Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kota Derna Berjuang Menangani Ribuan Jenazah yang Muncul Setelah Banjir Bandang 

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 September 2023 19:17 7:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 September 2023 19:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Warga dan petugas penyelamat di kota Derna di Libya kini berjuang untuk menangani ribuan jenazah yang muncul atau membusuk di bawah sisa-sisa bangunan menyusul banjir bandang yang meruntuhkan bangunan dan menyapu orang ke laut.

Pada saat yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kelompok bantuan lainnya mendesak pihak berwenang di Libya untuk berhenti menguburkan puluhan korban banjir di kuburan yang sama.

Hal ini karena tindakan tersebut dapat menyebabkan tekanan mental jangka panjang pada keluarga mereka dan meningkatkan risiko masalah kesehatan jika kuburan tersebut ditempatkan di dekat tempat penampungan air.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan lebih dari 1.000 orang telah dikuburkan dengan cara seperti itu di Libya sejak dilanda hujan lebat pada Minggu lalu, yang menyebabkan dua bendungan bocor.

Bencana tersebut merupakan bencana terbaru yang terjadi di negara yang dilanda konflik dan kerusuhan politik selama lebih dari satu dekade.  Media internasional melaporkan ribuan orang tewas dan ribuan lainnya masih hilang.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Mayat terlihat dimana-mana, di tepian sungai, tertimpa batu besar. Dalam waktu kurang dari dua jam, rekan-rekan saya menghitung ada 200 mayat di pantai dekat Derna,” kata Bilal Salouh, manajer forensik untuk Afrika, dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Ibrahim al-Arabi, Menteri Kesehatan Libya, mengatakan kepada Reuters bahwa dia yakin sumber air di dalam tanah kini terkontaminasi dengan mayat, bangkai hewan, sampah, dan bahan kimia.  “Kami mengimbau masyarakat tidak memanfaatkan sumur di Derna,” ujarnya.

Kepala Rumah Sakit Wahda di Derna, Mohammad al-Qabisi, mengatakan rumah sakit sementara merawat pasien kronis yang membutuhkan perhatian terus-menerus. Ia menambahkan, ada kekhawatiran bahwa penyakit yang ditularkan melalui air akan menyebar.

Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda penyakit kolera menular.

Sebagian besar Derna, di Libya timur, musnah ketika bendungan kota ambrol dan banjir bandang menerjang kawasan perumahan pada malam hari ketika penduduk sedang tidur.

Organisasi Internasional untuk Migrasi di Libya mengatakan lebih dari 5.000 orang diperkirakan meninggal, dengan 3.922 kematian tercatat di rumah sakit.  Lebih dari 38.640 orang menjadi pengungsi.

Jumlah korban tewas dikhawatirkan terus meningkat, kata para pejabat. “Saat ini, kami lebih takut akan terjadinya epidemi,” kata Nouri Mohamed, 60 tahun, yang bekerja di toko roti yang membagikan roti gratis kepada warga.

“Kita tahu masih ada jenazah yang terkubur..sekarang bau jenazah semakin kuat,” ujarnya lagi.

Badan kesehatan PBB, bersama dengan ICRC dan Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Palang Merah, menyerukan penguburan yang lebih baik. “Kami mendesak pihak berwenang untuk tidak terburu-buru melakukan pemakaman massal atau metode lain seperti kremasi massal,” kata petugas medis untuk keamanan hayati di Program Darurat Kesehatan WHO, Kazuno Kojima.

Dalam pernyataan bersama, PBB mengatakan sikap gegabah tersebut dapat menambah tekanan mental bagi keluarga yang terlibat. Hal ini juga mengundang permasalahan sosial dan hukum.

Pernyataan tersebut menyebutkan, jenazah korban bencana alam biasanya tidak menimbulkan gangguan kesehatan, kecuali jika berada di tempat penyimpanan persediaan air. Sebab, jenazah bisa mengeluarkan kotoran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badai Danielbanjir bandangHeadlinejenazahkota DernaLibya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketika Penggunaan Mesin Oksigen sebagai Pengganti Kopi Meningkat di Tiongkok 
Tulisan selanjutnya Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?