya, informasi yang saya dapat semuanya tidak menyenangkan. Perusahaan itu terbelit persoalan yang komplek, terutama hutangnya segunung. Sudah ditawarkan ke mana-mana, tidak ada yang mau.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Ah, masak sih tidak ada peluang sedikitpun. Saya penasaran. Nabi Isa as ketika melintas di sebuah jalan bersama beberapa sahabatnya, di suatu tempat, menjumpai bangkai seekor keledai. Bau busuk membuat para sahabat menutup hidung seraya bergumam.

Apa kata Nabi Isa? “Lihatlah, betapa putihnya gigi keledai itu!”

Saya merenung. Jadi, dari sesuatu yang terlihat busuk pun kita masih selalu bisa melihat sesuatu yang baik. Semuanya bergantung pada sudut pandang dan cara kita mempersepsi.

Kisah itu menginspirasi saya ketika menyimak berbagai masalah yang tengah membelit perusahaan real estate yang lagi saya timang-timang itu. Dari tumpukan masalah itu, saya melihat masih ada secercah cahaya. Lokasinya lumayan bagus. Dengan demikian, kalau saya mampu mengatasi berbagai persoalan yang super rumit ini, insya Allah saya tidak akan begitu sulit memasarkannya.

Rasa optimis muncul dalam benak saya. Tapi, begitu perusahaan itu saya akusisi, segudang masalah menghadang. Hari-hari pertama masuk kantor, banyak orang datang. Hampir semuanya marah-marah. Mulai dari aliran listrik, saluran air yang macet, dan paling berat soal hutang. Dana Rp 900 juta yang kami siapkan ludes untuk nomboki (membayar) hutang itu. Sampai-sampai saya sebagai direktur tak mampu beli pulsa handphone, karena kas benar-benar terkuras habis. Selesai?

Belum. Hutangnya masih setumpuk. Tapi di sinilah saya merasakan tangan-tangan Allah. Rupanya macam-macam, kadang tiba-tiba masuk uang dari penjualan rumah. Kadang juga si penagih bersedia ditunda pembayarannya. Belasan kali saya merasakan bantuan Allah itu.

Makanya, setiap terbentur suatu masalah saya selalu bilang kepada kawan-kawan, “Insya Allah, ada jalan keluarnya.” Bukankah setiap dibalik kesulitan, pasti ada kemudahan? Kuncinya, selain kerja keras dan sabar adalah memohon pertolongan Allah.

Kasus penyanyi ‘ngebor’ itu memberi pelajaran berharga kepada saya.

Sebelum mengakusisi, saya minta petunjuk kepada Allah, lewat shalat istiharah. Doa saya sederhana saja, “Ya Allah, kalau Engkau meridhai saya menangani perusahaan ini, berilah saya jalan. Tapi bila engkau tidak ridha, jauhkanlah saya darinya.”

Saya yakin, seberat apapun masalahnya, bila Allah membantu pasti ada jalan keluarnya. Itulah yang saya rasakan.

Kini, 2 tahun berjalan, penghasilan saya lebih besar dari yang saya dapat dari Kompas-Gramedia dengan masa kerja 17 tahun. (Basuki Subianto, seperti dituturkan dalam peluncuran buku ‘Mengubah Tidak Mungkin Menjadi Mungkin, beberapa waktu lalu. Tulisan ini dimuat di Majalah Hidayatullah). Untuk dapatkan buku ini Hubungi nomer ini : WA. 08126228139 atau KLIK DISINI (SAYA MINAT) ***

Kirimkan pengalaman menarik dan relegius anda ke email redaksi: [email protected]. Pengalaman anda akan amat berarti bagi orang lain.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bukubuku "Mengubah Yang Tak Mungkin Menjadi Mungkinmotivasimotivasi sedekah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bareskrim Polri Pastikan Akan Periksa M Kece: Penyelidikan Sedang Berjalan
Tulisan selanjutnya M. Kece Penghina Islam Kominfo Memutus Akses 20 Video dari Youtube M Kece, Bagaimana Channel-nya? Mari Tengok!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?