Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Boleh Jadi Suporter, “Haram” Berfanatik!

Thoriq
Terakhir diupdate:
Thoriq
Dipublikasikan 28 Desember 2010 15:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–- Sepak bola kini menjadi tren di dunia, tidak ketinggalan di Tanah Air yang saat ini sedang gegap gempita mendukung Tim Nasional Garuda. Hanya saja, biasanya, kecintaan terhadap olah raga satu ini terkadang melahirkan pertikaian antar pendukung. Bagaimana Islam memandangnya?

Dr. Salman Audah, seorang ulama asal Saudi berpesan agar para suporter tidak fanatik.
Tokoh yang juga penanggung jawab situs Islam Today ini menyampaikan, bolehnya ikut serta menjadi suporter sepak bola di tribun, karena hal itu termasuk perkara mubah. Akan tetapi, beliau mengingatkan agar sifat fanatisme terhadap club oleh raga dihilangkan, hingga tidak menimbulkan pertikaian antara pendukung.
Boleh Sujud Syukur, Dilarang Curang
 
Ia juga berpendapat bolehnya bagi pemain melakukan sujud syukur, setelah tim kesayangannya berhasil mencetak goal. Namun, Salman Audah juga menjelaskan bahwa prilaku pemain yang disengaja untuk menipu wasit, guna memperoleh kesempatan tendangan pinalti atau hal lain yang menguntungan tidak diperbolehkan.

”Itu adalah perbuatan yang dilarang, karena termasuk menipu dan berbuat curang.”
Pendapat beberapa masalah ini pernah ia sampaikan di komplek club bola Al Ahli, di Jeddah, pada tanggal 19 April 2009 lalu, di hadapan 700 peserta.

Pemain Saudi sendiri dipandang sebagai pihak yang memulai membudayakan ”sujud syukur di lapangan”, yakni pada 1994 di, di saat mereka menjadi peserta di pertandingan piala dunia di Amerika.

Mengenai bolehnya menjadi suporter, keadaan Saudi memang berbeda dengan dengan kondisi di negara lain, di mana di negeri ini semua suporter adalah laki-laki, sehingga ikhtilath dengan lawan jenis tidak ditemui, apalagi pertandingan biasanya diselenggarakan di malam hari, hingga tidak mengganggu waktu shalat. 
Sayangnya, Dr. Salman Audah tak membahas halal-haramnya permainan bola menjadi ajang taruhan dan politik sebagaimana terjadi di Indonesia. [tho/Iol/hidayatullah.com]

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MER-C Berencana Lakukan Ekspidi ke Gaza Via Darat
Tulisan selanjutnya “Spanduk” LDII Ikut Ramaikan Musda MUI Jatim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

3 September 2026 14:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?