Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Buntut Pembunuhan Tokoh Sikh India Usir 41 Diplomat Kanada

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2023 20:50 8:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Oktober 2023 20:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– India memerintahkan Kanada untuk memulangkan 41 diplomat dari kedutaannya di Delhi, menyusul ketegangan di antara kedua negara terkait kematian warga Sikh Kanada akibat pembunuhan.

Menurut pejabat yang berbicara kepada Financial Times, Kementerian Luar Negeri India memberikan waktu satu pekan kepada Kanada untuk merepatriasi sepertiga diplomatnya yang ditempatkan di India, mengurangi jumlahnya menjadi 21.

Kementerian Luar Negeri India menolak berkomentar. Seorang pejabat yang mengetahui masalah ini mengkonfirmasi laporan tersebut kepada Associated Press Selasa (3/10/2023).

Hubungan keduanya memburuk sejak Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bulan lalu bahwa ada petunjuk kuat bahwa agen pemerintah India terlibat dalam pembunuhan aktivis separatis Sikh Hardeep Singh Nijjar di wilayah British Columbia pada bulan Juni.

Nijjar dimasukkan ke dalam daftar teroris oleh pemerintah India, yang menuduhnya terlibat dalam kelompok militan dan aktivitas ekstremis, tuduhan yang dibantahnya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Trudeau meminta India untuk bekerja sama dalam penyelidikan pembunuhan itu. Namun, India menolak tuduhan tersebut dan menganggapnya “tidak masuk akal” dan bermotif politik.

Persilangan pendapat ini lantas memanas menjadi ketegangan diplomatik.

Trudeau mengatakan dia pertama kali mengemukakan perihal tuduhan pembunuhan Nijjar secara langsung kepada PM India Narendra Modi di sela pertemuan puncak para pemimpin G20 di Delhi pada awal September, di mana dimana kasus itu juga digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Pemerintah AS telah berulang kali mendesak India untuk bekerja sama dengan Kanada dalam penyelidikan kasus tersebut.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pekan lalu menuduh Kanada membiarkan “iklim kekerasan” terhadap diplomat India di Ottawa, dan menuduh bahwa “para diplomat kami diancam dan konsulat kami telah diserang”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diplomatIndiakanadaSikh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukuman Mati Pemerkosaan Anak Florida Mulai Berlakukan Hukuman Mati untuk Pelaku Pemerkosaan Anak
Tulisan selanjutnya Pemain Al-Ittihad Al-Ittihad Beberkan Alasan Pembatalan Laga AFC Melawan Klub Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?