Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Para Pedagang adalah Ulama, Majelis Ilmu di Pasar-Pasar

Thoriq
Terakhir diupdate: 11 Juli 2020 20:11 8:11 pm
Thoriq
Dipublikasikan 11 Juli 2020 03:26
Bagikan
Bagikan

ADA masa dalam peradaban Islam, dimana masyarakatnya dari berbagai latar belakang profesi memiliki kesadaran dalam menuntut ilmu. Hal itu dikarenakan ada motivasi bagi umat Islam, untuk tetap menuntut ilmu, namun di sisi lain harus menunaikan kewajiban dalam mencari nafkah.

Dengan munculnya kesadaran itu, maka proses menuntut ilmu tidak hanya dilakukan di masjid-masjid atau madrasah, tapi juga di tempat manusia mencari nafkah, di pasar, toko, ataupun perkebunan.

Ketika para penuntut ilmu dan ulama terlibat dalam transaksi muamalah baik dalam perdagangan maupun yang lainnya, maka tak jarang di tempat-tempat transaksi dan bekerja diisi dengan aktivitas belajar mengajar. Hal ini dilakukan oleh banyak ulama. Imam Waqi` meski seorang ulama besar pada siang hari ia rela berjalan berpanas-panas saat unta tidur siang, untuk mendatangi para pekerja penyiram tanaman untuk menyampaikan Hadits kepada mereka, seraya berkata,”Mereka ada kaum yang memiliki mata pencarian, mereka tidak bisa datang kepadaku.” Akhirnya ia pun menyampaikan Hadits kepada mereka dengan ketawadhu’annya. (Al Jami’ li Akhlaq Ar Rawi, hal. 91)

Al Walid bin Utbah biasanya menyampaikan Hadits dari kitab Al Walid bin Muslim di masjid. Namun ketika ada seseorang yang datangnya  terlambat, maka Al Walid mengulang kembali apa yang ia sampaikan. Namun ketika hal itu berulang-ulang, Al Walid bin Utbah pun merasa kepayahan dan ia pun menegurnya. Laki-laki itu pun menyampaikan bahwasannya ia perlu mencari nafkah sehingga tidak bisa mendatangi majelis Al Walid lebih awal. Sejak itu Al Walid bin Utbah melarang laki-laki itu datang ke majelisnya, Al Walid sendiri yang mendatanginya di tokonya untuk menyampaikan Hadits. (Al Jami’ li Akhlaq Ar Rawi, hal. 91)

Hadits-hadits yang Diriwayatkan di Pasar

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Bahkan ada Hadits-hadits yang proses periwayatannya di pasar, diantaranya adalah hadits keutamaan Ummahat Al Mukminin yang diriwayatkan di toko Ali bin Al Hasan bin Dawud Ar Razzaz. (Al Arba’in fi Al Manaqib Ummahatul Mukminin, hal. 106)

Adapun Abu Al Qasim Thalhah bin Umar Al Hadzdza’, penjual sepatu meriwayatkan Hadits, yang artinya,”Janganlah kalian mengalungkan mutiara di leher-leher babi,” di tokonya. (Tarikh Baghdad, 9/350)

Sebagaimana Abu Zakariya Al Marawihi, yang meriwayatkan di dalam tokonya Hadits mengenai terbunuhnya Shahr bin Al Anshari oleh Ikrimah bin Abi Jahl. (Tarikh Dimasyq, 41/58)

Demikian juga Abu Al Hasan Naja bin Muhammad Al Aththar, yang merupakan penjual minyak wangi meriwayatkan di tokonya di Damaskus, sebuah Hadits, yang artinya,”Aku tidak melihat orang-orang yang saling mencintai seperti pernikahan.” (Tarikh Dimasyq, 61/ 460)

Abu Bakr Muhammad bin Ahmad (781 H) juga seorang periwayat Hadits berasal dari Damaskus. Ia memiliki tanah yang luas, yang sebelum ia wafat ia bagi-bagikan ke ahli warisnya. Sedangkan ia sendiri memilih mengisi hari tuanya dengan menyima’ Hadits di kebunnya. (Al Maqshad Al Arsyad, 3/153)

Tidak hanya hadits, fiqih juga diajarkan di tempat transaksi jual-beli Muhammad bin Ali bin Al Hasan adalah seorang faqih Baghdad (555 H). Meski demikian, ia juga berjualan minyak wangi dan obat-obatan. Di tokonya para ulama datang untuk belajar kepadanya kitab faraidh yang terletak di pasar parfum. (Thabaqat Asy Syafi’iyah Al Kubra, 6/150)

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Tinggi Turki Batalkan Hagia Sophia jadi Museum, akan Kembali untuk Sujud dan Ruku’
Tulisan selanjutnya “Bicara Ketahanan Keluarga, Pilihan Hidupnya Bukan Baik dan Buruk…”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?