Hidayatullah.com–Seorang pemuda etnis Muslim Rohingya dari kota Nakura dibunuh setelah ia diculik dari rumahnya di malam hari. Keluarganya menemukan setelah hilang selama lebih dari dua belas jam dengan kondisi jasad sudah tak berkepala.
Saksi mengatakan, korban diduga dibunuh kelompok Buddha tak dikenal.
Korban bernama Shuna Miah Badiuzzaman sebelumnya telah bertemu delegasi asing dan memberikan laporan kepada anggota delegasi terkait sikap militer dan dan ekstrimis Buddha Myanmar pada insiden kekerasan dan penganiayaan yang terjadi baru-baru ini terhadap etnis Muslim Rohingya di Maungdaw utara dari sebelum penculikan dan pembunuhan, demikian ditulis Arakan News Agency .
Sejumlah warga di kota tersebut mengatakan bahwa korban Badiuzzaman berani perintah yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Myanmar untuk tidak memenuhi delegasi dari luar negeri dan mencegah kesaksian pernyataan kepada mereka tentang pelanggaran baru terhadap Rohingya.

Sebelum ini, sebuah mayat tanpa kepala seorang warga Muslim Rohingya ditemukan setelah korban berbicara dengan kelompok wartawan dalam kunjungan media dengan pengawasan Myanmar di utara Negara Bagian Rakhine.
Mayat pria berusia 41 tahun itu ditemukan mengambang di sungai pada Jumat. Saksi mengatakan, sebelumnya, ia berbicara dengan sekelompok wartawan tentang pergolakan yang terjadi di Rakhine.*