Hidayatullah.com– Iran, hari Kamis (23/2/2023), secara langsung mengakui tuduhan dari para inspektur internasional yang mengatakan bahwa pihaknya mengayakan uranium hingga kemurnian 84 persen untuk pertama kalinya, yang artinya Iran semakin dekat dengan tujuan membuat bom nuklir.
Dilansir Associated Press, kabar tersebut disiarkan oleh situs web berita Nour News, media yang memiliki keterkaitan dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi yang dibina oleh pemimpin spiritual Syiah Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran acknowledges accusation it enriched uranium to 84 percent
Nour News secara terpisah dijatuhi sanksi oleh Kanada karena dianggap berpartisipasi dalam pelanggaran HAM berat dan sistematis dan melanggengkan kegiatan disinformasi untuk membenarkan penindasan dan penganiayaan oleh rezim Iran terhadap warganya di tengah aksi-aksi protes yang merebak di Iran beberapa bulan terakhir menyusul kematian Mahsa Amini.
Sebelum pemberitaan oleh Nour News ini, Iran tidak seacra langsung mengakui tuduhan yang disampaikan oleh para inspektur dari International Atomic Energy Agency (IAEA) yang mengatakan Iran sudah mengayakan uranium hingga 84 persen.
Bloomberg pertama yang mengabarkan pada hari Ahad bahwa para inspektur mendeteksi uranium Iran dikayakan hingga 84 persen. IAEA, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berbasis di Wina, tidak membantah berita tersebut dan hanya mengatakan bahwa pihaknya sedang mendiskusikan dengan Iran hasil pemeriksaan baru-baru ini.
Dalam komentarnya hari Kamis ini, Nour News mendesak IAEA agar tidak tidak termakan oleh hasutan negara-negara Barat dan menyatakan bahwa program nuklir Iran “benar-benar damai.”
Tidak jelas dimana pengayaan uranium hingga 84 persen itu terjadi, meskipun IAEA mengatakan pihaknya menemukan kaskade sentrifugal IR-6 canggih di fasilitas nuklir di bawah tanah di Fordo. Iran diketahui telah memperkaya uranium di Fordo hingga kemurnian 60 persen — tingkat yang menurut para ahli nonproliferasi tidak memiliki kegunaan sipil bagi Teheran. Uranium untuk keperluan pembuatan senjata nuklir dikayakan hingga 90 persen.
Iran juga mengayakan uranium di fasilitas nuklir Natanz.*