Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Pancasila dan Kaitannya dengan Filsafat Hidup Umat Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2021 10:42 10:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2021 12:00
Bagikan
Upacara bendera HUT RI ke-72 di Hidayatullah Surabaya, Kamis (17/08/2017).
Bagikan

oleh: Aisyah Chairil

Hidayatullah.com | PERINGATAN hari lahir Pancasila adalah sebuah momentum  yang diperingati setiap tahun. 1 Juni menjadi memori bersejarah tentang lahirnya sebuah meta narasi yang menjadi Philosophie Grondslagh (sumber filsafat) orang Indonesia.

Spirit lahirnya, melewati ijtihad konstitusional yang penuh pertimbangan. Sehingga disetiap silanya mengandung sumber ontologis, epistemologis dan aksiologis, sebagaimana yang dinyatakan Kaelan, Guru besar Pancasila.

Dalam pemaknaan yang lebih luas dan fundamental, Hamid Fahmy Zarkasyi menilai bahwa Pancasila adalah sebagai cara pandang (worldview) masyarakat Indonesia khususnya bagi umat Islam. Unsur ketuhanan pada sila Pertama menempati posisi utama untuk mengidentifikasi dan menilai apakah seseorang pancasilais atau tidak berdasarkan agamanya, baru kemudian berlaku penilaian terhadap sila-sila berikutnya sebagai sumber pendukung spiritualitas warga negaranya.

Meskipun epistemologi atau sumber kebenaran dalam memaknai spiritualitas masing-masing agama berbeda-beda. Bagi orang Islam, sumber spiritualitas itu bersumber pada  Wahyu, yakni Al-Quran dan Sunnah.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Untuk mencapai pemahaman mengenai Pancasila dan kaitannya dengan epistemologi pendidikan, perlu kurikulum Pancasila di setiap institusi pendidikan. Hal ini relevan dengan pandangan Dr Adian Husaini, dosen pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun, bahwa Penting pengajaran Pancasila dalam kurikulum pendidikan.

Hal ini menyentuh Institusi Pendidikan yang mencakup perguruan tinggi Islam dan umum, pondok pesantren, sekolah negeri dan swasta termasuk dalam organisasi pelajar dan mahasiswa serta komunitas pendidikan lainnya. Ini perlu agar Pancasila ditemukan di setiap ruang hidup manusia, misalnya di temukan di rumah, di sekolah, di Universitas dan institusi, di pasar, di mesjid dan berbagai tempat lainnya.

Pancasila harus dipahami sebagai sumber moral sekaligus sebagai alat kontrol. Moral yang mengatur tentang setiap ucapan, pikiran dan tindakan yang berkenaan dengan baik dan buruk. Tentu ukuran baik setiap agama berbeda-beda. Namun, Islam telah mewariskan bahwa sumber moral tidak hanya berdasarkan pada nilai-nilai yang diwariskan bangsa tetapi tersembunyi secara hakikat (Haqq) di dalam Pancasila.

Haqq, bagi Syed Naquib Al-Attas diartikan sebagai realitas yang sampai kepada hakikat. Hakikat ini, bagi umat Islam dapat dipahami apabila bersumber pada ajaran Islam. Pemaknaan kebenaran yang sampai kepada Tuhan, yang bersumber dari  Wahyu Al-Quran dan Sunnah.

Menjadi muslim di Indonesia adalah sebuah amanah besar guna menjaga komitmen epistemologis ini.  Nilai spiritualitas yang tinggi belum lah cukup perlu di dukung oleh tindakan aksiologis yang kuat.

Bukan hanya sekedar pesan epistemologis, tetapi sampai kepada amalan hidup umat Islam khususnya dan warga negara umumnya. Menjalankan perintah agama dengan sebaik-baiknya, mengutamakan adab dalam setiap langkah dan tindakan, mewujudkan keadilan pada manusia, menjunjung tinggi prinsip persatuan atau ukhuwah Islamiyyah, menghargai perbedaan dan pendapat, menjaga dan berbuat baik pada alam semesta.

Tentu masih banyak amalan lain yang diajarkan setiap agama, meskipun berbeda-beda tentu keputusan setiap individu untuk memilih agama yang mana tetap perlu dihargai, inilah salah satu pesan Pancasila dalam mewujudkan persatuan bangsa, “Bhineka Tunggal Ika”.  Bagi umat Islam tentu ajaran itu menjadi akhlak yang harus dikedepankan.

Demikian ajaran filosofis Pancasila, ia tidak hanya berkutat di ruang pikiran tetapi nilainya dapat ditemukan di segala ruang. Tugas kita sebagai umat Islam ialah menjaga amanah epistemic ini, agar benar-benar menjadi ijtihad yang bersumber pada kebenaran yang hakiki. Ir. Soekarno pernah berpesan tentang “jas merah”, jangan sesekali melupakan sejarah.

Pesan ini sangat mendalam untuk dimaknai, agar generasi bangsa tidak latah dan lupa dengan identitas bangsanya.

Lahirnya Pancasila, terbentuknya bangsa Indonesia yang merdeka tidak terlepas dari perjuangan umat Islam. Tugas kita hanya menjaga, meneruskan dan mewariskan pada setiap generasi.

Maka dari itu, Islam memerintahkan agar ridak meninggalkan generasi yang lemah. Maka, penting untuk mengajak generasi hari ini, menoleh ke belakang sejenak, mengevaluasi sekaligus merefleksi, apakah kita menjaga pesan mulia ini, atau justru malah menodai, timbangan itu ada pada diri kita masing-masing.

Selamat hari Pancasila, semoga kita menjadi muslim yang semakin taat dan beradab. Aamiin.* 

Alumni PKU-UNIDA Gontor angkatan ke-14

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filsafat hidupislamIslam dan Pancasilapancasila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Sebut Sektor Halal telah Memberi Sumbangan Signifikan Pemulihan Ekonomi
Tulisan selanjutnya gencatan senjata Hamas: Kelanjutan Gencatan Senjata Tergantung pada Perilaku ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?