Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Polisi Prancis Tembak Wanita Berjilbab di Stasiun Kereta Paris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 November 2023 14:37 2:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 November 2023 14:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Polisi Prancis hari Selasa pagi (31/10/2023) menembak dan melukai serius seorang wanita berjilbab yang meneriakkan ancaman di sebuah stasiun kereta di Paris, lapor kantor berita AFP.

Menurut sejumlah saksi seorang wanita berhijab meneriakkan “Allahu Akbar” dan ancaman, kata sebuah sumber kepolisian, seraya menambahkan bahwa petugas melepaskan tembakan karena khawatir akan keselamatan diri mereka.

Peristiwa terjadi antar pukul 8:30 dan 9:30 pagi di jalur RER C di stasiun Bibliothèque François Mitterrand di distrik Ke-13 pusat kota Paris.

Wanita berusia 38 tahun itu ditembak dan ditahan oleh polisi setelah menolak mengikuti perintah untuk berhenti.

Mengutip sumber kepolisian, AFP memberitakan bahwa polisi mendapat laporan dari penumpang perihal seorang wanita “bertudung yang seluruh tubuhnya tertutup” yang meneriakkan ancaman-ancaman.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Dua petugas kepolisian kemudian melepaskan delapan tembakan ke arah wanita itu, menyebabkan luka yang membahayakan nyawanya di bagian perut, kata kantor kejaksaan. Pihak kejaksaan sebelumnya mengatakan bahwa satu petugas polisi hanya melepaskan satu tembakan.

Tidak ada bahan peledak atau senjata lain ditemukan pada wanita itu yang kemudian dilarikan ke rumah sakit, kata sumber kepolisian itu.

Kantor Kejaksaan Paris menambahkan bahwa wanita itu mengancam akan meledakkan dirinya, seraya menambahkan bahwa polisi hanya melepaskan satu tembakan yang membahayakan nyawa wanita itu.

Stasiun kereta Bibliotheque Francois Mitterrand, diambil dari nama perpustakaan nasional yang ada di daerah itu, ditutup sampai petang hari.

Pihak kejaksaan mengatakan, polisi sudah memulai dua penyelidikan. Satu penyelidikan berkaitan dengan tindakan wanita itu, satu penyelidikan untuk mencari tahu apakah penggunaan senjata apai oleh polisi dilakukan sesuai prosedur.

Jubir pemerintah Olivier Veran beberapa waktu kemudian mengatakan bahwa sedikitnya ada tiga laporan dari penumpang yang disampaikan ke operator kereta SNCF, yang selanjutnya meneruskan laporan itu ke kepolisian.

“Polisi, menilai situasinya berbahaya, melepaskan tembakan,” kata Veran kepada awak media.

Dia menambahkan, fakta apa yang sebenarnya terjadi bisa bisa dilihat dari rekaman video dari kamera yang terpasang di seragam polisi dan CCTV di stasiun.

Veran menambahkan bahwa wanita tersebut pernah divonis bersalah sebelumnya karena mengancam tentara yang sedang berpatroli.

Kepala Kepolisian Paris Laurent Nunez mengatakan bahwa wanita itu, yang merupakan seorang warga negara Prancis, pada bulan Juli 2021 pernah ditangkap oleh petugas patroli militer, yang dikerahkan untuk memperkuat keamanan kota. Kala itu dia mengancam tentara dengan sebuah obeng dan “meneriakkan kata-kata yang mengandung muatan keagamaan”.

Wanita itu sempat ditahan sebentar, kemudian dirujuk ke fasilitas perawatan kejiwaan, kata Nunez.

Dia tidak tercantum dalam daftar “orang radikal” yang diawasi aparat, imbuh Nunez, bertentangan dengan keterangan yang diungkapkan oleh dua sumber kepolisian sebelumnya.

Pihak kejaksaan mengatakan unit anti-teror Prancis tidak ambil bagian dalam investigasi kasus ini.

Prancis memasang status waspada sejak 13 Oktober menyusul aksi penusukan hingga tewas seorang guru oleh bekas muridnya di kota Arras.

Situasi semakin tegang bagi aparat keamanan dengan berkecamuknya peperangan di Gaza, mengingat Prancis memiliki penduduk Muslim dan Yahudi cukup besar.

Sejak pertengahan Oktober, puluhan evakuasi dilakukan di bandara, stasiun dan lokasi wisata – termasuk Istana Versailles – karena adanya ancaman-ancaman bom yang sejauh ini ternyata palsu.

Pada hari Senin (30/10/2023), Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan bahwa tercatat ada 819 tindakan atau perilaku anti-Semit di Prancis sejak 7 Oktober, dan 414 penangkapan berkaitan dengannya.

Namun, Darmanin tidak menyebutkan apakah ada perilaku atau tindakan anti-Muslim yang terjadi pada kurun waktu yang sama.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijabParisPranciswanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dunia Diam, Al-Azhar Serukan Umat Baca Doa Ini untuk Bantu Para Pejuang Palestina
Tulisan selanjutnya Sikap Asosiasi Pemilik Restoran Muslim Malaysia Soal Nasi Kandar Babi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

31 Agustus 2026 17:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?