Hidayatullah.com– Oposisi dan media Turki, hari Ahad (26/2/2023), mengkritik Bulan Sabit Merah katena menjual tenda dan bukannya menyumbangkannya kepada korban gempa yang kehilangan rumahnya.
Menurut Cumhuriyet Daily, Bulan Sabit Merah Turki sudah menjual 2.050 tenda kepada organisasi amal lokal Ahbap dengan tottal harga 46 juta lira ($2,4 juta), lansir AFP.
Gempa, yang mengguncang pada 6 Februari, menewaskan lebih dari 44.000 di Turki dan Suriah
“Ini skandal,” kata Murat Agirel, jurnalis Cumhuriyet yang mengungkap kabar perihal penjualan tenda tersebut.
“Organisasi bantuan terbesar Turki, Bulan Sabit Merah, menjual tenda alih-alih membagikannya secara gratis kepada mereka yang membutuhkan ketika orang-orang memintanya tiga hari setelah gempa,” kata Agirel.
Kepala Bulan Sabit Merah Turki Kerem Kinik mengkonfirmasi di Twitter bahwa Kizilay Cadir, anak cabang dari organisasinya yang bertanggung jawab memproduksi tenda, memasoknya ke Ahbap “dengan sejumlah biaya”.
“Kerja sama Bulan Sabit Merah dengan Ahbap bermoral, masuk akal dan etis,” kata Kinik seperti dikutip AFP.
Namun, sejumlah tokoh oposisi menyeru agar pimpinan Bulan Sabit Merah itu mundur.
“Anda memalukan,” ujar Meral Aksener, pimpinan partai nasionalis Iyi Party, di Twitter.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding mereka yang mengkritisi Bulan Sabit Merah “tidak jujur dan keji”.
Menanggapi komentar Erdogan itu, pemimpin partai oposisi utama, Kemal Kilicdaroglu, dalam cuitan di Twitter menuding Erdogan telah “menghina para korban gempa”.
Pemerintah Turki sendiri dituduh gagal mendistribusikan tenda yang cukup, bantuan kemanusiaan dan tim bantuan di beberapa lokasi pada hari-hari setelah gempa, sebagaimana disampaikan sejumlah warga yang pemukimannya dihantam gempa lewat video yang disebarkan lewat media sosial.*