Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dalam “Operasi Taufan Al-Aqsha” Ditampakkan Adanya Sebagian yang ‘Bertawakkal pada Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2023 12:17 12:17 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 Oktober 2023 11:04
Bagikan
Ahmad Rofiqi dalam Kajian ITJ
Bagikan

Hidayatullah.com—“Operasi Taufan Al-Aqsha” (Operasi Badai Al-Aqsha) yang dilancarkan oleh Brigade Izzuddin Al-Qassam semestinya membuat dunia Islam tersadar mengapa ‘Israel’ begitu mudah ditembus

Hal itu ditegaskan oleh Ahmad Rofiqi, Direktur Lembaga Sadaqa Jakarta, dalam kajian daring “Taufan Al-Aqsha: Titik Balik Perjuangan Rakyat Palestina” yang diselenggarakan oleh #IndonesiaTanpaJIL (ITJ).

Menurut Ahmad Rofiqi, pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023, para pejuang kemerdekaan Palestina dari Gaza berhasil menembus perbatasan dan melancarkan perang kota yang mengejutkan seluruh dunia.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, para pejuang Al-Qassam berhasil melakukan infiltrasi dan menguasai banyak pos strategis, melumpuhkan keamanan di sekitar perbatasan, menawan lebih dari 700 orang, termasuk sejumlah perwira tinggi Zionis.

Yang menarik, menurutnya, sistem pertahanan Iron Dome yang dibangga-banggakan dan dianggap sistem keamanan paling canggih, tak berdaya menghadapi roket-roket yang ditembakkan ke dalam wilayah yang dikuasai oleh kaum penjajah.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Namun yang ia prihatin kan adanya sebagian orang yang mudah termakan isu sehingga berpandangan negatif kepada para pejuang kemerdekaan Palestina, termasuk Hamas, meski para ulama Al-Azhar dan ulama-ulama salafi Timur Tengah memuji.

“Kalau mau jujur, sebenarnya Palestina takkan ada lagi kalau tak ada Hamas,” ungkap Rofiqi di awal kajian.  

Hal ini menurutnya, sebagian wilayah Palestina sebagian besarnya sudah diambil oleh zionis. Dibagi dua menjadi Gaza dan Tepi Barat.

“Tapi yang namanya Tepi Barat itu sudah hampir tak ada lagi yang dikuasai oleh Palestina. Terakhir, wilayah kecil satu-satunya di sekitar Masjidil Aqsha yang menjadi wilayah Muslim, yaitu Sheikh Jarrah, sudah mulai diganggu dan hampir digusur oleh penjajah. Kalau bukan karena serangan dari Hamas, penggusuran pasti akan berlanjut. Jadi kalau tak ada Hamas, Palestina mungkin sudah selesai,” ujar Rofiqi.

Karena besarnya jasa para pejuang pembebasan Al-Aqsha dalam meneruskan jihad, maka pandangan negatif terhadap Hamas sangatlah mengherankan, apalagi dikobarkan oleh orang-orang yang tak pernah ke Palestina atau berhubungan intens dengan rakyatnya.

“Belakangan saya melihat malah ada yang menertawakan nasib warga Gaza yang mengalami pengeboman bertubi-tubi sebagai balasan atas “Operasi Taufan Al-Aqsha”, padahal sejak dulu Gaza sudah dibom bertubi-tubi, tapi tetap bertahan,” tambah dia.

Menurutnya, sejak dulu juga umat Muslim tidak pernah menang jumlah dalam perang. Walaupun musuh lebih banyak, pada akhirnya insya Allah menang juga.

“Lagipula semua kita gantungkan nasib kepada Allah, bukan dengan jumlah. Karena itu jangan pernah bertawakkal kepada Israel, dong!” tandas Rofiqi dengan suara lantang.

Sindirian sikap ‘bertawakkal kepada Israel’ ini juga mendapat tanggapan keras oleh Akmal Sjafril. Menurut aktivis ITJ yang memberi sambutan dalam kajian daring itu, mereka yang menertawakan nasib Gaza lupa bahwa bangsa Indonesia juga tidak merdeka karena perjuangan semata.

Menurut Akmal, bangsa Indonesia dalam keadaan babak belur setelah menghadapi dua kali agresi militer Belanda. Presiden dan seluruh kabinetnya menyerahkan diri di Jogja, kemudian Pemerintah Darurat Republik Indonesia bergerak di hutan-hutan Sumatera.

“Kalau ada agresi militer yang ketiga, keempat dan kelima, apa Indonesia sanggup bertahan? Belum tentu! Yang pasti, Konferensi Meja Bundar itu buah dari tekanan internasional karena sikap Belanda yang suka melanggar perjanjian. Jadi walaupun musuh lebih kuat, kita tetap harus bertahan. Allah bisa membukakan jalan dari mana saja, kita hanya perlu berjuang semampunya,” ujar penulis buku “Islam Liberal 101” itu.

Kajian daring ITJ ini diikuti oleh lebih dari 150 orang dari berbagai daerah dan latar belakang. Sebagian peserta kajian adalah troops ITJ, sebagian lainnya simpatisan yang telah lama mengikuti kiprah ITJ di media sosial, dan ada juga yang baru pertama kalinya mengikuti kegiatan komunitas ini.* (ITJ Media Center)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Brigade Al-QassamgazaHeadlineITJOperasi Badai Al-AqshaOperasi Taufan Al-Aqshapalestinatawakkaltawakkal Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pekan Ilmu di Rumah Peradaban Hidayatullah Mesir
Tulisan selanjutnya Rumah Sakit Dibom, MUI Dukung Dunia Menyeret ‘Israel’ ke Pengadilan Internasional  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?