Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bagikan Nomor Telpon “Tokoh Hamas”, Media Yahudi Sebut Aksi Dubes ‘Israel’ Memalukan!

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Desember 2023 09:39 9:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 18 Desember 2023 09:45
Bagikan
aKSI Gilad Erdan, Duta Besar Israel untuk PBB, membagikan nomor kantor media Hamas di Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com—Surat kabar Ibrani Haaretz mengkritik kelakuan Gilad Erdan, Duta Besar ‘Israel’ untuk PBB, yang membeberkan nomor telepon pimpinan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Gaza, Yahya Sinwar, disertai dengan kalimat, “Jika Anda menginginkan gencatan senjata, hubungi dia.”

Surat kabar tersebut menilai bahwa hal ini sebagai tidakan yang mempermalukan ‘Israel’ dan menggambarkannya dalam posisi yang menggelikan.

“Sangat disayangkan bahwa pada saat kritis seperti ini, tidak ada pemikiran untuk memulangkan duta besar yang kekanak-kanakan ini dan menggantikannya dengan seseorang yang memiliki kedudukan tinggi untuk mewakili kami dengan cara yang lebih bermartabat,” demikian kritik media Yahudi dalam artikel yang ditulis analis politik Carolina Lindsman.

Selama pertemuan Majelis Umum PBB untuk membahas seruan gencatan senjata segera di Gaza, Erdan mengangkat poster bertuliskan nomor telepon Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza (yang sebenarnya adalah nomor kantor media Hamas).

“Jika Anda menginginkan gencatan senjata, hubungi dia,” katanya.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Menurut Carolina Lindsman, apa yang dilakukan Erdan adalah sikap kekanak-kakanakan, yang tak mencermintan duta besar. “Itu adalah sikap kekanak-kanakan yang mencerminkan upaya kreativitas, yang diambil dari pedoman teknologi tinggi di mana wirausahawan muda diajarkan bahwa mereka hanya memiliki beberapa detik untuk menjual sebuah ide,” katanya.

Trik ini mengirimkan pesan bahwa ‘Israel’ sedang mencoba memobilisasi dukungan seperti halnya memobilisasi para pemodal, yang berarti bahwa diplomasi bagi ‘Israel’ hanya salah satu cabang pemasaran.

“Sejujurnya, harus diakui bahwa gaya Erdan bukan sekadar ekspresi kedewasaan mentalnya. Pilihan triknya yang terus-menerus (jangan lupakan Bintang Daud kuning yang ia kenakan sebagai tanda protes, yang menyebabkan negara ‘Israel’ diturunkan statusnya menjadi kamp kematian) merupakan indikasi dari masalah yang lebih luas, yaitu bahwa intelijen ‘Israel’ terjebak dalam mentalitas hasbara yang “menjelaskan” ‘Israel’,” tambah dia.

Ia mentatakan, ‘Israel’ tidak menyadari ada sesuatu yang berubah ketika tentara IDF menginvasi Jalur Gaza dan ‘Israel’ telah melahirkan batas batas ketakutan. Sayangnya, ‘Israel’ kembali ke zona nyaman Hasbara (melakukan aksi propaganda yang dibuat ‘Israel’ kepada publik).

“Sebenarnya tidak ada diskusi antara orang-orang yang mempunyai pemikiran berbeda, sepertinya tidak ada seorang pun yang berpikir, dan keinginan untuk memahami apa yang terjadi telah dibungkam oleh penjelasan yang dibuat sebelumnya, oleh propaganda.”

Menurutnya, nampaknya ‘Israel’ belum siap untuk melakukan perdebatan secara nyata tentang peristiwa agresinya di Gaza. Hal ini karena ‘Israel’ dinilai menolak tangggung jawab atas semua perbuatanya.

“‘Israel’ tidak mau membicarakan konteksnya karena menolak untuk berbagi tanggung jawab atas apa yang terjadi padanya, dan lebih memilih untuk melihat dirinya sebagai korban yang menghadapi gelombang anti-Semitisme secara spontan, seolah-olah kelompok yang menyerang ‘Israel’ bisa saja menjadi sebuah kelompok yang tidak bertanggung jawab,” tulisnya, menambahkan  seolah tanpanya, mustahil mengubah kenyataan.

“Jadi mungkin, tinggalkan saja Erdan di tempatnya sekarang,” demikian kritik Carolina Lindsman.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Duta Besar Israel untuk PBBGerakan Perlawanan IslamGilad ErdanHa’aretzHAMAShasbaraHeadlineMedia IsraelMedia YahudiYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Plestia Alaqad dan Suara Rakyat Gaza
Tulisan selanjutnya Sofyan Ats-Tsauri: Menolak Setiap Pemberian dari Penguasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?