Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pengadilan Inggris Tolak Gugatan Kekasih Gelap Bekas Raja Spanyol Juan Carlos I

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2023 16:30 4:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Oktober 2023 16:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bekas raja Spanyol Juan Carlos I dapat bernapas lega setelah pengadilan di Inggris, hari Jumat (6/10/2023), menolak gugatan 126 juta pound yang dilayangkan oleh seorang wanita yang pernah menjadi kekasih gelapnya.

Sosialita dan pengusaha Denmark Corinna Larsen, dikenal pula dengan nama Corinna zu Sayn-Wittgenstein-Sayn, mengatakan bahwa mantan raja Spanyol itu menyebabkan “kesakitan mental yang luar biasa” dengan cara menyuruh orang lain mengirimkan ancaman serta membuntuti dan memata-matai dirinya baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Larsen menjadi wanita simpanan Juan Carlos I dari tahun 2004 sampai 2009,  kata pengadilan.

Juan Carlos yang kini berusia 85 tahun memilih untuk turun tahta pada 2014. Dia membantah tuduhan-tuduhan tersebut dan berargumentasi bahwa pengadilan Inggris tidak memiliki yuridiksi dalam kasus ini disebabkan dirinya tidak tinggal di Inggris. Juan Carlos I memiliki tempat tinggal di Spanyol tetapi kerap tinggal di Abu Dhabi sejak mengundurkan diri.

Hakim pengadilan tinggi di London Rowena Collins Rice membatalkan gugatan tersebut karena sepaham dengan Juan Carlos I. Hakim mengatakan bahwa Larsen, yang memiliki rumah di Inggris, tidak cukup menunjukkan bukti bahwa pelecehan terhadap dirinya terjadi di Inggris, yang dapat memberikan pengecualian terhadap asas hukum yurisdiksi.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama Juan Carlos mengatakan bahwa meskipun dia menyesali biaya dan waktu yang dihabiskan selama tiga tahun, dia menyambut baik keputusan itu.  Ia mengklaim bahwa keputusan hakim tersebut “tidak mengejutkan” yang menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah.

Baca Juga

Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Namun hakim secara khusus menegaskan bahwa dia mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan isi tuduhan dan gugatan Larsen, dia semata-mata hanya menimbang apakah bekas raja Spanyol itu dapat dipaksa untuk diadili di Inggris.

Larsen mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia kecewa dengan keputusan hakim tersebut dan sedang mempertimbangkan pilihan-pilihan hukumnya.

“Sangat menyedihkan melihat korban pelecehan seringkali kesulitan mendapatkan keadilan dalam sistem hukum kita,” kata Larsen seperti dikutip Associated Press (6/10/2023). “Juan Carlos telah mengerahkan seluruh pasukannya untuk menghancurkanku dan jangkauan kekuatannya sangat besar.”

Keputusan tersebut diambil 10 bulan setelah keputusan pengadilan banding membatalkan sebagian gugatan Larsen dengan alasan bahwa sebagian dugaan pelecehan terjadi sebelum Juan Carlos turun tahta pada tahun 2014 dan demikian dia memiliki imunitas dari hukum kala itu sebagai seorang kepala negara.

Juan Carlos pernah menjadi salah satu pemimpin Spanyol yang paling dihormati atas perannya memulihkan demokrasi di negara itu setelah kematian diktator Francisco Franco pada tahun 1975. Namun, berbagai skandal yang melibatkan keluarga Kerajaan Spanyol semakin banyak yang terungkap ke publik pada tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Juan Carlos I, yang menyebabkan dia terpaksa mengundurkan diri dan menyerahkan tahta kepada putranya, Raja Felipe VI.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Juan Carlos ISpanyol
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seperempat Penduduk Malaysia Terancam Kehilangan Tempat Tinggal Pada 2030 karena Perubahan Iklim
Tulisan selanjutnya Al-Azhar: Kami Bangga dengan Perlawanan Rakyat Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Berita
20 Oktober 2026 19:37
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze

Terbaru

  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

20 Oktober 2026 13:59
Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

20 Oktober 2026 13:24
Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

20 Oktober 2026 13:10
Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

19 Oktober 2026 12:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?