Hidayatullah.com – Sejumlah ekstremis Hindu di India menggelar aksi demonstrasi solidaritas Zionis di depan Kedutaan Besar ‘Israel’ di New Delhi.
Dalam aksi itu mereka meminta untuk diizinkan bergabung dengan pasukan ‘Israel’ sehingga mereka dapat bertempur melawan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
Namun, permintaan mereka itu bukannya tanpa bayaran. Para pria yang dilaporkan berasal dari Uttar Pradesh itu meminta agar pemerintah Zionis memberi mereka kewarganegaraan ‘Israel’, menurut HindutvaWatch pada Ahad (22/10/2023).
Dukungan kelompok sayap kanan India terhadap Zionis Israel bukanlah hal yang baru.
Saat konflik Palestina-Israel dimulai pada awal Oktober, seorang jurnalis India pro-BJP (Partai Bharatiya Janata, penguasa India) memposting hoaks di Xmengenai kekejaman yang dilakukan oleh Hamas, yang menuduh bahwa seorang wanita hamil dibedah oleh Hamas dan membunuh bayi yang dikandungnya.
Saat artikel ini ditulis, postingan tersebut telah dilihat sebanyak 10,2 juta kali dengan lebih dari 21.000 retweet, termasuk salah satunya dari Ben Shapiro, yang menyebarluaskannya kepada para pengikutnya.
Di tengah-tengah lingkungan informasi yang terfragmentasi ini, pembuatan dan keterlibatan dengan konten pro-Israel di kalangan warga negara India, lebih-lebih di kalangan nasionalis Hindu sayap kanan, tidak luput dari perhatian publik.
BOOM, sebuah layanan pemeriksa fakta terkemuka di India, menemukan beberapa pengguna India X yang telah terverifikasi berada di garis depan dan pusat “kampanye disinformasi” yang menargetkan Palestina dengan berita-berita negatif sembari mendukung Israel.
Dalam satu contoh, sebuah video yang diklaim menunjukkan gadis-gadis muda yang dibawa oleh seorang pejuang Palestina sebagai budak seks diedarkan di X. Video ini tidak memiliki konteks dan kemungkinan besar berasal dari perjalanan sekolah ke Yerusalem, tetapi video ini disebarkan secara luas oleh akun-akun India.*