Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dokter Australia Dibebaskan Al-Qaeda Afrika Setelah 7 Tahun Diculik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Mei 2023 13:51 1:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Mei 2023 13:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang dokter Australia berusia 88 tahun yang ditawan oleh kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) selama lebih dari tujuh tahun akhirnya dilepaskan.

Dr Kenneth Elliott dalam keadaan selamat fan baik dan telah berkumpul bersama keluarganya, kata Kementerian Luar Negeri Australia Jumat (19/5/2023).

Dokter itu dan istrinya diculik pada 2016 dekat perbatasan antara Mali dan Burkina Faso, di mana mereka menjalankan sebuah klinik kesehatan selama lebih dari 40 tahun.

AQIM kala itu mengatakan pihaknya telah menculik pasangan tersebut.

Istrinya, Jocelyn, dilepaskan tiga pekan setelah muncul kecaman publik dan ada “arahan” dari pemimpin AQIM agar tidak melibatkan perempuan dalam perang.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berasal dari Perth, Dr Elliott dan istrinya mengelola klinik berkapasitas 120 tempat tidur di kota Dijbo di Burkina Faso di mana dia merupakan satu-satunya dokter bedah.

Menyusul penculikan mereka, penduduk setempat membuat laman Facebook untuk mengkampanyekan pembebasannya.

“Elliott seorang Burkinabe and seseorang yang berperikemanusiaan… Dia mencerminkan jiwa kemanusiaan yang terbaik,” tulis salah satu unggahan di laman tersebut.

AQIM dan kelompok-kelompok bersenjata lain di kawasan utara dan barat Afrika sejak lama menggunakan penculikan demi uang tebusan sebagai cara menggalang dana.

AQIM, yang berakar dari perang sipil di Aljazair tahun 1990-an, beroperasi di kawasan Sahel di selatan Gurun Sahara dan menyebar ke Mali serta Burkina Faso.

Pada 2013 Prancis, bekas penjajah kawasan itu, mengirimkan 5.000 tentara ke Mali untuk memerangi AQIM dan sekutunya. Pada 2020 pasukan Prancis membunuh pemimpin AQIM Abdelmalek Droukdel.

Namun, Prancis menarik pasukannya karena keberadaan mereka sudah tidak lagi disukai oleh masyarakat setempat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada aparat Australia yang telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mengupayakan pembebasan Dr Elliott dan memberikan dukungan kepada keluarganya,” kata Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam sebuah pernyataan seperti dikutip BBC.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrikaal-QaedaAQIMAustraliaDr Kenneth Elliott
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dulunya Gereja, Begini Tampilan Baru Masjid Masyarakat Muslim Blackburn
Tulisan selanjutnya Tokyo di Posisi Kedua Kota Terkaya Setelah New York City

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?