Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Dokter Arab Vs Dokter Eropa di Masa Perang Salib

Thoriq
Terakhir diupdate: 21 Juni 2020 20:19 8:19 pm
Thoriq
Dipublikasikan 21 Juni 2020 05:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com I DI masa penguasa Salib menduduki wilayah-wilayah umat Islam di Syam, seorang dokter Muslim dari Kota Syaizar Himsh dikirim untuk mengobati pemukim Salibis. Hal itu dilakukan karena permintaan penguasa Salibis pada waktu itu.

Setelah kembalinya ke Syaizar, Sang Dokter berkisah mengenai apa yang ia saksikan. Dimana itu ia diminta untuk mengobati seorang prajurit berkuda, yang menderita pembengkakan di betis serta seorang wanita yang menderita penyakit syaraf.

Sang Dokter pun memutuskan untuk memecahkan bisul yang diderita si prajurit, hingga akhirnya penyakitnya berangsur sembuh. Adapun untuk wanita, Sang Dokter memberikan asupan gisi yang baik dan menyiapkan lingkungan yang sesuai untuknya.

Kemudian datanglah seorang dokter dari Eropa yang berkata, ”Sesungguhnya Muslim ini tidak mengerti apa-apa tentang kedokteran.” Lantas ia pun bertanya kepada prajurit, apakah ia mau hidup dengan satu kaki, atau mati dengan kedua kaki?

Kemudian si pasien pun menjawab bahwa ia ingin hidup dengan satu kaki. Akhirnya ia pun mendatangkan sebilah kampak dan seorang lelaki berotot. Dokter itu pun memerintahkannya untuk memotong kaki si pasien dengan satu tebasan. Namun si lelaki tidak mampu memotong betis pasien kecuali dengan dua tebasan. Dan akhirnya pasien pun tewas seketika. Adapun mengenai pasien wanita, dokter Eropa pun berkata, ”Sesungguhnya setan telah merasuki kepalanya. Akhirnya ia pun mengiris kepala wanita itu dengan irisan berbentuk salib dan menaburinya dengan garam. Wanita itu pun tidak lama kemudian juga tewas. Kisah ini disampaikan oleh saksi mata yang bertemu dengan dokter Muslim itu, yakni pengelana Muslim, Usamah bin Munqidz. (lihat, Al I’tibar, hal. 152)

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Usamah bin Munqidz juga meriwayatkan sebuah kisah dari bangsawan Salib, Guillaum De Bures, mengenai kisah seorang prajurit penunggang kuda yang memperoleh pengobatan dari seorang pembesar pendeta. Dimana pendeta itu meletakkan dua bola kecil dari lilin di kedua lubang hidungnya, yang akhirnya menyebabkan Si Prajurit tewas. Akhirnya mereka yang berada di sekitar pun bertanya kepada pendeta, apakah laki-laki itu mati? Pendeta itu pun menjawab,”Ya, ia telah menderita rasa sakit yang amat sangat pedih, maka aku membebaskannya darinya dengan cara ini.” (lihat, Al I’tibar, hal. 156, 157)

Sebagaimana juga dikisahkan bahwasannya ketika Richard hendak menyerang Baitul  Maqdis dengan sisa-sisa semangat yang ia miliki, saat itu sakitnya semakin parah. Akhirnya ia pun menawarkan perdamaian dengan Shalahuddin (Shalahuddin al Ayyubi, red). Saat itu, Richard juga meminta kepada Shalahuddin buah-buahan dan minuman dingin. Akhirnya Shalauddin pun mengirim untuk Richard, buah-buahan beserta dokter pribadinya untuk memberikan pengobatan. (dalam Qishshah Al Hadharah, 15/44)

Eropa Belajar dari Kedokteran Arab

Ketertinggalan Eropa dalam kedokteran memacu mereka untuk manfaat dari ilmu kedokteran Arab. Akhirnya mereka memulai untuk menterjemahkan buku-buku kedokteran dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Di masa pemerintahan Salib, para peneliti menyebutkan ada dua kitab yang diterjemahkan, yakni kitab Al Kamil Ashan’ah Ath Thibbiyah karya Ali bin Abbas yang diterjemahkan di Anthakiya tahun 532 H dan Sirr Al Asrar yang disebut sebagai karya Aristoteles yang diterjemahkan juga di Anthakiya tahun 542 H. Kedua kitab itu akhirnya menjadi rujukan utama ilmu kedoteran di Eropa. (dalam Tarikh Ulum ‘Inda Al Arab, 281).

Kemudian akhirnya kitab-kitab kedokteran Arab lainnya menjadi rujukan penting. Sebagaimana kitab Al Hawi karya Abu Bakr Ar Razi, yang telah menjadi rujukan di Eropa selama 400 tahun. Sedangkan di Fakultas Kedokteran di Paris 600 tahun lalu, perpusatakannya tidak memiliki koleksi kecuali hanya satu kitab ini, yakni Al Hawi. (dalam Al Maujiz fi Tarikh Ath Thibb wa Ash Shaidaliyah Inda Al Arab, hal. 28).

Bahkan, sebagian dari universitas kedokteran Eropa mensyaratkan para mahasiswanya yang hendak terjun dalam praktik medis untuk mengikuti ujian khusus mengenai kitab Al Qanun karya Ibnu Sina, kitab Al Kulliyat karya Ibnu Rusyd, serta Al Maqalah As Sabi’ah dari kitab Al Manshuri karya Ar Razi. (dalam Buhuts fi Tarikh Al Islam wa Hadharatuhu, hal. 611).*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dokter ArabDokter EropaPerang SalibShalahuddin al Ayyubi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Riset: Coronavirus Kemungkinan Sudah Ada di Italia Sejak Desember 2019
Tulisan selanjutnya Komisi I: Data Pasien Tes Covid-19 Diduga Bocor, Perkuat Keamanan Siber

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?