Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Benarkah Semua Agama Sama?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2021 19:32 7:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2021 18:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: KH. Athian Ali M. Da’i, Lc.,MA

Hidayatullah.com | PERNYATAAN “Semua Agama itu sama, dan di mata Tuhan semua Agama itu benar” tentu sangat sulit diterima oleh setiap orang yang beragama.  Bagaimana tidak, pernyataan seperti itu tentunya akan melahirkan pertanyaan:  Siapa Tuhan yang dimaksud dalam pernyataan tersebut?  Karena tidak ada satu agama pun dalam keyakinan masing-masing orang beragama yang Tuhannya menyatakan pernyataan seperti itu.

Setiap orang yang beragama pasti meyakini jika agamanya-lah yang benar dan yang lain tidak benar. Akal sehat setiap orang pasti akan menyatakan, jika kebenaran itu pasti hanya satu. Mustahil kebenaran bisa lebih dari satu sementara yang satu dengan yang lainnya saling bertentangan dan bertolak-belakang.

Ketika ada seseorang mengatakan jika Si X sedang sakit di Bandung. Pada saat yang sama yang lain menyatakan jika Si X sedang ke Surabaya. Sementara yang lain malah menyatakan jika Si X sedang melaksanakan umrah di Tanah suci, (padahal Si X itu hanya seorang) maka mustahil ketiga berita itu semua benar. Yang mungkin benar,  semua berita tentang Si X itu salah,  karena yang benar si X ada di Jakarta, misalnya. Atau salah satu dari tiga berita itu yang benar yaitu Si X sedang Umrah. Jika yang benar itu Si X sedang umroh, maka berita yang selain itu semua salah dan tidak benar.

Atau dalam contoh lain, menurut seseorang Si X belum menikah. Pada saat yang sama orang lain menyatakan Si X telah menikah tapi belum punya keturunan. Sementara yang lain lagi menyatakan jika Si X itu telah menikah dan punya anak.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Maka mustahil ketiga berita tentang Si X itu benar. Jika yang benar itu Si X belum menikah, maka berita bahwa Si X telah menikah tapi belum punya anak dan atau telah menikah dan punya anak pasti berita yang tidak benar.

Dengan demikian, ketika seorang meyakini agama yang diyakininya-lah yang benar, maka semua yang berbeda dan bertentangan dengan agama tersebut dalam keyakinan dirinya pasti tidak benar. Sebagai misal, ketika seorang muslim meyakini hanya Islamlah satu-satunya agama yang benar yang diturunkan Allah SWT kepada manusia, maka jika ada seseorang memilih  beragama selain Islam maka pasti pilihannya itu tidak benar dan ditolak oleh Alloh  (Q.S .Ali Imraan:85)

Fanatik dalam batasan keyakinan seperti ini mutlak harus dimiliki oleh setiap orang yang beragama. Karena jika ada seseorang meyakini semua agama benar, padahal jelas masing-masing agama memiliki prinsip keyakinan dan syariat yang berbeda, maka tidaklah salah jika dikatakan, jangan-jangan yang bersangkutan tidak memiliki keyakinan dalam beragama.

Yang tidak bisa dibenarkan adalah fanatik dalam bentuk misalnya memaksa orang lain untuk meyakini kebenaran agama Islam yang tidak diyakininya (Q.S. Al Baqaroh:256).  Atau melakukan penodaan, pelecehan dan penghinaan terhadap agama yang dianut orang lain.

Justeru sebaliknya, setiap orang dituntut untuk menghormati dan menghargai hak setiap orang untuk memiliki agama yang berbeda dengan agama yang diyakininya.  Inilah sesungguhnya hakikat dari toleransi “Lakum diinukum waliyadiin”  – Bagi kalian agama kalian dan bagi aku agamaku  – (QS:  Al Kaafiruun : 6).

Dengan demikian, pernyataan bahwasanya semua agama itu sama dan di mata tuhan semua agama itu benar, sangat tidak masuk akal sehat. Apalagi jika dikesankan seolah-olah pernyataan tersebut disandarkan kepada Tuhan, karena menurut semua agama, tidak pernah Tuhan menyatakan pernyataan seperti itu.*

Ketua Umum (Ketum) Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) / Ketum ANNAS Pusat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:beragamalogikapemikiransemua agama sama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Netty Aher: Jumlah guru yang divaksin DPR Minta Pemerintah Terus Lobi WHO, Agar Indonesia punya Andil Produksi Vaksin Global
Tulisan selanjutnya utusan khusus myanmar ASEAN Kirim Bantuan ke Myanmar, Indonesia Sumbang Rp 2,8 M

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?