Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Kritik Terhadap Sains Modern [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2015 14:43 2:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2015 14:43
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Ilham Kadir

Keempat, sains tidak sepenuhnya objektif, netral, dan bebas nilai seperti yang diasumsikan kebanyakan orang (mainstream).

Teori-teori imparsial diasumsikan terbukti oleh fakta-fakta imparsial yang teramati, namun, beberapa perintis metode eksperimental, seperti Claude Bernard mengakui bahwa mereka dapat menafsirkan fakta-fakta hanya dengan bantuan ide-ide yang telah ada sebelumnya (preconceived ideas) yang tanpanya fakta-fakta itu tetap menjadi fakta-fakta kasar yang tidak memiliki makna dan nilai ilmiah, (Rene Guenon, The Crisis of Modern World, edisi ke-4 [Ghen, New York: Sophia Perrenis et Universalis, 1996], halaman 68).

Subjektifitas, agenda tersembunyi, dan niat dapat menyelusup dalam proses ‘observasi’ metode ilmiah dan terutama penafsiran atas hasil-hasilnya, (Paul Feyerband, Against Method, [London: Verso, 1984], halaman 339).

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Kajian dan penelitian yang lebih mendalam misalnya atas teori evolusi tentang “mereka yang terlahir sebagai homoseks” akan menyingkap fakta tersebut. Perusahan-perusahan raksasa multinasional seperti industri farmasi membiyai riset yang melibatkan sains ‘gadungan’ alias ‘bogus science’ guna melayani kepentingan mereka untuk meraup laba. Lebih dari itu, bidang fisika kuantum dengan meyakinkan telah memperlihatkan.

Bahwa pengamat partikel-partikel subatomik pada kenyatannya tidak netral, tetapi memengaruhi ‘apa yang diamati’. Perbedaan metodologi yang digunakan masing-masing ilmuan terbukti mengubah jalan yang ditempuh oleh partikel-partikel subatomik.

Kelima, keterbatasan lain metode ilmiah adalah dalam hal asumsi bahwa setiap hipotesis atau teori dapat dibuktikan oleh fakta-fakta yang teramati, padahal, kenyataannya, fakta-fakta yang sama dapat selalu dijelaskan dengan sama baiknya oleh beberapa teori yang berbeda. (Rene Guenon., Op. Cit., halaman 68).

Jarang sekali seluruh hipotesis yang potensial mendapat pengujian. Di sini lagi-lagi agenda terselubung dan motif tersembunyi kerap kali turut bermain. Seperti teori-teori alternatif yang tidak diuji dan dikesampingkan demi sebuah teori yang lebih populer.

Keenam, indra kerap menipu kita, melihat tidak selalu berarti harus memercayai. Diketahui bahwa fenomena seperti ilusi atau deviasi optik dapat menipu penglihatan kita. Rene Descartes (1596-1650) yang menempatkan setiap kepercayaan dan subtansi berhadapan dengan apa yang dikenal sebagai ‘keraguan radikal’, mengakui fakta ini, dan bahkan mengatakan bahwa seluruh hidupnya tidak lebih dari suatu mimpi besar. (Rene Descartes, Meditations on the First Philosophy, Cambridge, 1986).

Dengan demikian, dari perspektif ini kita bahkan tidak dapat 100% pasti bahwa objek-objek yang kita amati, seperti pot bunga di atas meja, benar-benar ada. Lebih dari itu, ada relativitas yang menyertai indra kita, seperti dibuktikan oleh fakta bahwa banyak hewan seperti anjing dan kelelawar memiliki indra lebih kuat yang tak mampu ditangkap oleh persepsi manusia. Juga diketahui bahwa persepsi manusia hanya dapat menangkap porsi yang sangat terbatas dari spektrum elektromagnetis. Di sini, lagi-lagi kita harus ingat bahwa semata-mata karena tidak dapat mendengar, melihat, atau mencium sesuatu, tidaklah berarti sesuatu itu tidak ada.

Ketujuh, sains sampai hari ini belum dapat menyediakan jawaban bagi problem-problem etika dan moral yang begitu kompleks muncul di dunia modern.

Hal ini mungkin tanpak jelas, namun ada cukup banyak orang yang dengan keyakinan buta-nya pada sains dan kemajuan bagitu luas, sehingga membawa mereka pada kesimpulan bahwa mereka akhirnya akan mengatasi segala macam problem yang dihadapi umat manusia.

Ide tentang kemajuan yang berkesinambungan berdasarkan sains ini berakar pada Zaman Pencerahan dan Revolusi Prancis pada abad ke-18. Namun, kebanyakan problem etika dan moral berada di luar wilayah sains.

Selain itu, fakta bahwa problematika moral, etika, dan sosial lainnya belum bisa dikurangi, dan nyatanya meningkat pada era industrialisasi dan informasi ini, sains dan teknologi menjadi bukti yang mencolok bahwa problematika semacam itu belum dapat teratasi dengan baik, (Rujuk misalnya, Saiyad Fareed Ahmad & Saiyad Salahuddin Ahmad, God, Islam, and the Skeptic Mind: A Study on Faith, Religious Diversity, Ethics, and the Problem of Evil, Kuala Lumpur: Blue Nile Publishing, 2004)).

Dengan mengkritik sains modern, tentu saja tidak bermaksud untuk mengabaikan sama skali metode-metode ilmiah. Temuan-temuan sains telah memberikan nilai praktis yang sangat banyak. Namun, perlu juga diakui bahwa temuan-temuan semacam itu memiliki keterbatasan inheren dan tidak dapat dianggap bebas dari kekeliruan atau dianggap sebagai kebenaran mutlak yang tidak dapat diragukan.*

Peserta Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) BAZNAS-DDII & Mahasiswa Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmumodernpengetahuansains
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penduduk Papua Suka Orang Muslim Karena Baik dan Jujur
Tulisan selanjutnya Hamas Ambil Alih Pesawat Pengintai Zionis Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?