Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Korban Tewas di Kota Pesisir Derna di Libya Melonjak menjadi 11.300 Orang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 September 2023 15:27 3:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 September 2023 13:55
Bagikan
Penampakan kota pesisir Derna di Libya setelah banjir bandang akibat badai Daniel
Bagikan

Hidayatullah.com—Jumlah korban tewas di kota pesisir Derna di Libya telah melonjak menjadi 11.300 orang ketika upaya pencarian terus berlanjut menyusul banjir besar yang dipicu oleh jebolnya dua bendungan saat hujan dan banjir bandang, kata Bulan Sabit Merah Libya pada Kamis (14/9/2023).

Marie el-Drese, Sekretaris Jenderal Bulan Sabit Merah, mengatakan kepada The Associated Press melalui telepon bahwa 10.100 orang lainnya dilaporkan hilang di kota Mediterania tersebut.

the flood devastation caused by Storm Daniel in the Libyan town of Derna. pic.twitter.com/2upmPL879y

— Sprinter Press (@SprinterPress) September 15, 2023

Banjir menyapu seluruh keluarga di Derna pada Minggu malam dan mengungkap kerentanan di negara kaya minyak yang telah terperosok dalam konflik sejak pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan pemimpin kharismatik Libya Muammar Qadhafi.

Mayat-mayat berserakan di jalanan, sementara persediaan air minum sangat berkurang. Jumlah korban jiwa memerlukan waktu untuk dikonfirmasi karena beberapa desa yang hancur terletak jauh di pedalaman.  Namun, skala kehancuran tampak jauh lebih buruk dari perkiraan beberapa pejabat sebelumnya.

“Laut yang tiada henti membawa puluhan jenazah kembali ke pantai,” kata Hichem Abu Chkiouat, menteri penerbangan sipil di pemerintahan Libya timur, menambahkan rekonstruksi akan menelan biaya miliaran dolar.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Libya mengatakan bahwa setidaknya 30.000 orang kehilangan rumah mereka di Derna. Kota ini paling parah terkena dampak Badai Daniel.

IOM menambahkan bahwa 6.085 orang lainnya diketahui mengungsi di daerah lain yang terkena dampak termasuk Benghazi, namun jumlah tersebut belum dapat dikonfirmasi.

Badai Daniel membawa hujan lebat di Libya timur hingga memenuhi dua bendungan di wilayah tersebut. Senin kemarin, pukul 03.00 waktu setempat, bendungan pertama jebol dan dinding air setinggi 20 meter atau setara bangunan lima lantai mengalir ke bawah sebelum sempat tertahan oleh bendungan kedua.

Namun, kedua bendungan tersebut runtuh, menyebabkan air deras menyapu apa pun yang menghalangi jalan dan membuangnya ke laut, sementara menjelang fajar, sepertiga wilayah Derna hilang.  Banyak warga setempat yang menggambarkan bencana tersebut sebagai tsunami, bukan banjir.

Dalam perkembangan terkait, ratusan jenazah dikuburkan di kuburan massal karena kekhawatiran akan penyebaran penyakit.  Warga Derna pun meminta dibangun rumah sakit lapangan baru setelah dua rumah sakit kota yang ada diubah menjadi kamar mayat untuk menampung jenazah korban yang menumpuk.

Tim patroli laut juga kesulitan menemukan jenazah yang terdampar di pantai dan banyak korban dibawa ke Tobruk untuk diidentifikasi.

Sebelumnya, badan-badan bantuan berjuang untuk mencapai kota berpenduduk lebih dari 100.000 orang setelah banyak jalan hancur. Mesir menyumbangkan sejumlah helikopter, sedangkan Prancis mengirimkan rumah sakit lapangan dengan 50 personel termasuk personel militer dan sipil ke Derna.

“Ratusan rumah tertimbun lumpur, puing-puing dan air. Belum ada bantuan yang datang. Jumlah korban sangat mengerikan. Ada juga panggilan dari sejumlah korban di bawah reruntuhan,” kata seorang jurnalis Libya yang berkunjung ke Derna, Mohamed Eljarh.

Libya saat ini terbagi menjadi dua pemerintahan yang bertikai, namun lembaga bantuan mengharapkan kedua belah pihak untuk bekerja sama sebanyak mungkin untuk mengoordinasikan upaya bantuan.*

Yuk bergabung dengan Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar bersama media Hidayatullah BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) https://dakwah.media/

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:banjir bandangDernaHeadlinekorban tewasLibya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Minta Lembaga Penyiaran Netral Politik, KPI Sebut Tampilan Ganjar dalam Tayangan Adzan Bukan Pelanggaran
Tulisan selanjutnya (Video) Ekstremis Hindu Menargetkan Tempat-Tempat Suci Muslim di India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?