Hidayatullah.com — Umat Islam di Addis Ababa seusai shalat Jumat menggelar aksi demonstrasi mengecam pembongkaran masjid di kota tetangga, Shegger.
Demonstrasi berlangsung di sekitar beberapa masjid di ibu kota kemarin, 23 Mei 2023, termasuk Masjid Agung Anwar.
The pagan oromuma killed two & wounded many Muslims in the capital city of Addis Ababa, Ethiopia. After Friday praying in Addis Ababa Anware mosque, the Muslims were expressing their anger that the oromuma should stop its mosque demolishing in Addis Ababa. Almost 50 demolished!!! pic.twitter.com/0dh40M0uFl
— mesfin abay (@Anbesawn) May 26, 2023
Umat Islam meminta agar pembongkaran masjid segera dihentikan dan meminta 19 masjid yang dihancurkan selama beberapa minggu terakhir untuk dibangun kembali.
Pemerintah menanggapi aksi protes tersebut dengan menurunkan polisi anti huru hara yang bertindak keras, memicu kecaman netizen di media sosial.
Komunitas Muslim Ethiopia, selama beberapa pekan terakhir, telah menuntut penjelasan dari pemerintah negara bagian dan federal Oromia namun tidak mendapat tanggapan positif dari pihak berwenang.
Sebelumnya, Dewan Tertinggi Urusan Islam Ethiopia dan Dewan Urusan Islam Wilayah Oromia menyatakan penolakan mereka terhadap penghancuran tersebut dan menyerukan tindakan segera oleh pemerintah.
Komisi Kepolisian Addis Ababa kemarin melaporkan bahwa ada dua kematian setelah protes di sekitar Masjid Agung Anwar.
Komisi juga melaporkan bahwa 37 petugas polisi dan 15 asisten polisi terluka selama protes tersebut. Polisi juga melaporkan bahwa sekitar 114 tersangka ditahan karena diduga berperan dalam mengoordinasikan protes.
Aktivis Muslim dan pemimpin agama menyuarakan kekecewaan mendalam atas apa yang terjadi selama protes.
“Sangat memilukan bahwa pemerintah mengerahkan kekuatan terhadap pengunjuk rasa damai yang menyuarakan penentangan terhadap penghancuran masjid secara besar-besaran,” tulis tokoh Muslim terkemuka Ahmedin Jebel di akun Facebook-nya, yang memiliki lebih dari 979.000 pengikut.
Tokoh Muslim lainnya, Bedru Hussien, menyebut situasi itu memprihatinkan.
“Pemerintah perlu duduk dan berdiskusi dengan institusi yang mewakili komunitas Muslim, daripada mencoba membungkam mereka dengan kekerasan,” katanya di akun Facebook-nya, yang memiliki lebih dari 400.000 pengikut.
Beberapa bulan setelah dibentuk di sekitar Addis Ababa, administrator Kota Shaggar dan Negara Bagian Oromia telah dituduh oleh kelompok HAM menghancurkan beberapa rumah tempat tinggal dan menunjukkan bias etnis selama proses tersebut, yang dibantah oleh pemerintah kota.
Dewan Islam Ethiopia juga menulis surat kepada Perdana Menteri Abiy Ahmed (PhD) pekan lalu terkait campur tangan dari kantornya, menuntut pembangunan kembali masjid. Dewan Oromia mengungkapkan bahwa setidaknya 19 masjid dihancurkan di Kota Shaggar.*