Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hari Valentine Nuansa Hindu Masyarakat India Diminta Peluk Lembu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Februari 2023 13:49 1:49 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Februari 2023 13:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Departemen kesejahteraan hewan yang dikelola pemerintah India meminta masyarakat untuk memeluk hewan lembu atau sapi guna mempromosikan nilai-nilai Hindu dalam perayaan Hari Valentine tahun ini.

Dewan Kesejahteraan Hewan India, hari Rabu (8/2/2023), mengatakan bahwa “memeluk sapi akan membawa kekayaan emosional dan meningkatkan kebahagiaan individu dan kolektif.”

Mereka meminta agar orang-orang keluar dan memeluk sapi secara fisik pada 14 Februari, lapor Associated Press.

Para penganut Hindu, yang menyembah hewan lembu sebagai makhluk suci dan setara atau bahkan lebih tinggi dari ibu manusia, mengatakan perayaan Hari Valentine bertentangan dengan nilai tradisional masyarakat India.

Namun, tidak semua orang setuju dengan imbauan tersebut.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Nilanjan Mukhopadhyay, seorang analis politik, mengatakan imbauan itu “sama sekali gila, bertentangan dengan logika.”

“Bagian yang menyedihkan dari hal ini adalah adanya restu resmi dari pemerintah,” kata Mukhopadhyay. “Ini membuktikan lenyapnya satu lagi garis yang memisahkan antara negara dan agama, yang mana hal ini sangat meresahkan. Sekarang negara melakukan apa yang selama ini dikampanyekan oleh kelompok-kelompok politik dan agama untuk dilakukan.”

Beberapa tahun belakangan, penganut Hindu garis keras menyerbu toko-toko di berbagai kota di India, membakar kartu ucapan dan kado Hari Valentine. Tidak hanya itu, ekstremis Hindu bahkan mengejar pasangan yang kelihatan berpegangan tangan di restoran dan taman, dengan alasan Hari Valentine mempromosikan pergaulan bebas. Kelompok politik Hindu garis keras seperti Shiv Sena dan Bajrang Dal mengatakan aksi-aksi seperti itu akan membuka jalan untuk menegaskan kembali identitas Hindu.

Anak muda India terpelajar terlepas dari apa agama mereka biasanya menghabiskan liburan di taman dan restoran, bertukar hadiah dan mengadakan pesta untuk merayakan Hari Valentine seperti festival India lainnya, terutama sejak India memulai proses liberalisasi ekonomi pada awal 1990-an.

Pemerintah nasionalis Hindu yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi mendorong agenda Hindu, mengupayakan supremasi agama Hindu dengan mengorbankan prinsip negara sekuler India yang terkenal dengan keberagamannya. Umat ​​​​Hindu mencakup hampir 80% dari sekitar 1,4 miliar penduduknya. Muslim mencakup 14%, sedangkan Kristen, Sikh, Buddha dan Jain mencakup dari 6% sisanya.

Sebagian besar negara bagian di India memberlakukan larangan penyembelihan sapi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hari valentineHeadlineHinduIndialembusapi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Berada di Salah Satu Zona Gempa Paling Aktif di Dunia
Tulisan selanjutnya PWI Berharap KUHP Tidak Digunakan untuk Memenjarakan Jurnalis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?