Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sebanyak 13 Masjid Dirusak, Buku-Buku Agama Dibakar selama Kekerasan terhadap Muslim di Mewat, India

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2023 19:39 7:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 Agustus 2023 16:45
Bagikan
Delegasi Jamiat Ulama-i-Hind mengunjungi daerah yang terkena dampak serangan anti-Muslim di Mewat (Nuh), di Haryana, India (MuslimMirror)
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebanyak 13 masjid dirusak dan buku-buku agama dibakar selama kekerasan yang menyasar kelompok Muslim di Mewat di India baru-baru ini. Menurut delegasi Jamiat Ulama-i-Hind yang melakukan mengunjungi daerah yang terkena dampak juga menyatakan anggota Jamaah Tabligh (JT) juga ikut diserang.

Jamiat mengatakan pihaknya telah memulai misi proaktif untuk memberikan bantuan, melakukan survei, dan melakukan upaya hukum serta akan merenovasi masjid dan mendampingi masyarakat yang terkena dampak, dan menegakkan keadilan, demikian dikutip MuslimMirror.

Temuan delegasi mengungkap rincian yang menyedihkan, menyoroti penargetan tempat ibadah Muslim yang disengaja oleh kekuatan komunal. Masjid-masjid dirusak, kitab-kitab keagamaan dibakar, dan anggota Jamaah Tabligh diserang.

Hingga saat ini, delegasi tersebut telah mengunjungi 13 masjid yang terkena dampak, termasuk enam di Palwal, tiga di Hodal, tiga di Sohna, dan satu di Gurugram, tempat terjadinya meninggalnya seorang wakil imam.

Namun, respons terhadap peristiwa-peristiwa menyedihkan ini berubah menjadi mengkhawatirkan, karena pemerintah dan administrasi negara bagian terlibat dalam pembongkaran ilegal tempat tinggal dan toko-toko Muslim.

Baca Juga

Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang

Tindakan ini, yang digambarkan oleh Pengadilan Tinggi sebagai bentuk genosida komunitas, dapat dibatasi karena intervensi pengadilan yang tepat waktu.

Yang mengejutkan, mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan terhadap rumah, tempat ibadah, penodaan Al-Quran, dan penyerangan terhadap imam masjid dan anggota Jamaah Tabligh belum menghadapi konsekuensi hukum. Situasi mengkhawatirkan ini disoroti dalam laporan yang disampaikan oleh delegasi Jamiat Ulama-i-Hind.

Di bawah kepemimpinan Maulana Hakimuddin Qasmi, Sekretaris Jenderal Jamiat Ulama-i-Hind, dan didukung oleh penyelenggara terkemuka termasuk Maulana Ghayur Ahmed Qasmi, Maulana Qari Naushad Adil, Qari Aslam Budedvi, dan Maulana Sajid Rajopur, delegasi ini secara aktif berupaya untuk mengatasi permasalahan umat Islam di wilayah itu.

Dalam kunjungannya ke Masjid Bazarwali dan Masjid Eidgahwali di Hodal, delegasi menunjukkan keberanian yang luar biasa. Dampak dari kerusuhan ini terlihat jelas, dimana pusat-pusat komunitas yang tadinya berkembang pesat kini terkena dampak ketegangan sektarian.

Kehadiran delegasi tersebut memberikan penghiburan bagi masyarakat yang terkena dampak dan menyoroti kebutuhan mendesak akan upaya kolektif untuk membangun kembali dan melakukan pemulihan.

Kekerasan juga telah mengorbankan seorang imam di Masjid Gurugram. Imam yang bernama Maulana Saad (19), terbunuh usai gerombolan Hindu membakar masjid. Maulana Saad,  yang imam sholat di masjid Jami Anjuman, terletak di Sektor 57 di Gurugram, sebuah kota berpenduduk 1,2 juta jiwa.

Di bawah ini daftar masjid yang terkena dampak:

(1) Masjid Anjuman Islam Gurugram (2) Maulvi Jameel Wali Masjid Sohna (3) Shahi Jami Masjid Bara Khamba Sohna (4) Lakkadshah Masjid Sohna (5) Bazaar Wali Masjid Hodal (6) Eidgah Masjid Hodal (7) Masjid Jama Koloni Punjabi Hodal (8) Madrasa Wali masji Palwal (9) Rekan Gali wali Masjid Palwal (10) Guptaganj Wali Masjid Palwal (11) Kali Masjid Palwal (12) Halte Bus Masjid Haji Nizam Wali Pulwal (13) Masjid Rasulpur Gaon Wali Palwal.

Mayoritas Muslim

Mewat atau Nuh, adalah wilayah bersejarah negara bagian Haryana dan Rajasthan di barat laut India dan beberapa bagian barat Uttar Pradesh. Nuh, kurang dari 100 kilometer dari Delhi, terkenal sebagai salah satu kota paling terbelakang dan paling miskin dalam hal jumlah penduduk di India.

Kota ini kembali menjadi berita setelah kekerasan komunal terjadi selama unjuk rasa Vishva Hindu Parishad (VHP) pada hari Senin, yang menyebabkan sedikitnya lima kematian, termasuk tiga petugas polisi. Usai aksi kekerasan, tiga kelompok perwakilan –dari umat Hindu, Muslim, dan Sikh– berpartisipasi dalam pertemuan dan mengeluarkan resolusi damai.

eorang pemimpin petani dari Jind, bahkan mengeluarkan resolusi yang melarang kelompok radikal Hindu yang kerap memprovokasi kekerasan kepada Muslim India. “Kami telah mengeluarkan resolusi untuk melarang RSS (Rashtriya Swayamsevak Sangh), Bajrang Dal, dan Paroki Hindu Vishwa atas upaya mereka memprovokasi masyarakat. Perpecahan dan kekuasaan tidak akan dibiarkan berhasil,” ujar pemimpin petani Jind, Azad Palwa, sebagaimana dikutip Indianexpress.

Menurut Sensus 2011, sekitar 79,2% dari total populasi Mewat atau Nuh berjumlah sekitar 11 lakh (sebanyak 300 ribu adalah Muslim), sedangkan Hindu mencakup 20,4% dari populasi tersebut.

Distrik Nuh dulunya bernama Mewat. Hhingga tahun 2016 pemerintah Haryana memutuskan untuk mengganti nama dengan menyatakan bahwa Mewat bukanlah sebuah kota melainkan sebuah unit geografis.

Ketua Menteri Haryana Manohar Lal Khattar menyetujui proposal untuk mengubah nama Mewat menjadi Nuh pada April 2016.  CM Khattar mengatakan alasan di balik perubahan nama tersebut adalah untuk membatasi wilayah di negara bagian tersebut dengan wilayah di Rajasthan dan Uttar Pradesh.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti-MuslimHaryanaHeadlineHinduHindutvaIndiamasjid IndiaMewat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Izinkan Ekstremis Yahudi Menyerang dan Memasuki Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
Tulisan selanjutnya Ancaman Bom Masjid Ancaman Bom Sasar Masjid di Washington DC, Ratusan Jamaah Dievakuasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Berita
21 Juli 2026 10:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

22 Juli 2026 12:30
Berita

MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina

22 Juli 2026 10:39
Berita

MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global

22 Juli 2026 10:20
Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

21 Juli 2026 22:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?