Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Memprotes Pendudukan Ilegal di Tepi Barat, 200 Remaja ‘Israel’ Menolak Bergabung jadi Tentara

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2023 21:04 9:04 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Agustus 2023 21:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Setidaknya 200 remaja menandatangani surat bersama yang menyatakan penolakan mereka untuk bergabung dengan dinas militer ‘Israel’. Upaya tersebut dilakukan sebagai protes terhadap perombakan sistem peradilan ‘Israel’ dan kontrol berkepanjangan rezim apartheid di Tepi Barat.

Setidaknya dua ratus remaja sejauh ini telah menandatangani surat bersama tersebut, menurut berita Channel 13.

“Kami akan mengambil alih Gimnasium Ibrani Herzliya untuk mengungkap surat tersebut secara gila-gilaan dan kami juga akan mengajarkan segala sesuatu yang Yoav Kisch tidak ingin kami ketahui,” kata pernyataan itu, mengacu pada menteri pendidikan.

Para remaja tersebut mengatakan bahwa mereka juga akan mengadakan “kelas alternatif tentang demokrasi dan perlawanan yang sebenarnya,” dengan pembicara utama yang mencakup para aktivis, kelompok pemuda komunis dan perwakilan dari beberapa organisasi advokasi yang terlibat dalam perubahan iklim, hak-hak transgender dan mendokumentasikan dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat.

“Dalam beberapa minggu terakhir kami memutuskan bahwa kami harus melakukan sesuatu,” kata Tal Mitnick, salah satu penyelenggara inisiatif “pemuda melawan kediktatoran” dalam sebuah pernyataan rekaman video.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Kita harus menghentikan perombakan hukum dan kita harus berhenti mengambil bagian dalam militer yang melayani permukiman dan pendudukan,” kata remaja berusia 17 tahun itu.

“Kami memutuskan untuk menggunakan kekuatan kami, sebagai orang yang ditunjuk untuk dinas militer, untuk memprotes dan mengatakan kami tidak akan melaksanakan wajib militer,” seperti dikutip oleh Times of Israel.

Ada banyak kasus di masa lalu dimana sekelompok kecil siswa kelas 12 menolak untuk bertugas di Pasukan Pertahanan Israel untuk memprotes kebijakan negara tersebut terhadap orang-orang Palestina.

‘Israel’ mengizinkan pengecualian wajib militer karena sejumlah alasan, termasuk masalah kesehatan mental dan medis serta keberatan agama, dan bagi warga Arab ‘Israel’, namun tidak bagi mereka yang menolak wajib militer karena alasan hati nurani. Penolakan untuk mengabdi adalah salah satu masalah paling memecah belah di negeri penjajah itu.

Surat yang menyerukan perombakan peradilan – upaya pemerintah untuk melemahkan sistem peradilan – muncul di tengah protes massal dan peringatan dari ribuan tentara cadangan bahwa mereka tidak akan lagi melakukan tugas sukarela, dengan tuduhan bahwa rencana pemerintah penjajah untuk melemahkan sistem peradilan akan membuat Israel menjadi negara yang tidak demokratis.

Beberapa anggota pasukan cadangan telah mengambil tindakan terhadap ancaman ini setelah koalisi bulan lalu mengesahkan apa yang disebut sebagai undang-undang kewajaran yang membatasi kewenangan pengadilan untuk memeriksa tindakan pemerintah.

Sejauh ini belum ada angka resmi mengenai berapa banyak tentara cadangan yang tidak hadir dalam tugas.

Komandan tertinggi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan telah memperingatkan bahwa aksi protes pasukan cadangan semakin berdampak negatif pada persiapan militer negeri zionis itu.

Masalah ini juga menuai kritik dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seorang anggota parlemen dan pendukung setia pemerintahan agama sayap kanan.

Koalisi Netanyahu menolak protes kelompok cadangan dan menyebutnya sebagai bentuk pemerasan politik yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya oleh militer. Beberapa anggota parlemen koalisi berpendapat bahwa protes tersebut sama saja dengan upaya kudeta militer.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:apartheiddinas militerHeadlineisraelpalestinaremaja IsraelTepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Sydney Ungkap 100 Staf dan Mahasiswa jadi Korban Pelecehan Seksual
Tulisan selanjutnya Studi: Keberadaan AI Bukan Halangan Prospek Kerja Kaum Muda  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?