Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Serikat Dakwa Perusahaan dan Warga China Pemasok Bahan Baku Fentanyl

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Juni 2023 11:10 11:10 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Juni 2023 11:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Amerika Serikat mendakwa empat perusahaan China dan delapan individu China atas perdagangan ilegal bahan kimia untuk pembuatan fentanyl, kata Jaksa Agung Merrick Garland hari Jumat (23/6/2023). 

Ini merupakan pertama kalinya Amerika Serikat mendakwa perusahaan China terkait perdagangan bahan baku pembuatan fentanyl (fentanil) di dalam wilayah AS.

Pengumuman tersebut disampaikan beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengunjungi Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

“Perusahaan-perusahaan ini dan karyawannya secara sadar bersekongkol untuk memproduksi fentanyl yang mematikan untuk didistribusikan di Amerika Serikat,” kata Garland, lansir AFP.

Satu perusahaan kimia yang berbasis di China saja bisa mengirimkan lebih dari 200 kilogram bahan kimia prekursor untuk dijadikan 50 kilogram fentanil, jumlah yang cukup untuk membunuh 25 juta orang Amerika, kata Garland.

Baca Juga

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Hubei Amarvel Biotech, Anhui Rencheng Technology, Anhui Moker New Material Technology dan Hefei GSK Trade didakwa dalam berkas kasus terpisah di pengadilan federal New York.

Delapan orang yang didakwa termasuk eksekutif dan pekerja dari keempat perusahaan tersebut.

Dua dari mereka sudah ditangkap, keduanya pegawai Hubei Amarvel, ditahan di Honolulu, Hawaii setelah mereka diusir dari Fiji pada 8 Juni.

Meksiko selama ini menjadi sumber utama fentanyl yang dijual di Amerika Serikat. Oleh karena semakin lama AS kebanjiran narkoba itu, Washington mulai memusatkan perhatian pada pemasok bahan baku produsen fentanyl Meksiko di China.

Selama setahun terakhir Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi atas beberapa perusahaan kimia dan individu China karena memasok bahan fentanyl ke produsen dan pengedar narkoba Meksiko.

“Dua kartel narkoba yang bertanggung jawab atas masuknya fentanyl ke Amerika Serikat, kartel Sinaloa dan Jalisco, bekerja sama dengan perusahaan kimia yang berbasis di Republik Rakyat Tiongkok untuk memperoleh bahan bakunya,” kata US Drug Enforcement Agency Administrator Anne Milgram.

Berkas dakwaan yang diumumkan hari Jumat menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan China dan pegawainya secara sadar menjual bahan kimia untuk memproduksi fentanyl. Tidak hanya itu, mereka bahkan membantu membuatkan resep pembuatannya dan menawarkan bahan kimia olahan yang akan membantu meningkatkan produksi obat jenis opioid itu.

Hubei Amarvel secara terang-terangan di website perusahaan membanggakan diri menjual bahan kimia yang merupakan bahan baku fentanyl ke Amerika Serikat dan Meksiko, menurut berkas dakwaan.

Hubei Amarvel juga menunjukkan dokumentasi pengiriman ke Culiacan, Meksiko, daerah yang merupakan markas Kartel Sinaloa.

Sementara itu di negara bagian Indiana hari Jumat (22/6/2023), aparat AS mengumumkan dakwaan terhadap 19 orang yang terlibat dalam perdagangan fentanyl.

Fentanyl merupakan opioid sintetis yang 50 kali lebih kuat dibandingkan heroin dan lebih mudah dan murah untuk diproduksi.

Belakang, fentanyl menjadi penyebab kebanyakan kasus overdosis di AS, menggeser heroin dan obat keras resep dokter oxycodone. Menurut US Centers for Disease Control, 110.000 orang Amerika mati akibat overdosis tahun lalu.

Fentanyl telah menjadi penyebab utama kematian orang Amerika berusia antara 18 dan 49 tahun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinafentanylMeksikoopioidSinaloa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesty Tuding Spanyol dan Maroko Menutupi Kematian Puluhan Migran di Melila
Tulisan selanjutnya Menambang Uang Kripto Libya Tangkap 50 Warga China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?