Hidayatullah.com—Menjelang hari Silaturahim Nasional (Silatnas) 2023, panitia disibukkan dengan persiapan di lapangan dan fisik. Persiapan ini sudah dilakukan dari jauh-jauh hari.
Namun, semakin mendekati hari H, panitia seperti berlomba dengan waktu. Setelah kedatangan tamu pertama dari Sulawesi Tenggara, panitia yang semula kerjanya hanya biasa saja, kini harus bekerja semakin ekstra.
Beberapa panitia perlengkapan harus standby untuk mencatat keluar masuknya barang dan pengeluaran. “Keluar masuknya barang harus tercatat biar tidak salah-salah, karena belajar dari silatnas sebelumnya,” ucap Annisa Berka, salah satu dari panitia perlengkapan.
Kemudian, panitia yang tak kalah penting perannya adalah panitia konsumsi yang harus menetap dan tinggal di dapur agar seluruh peserta dan panitia dapat memenuhi kebutuhan primernya.
“Mulai malam ini kita tinggal di dapur sampai Silatnas selesai, meski saya sudah mengeluh sama ustadzah kalau di dapur agak sempit, tapi tidak apa-apa karena masih punya tempat istirahat. Kalau kita lihat saudara-saudara kita yang di Palestina malah tidak punya tempat, jadi disyukuri saja,” ujar Istiadah, salah satu panitia konsumsi.
Ada pula panitia kesehatan yang sudah mulai mempersiapkan segala hal untuk berjaga-jaga jika ada peserta yang harus dirawat. “Kalau sekarang kita belum beroperasi, namun kalau hari silatnas nanti tugas kita jadi asisten dokter,” ucap Khairunnisa, salah satu panitia kesehatan.
Masih banyak hal yang terus diupayakan untuk suksesnya Silatnas tahun ini. “Semoga Allah terus memberikan pertolongan kepada seluruh panitia dan memberikan kesehatan sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta silatnas nanti. Intinya, semua memiliki peran penting, baik yang di depan layar, maupun yang di balik layar,” ungkap Ketua Panitia Silatnas Putri, Ustadzah Kusnaeni Halim.*